stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Dalam dunia hiburan, selain perfilman, musik juga memiliki peran penting untuk menghibur masyarakat. Banyak orang berlomba-lomba untuk menguasai musik. Biasanya kebiasaan untuk belajar musik akan dimulai sejak masih kecil. Kebanyakan orang tua akan memberikan les musik tambahan agar anaknya kelak bisa menjadi musisi yang handal.

Ada beberapa pelajaran yang bisa mereka lakukan untuk menguasai musik, yaitu menyanyi dan memainkan alat musik. Alat musik yang dimainkan pun banyak macamnya, misalnya saja seperti bermain gitar, drum bahkan piano. Ada satu jenis alat musik yang dikatakan bahwa alat ini sudah termasuk ke dalam kategori yang tertua di dunia.

Nah, perangkat musik seperti apa sih itu? Kenapa masih bisa bertahan sampai sekarang? Yuk, cari tahu disini.

Piano Dikatakan Sebagai Alat Musik Tertua

Piano adalah sebuah perangkat alat musik berupa jajaran bilah-bilah papan nada yang akan terbentuk menjadi urutan tangga nada, kemudian ini akan dimainkan dengan menggunakan kedua tangan atau sepuluh jari secara bergantian. Tuts yang ditekan secara bersamaan ini pastinya akan menghasilkan nada dan melodi serta akord yang sangat harmonis.

Dikatakan pula, bahwa piano ini merupakan salah satu jenis alat musik yang paling populer di dunia. Alat musik piano juga dapat dikategorikan sebagai alat musik tertua dan harga dari alat musik ini bisa dikatakan termasuk yang paling wow dari kebayakan alat musik lainnya.

Yah, bisa dikatakan ini mungkin memang benar adanya. Buktinya saja alat musik piano jarang kita temui kecuali di tempat-tempat tertentu yang memiliki kesan mewah (coba diingat-ingat lagi apa kalian pernah melihat ada piano di warteg?) dan untuk mempelajarinya pun membutuhkan biaya yang cukup mahal. Bisa jadi ini dikarenakan harga piano yang cukup mahal.

Perkembangan Dari Piano

Kalian tahu gak sih, kalau kata piano ini sebenarnya berasal dari bahasa Italia, yaitu pianoforte. Piano itu sendiri pun dibuat oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720. Ketika piano ini diciptakan pun suaranya masih belum sekeras piano yang dapat didengar pada abad 20-an.

Meskipun demikian,  piano itu masih di pajang di Metropolitan Museum of Art di New York sampai sekarang. Hal unik dari piano ini adalah bahwa ini bukanlah alat musik pertama yang menggunakan papan tuts dan dimainkan dengan ditekan. Ada alat musik lain yang ternyata cara kerjanya mirip piano dan itu ada sejak 1440.

Dalam sejarah munculnya piano ini, ternyata lahir dari keinginan seseorang untuk menggabungkan keindahan nada Clavichord dengan kekuatan Harpsichord. Clavichord sendiri adalah Intrumen Piano senar Eropa yang dikenal sejak akhir abad pertengahan, Zaman Renaissance, Zaman Baroque dan Zaman klasik.

Sebelumnya, sudah ada banyak orang yang berusaha ingin menyempurnakan nada dari Clavichord tersebut. Beberapa orang itu adalah Marius dari Paris (1716), Schroter dari Saxony (1717) dan Christofori (1720) dari Padua, Italia, mereka semua ingin menjadikannya sebuah Piano. Namun, yang bisa mewujudkannya hanyalah Bartolomeo Christofori.

Kemudian ketika memasuki pertengahan abad ke 17, piano telah disulap menjadi beberapa bentuk. Awalnya sih modelnya dibuat mirip desain Harpsichord yaitu dengan dawai menjulang. Lalu dirubah kembali menjadi lebih rendah dan ini di rombak oleh John Isaac Hawkins. Tidak lama setelah itu, muncullah sebuah tuntutan Instrumen yang menginginkan desain yang lebih ringan, tidak mahal dan dengan sentuhan yang lembut. Akhirnya para pembuat piano dari Jerman ini merubahnya dan memberi nama Piano Persegi.

Sampai pada tahun 1800, piano persegi pun telah dapat digunakan dimanapun. Rangka yang digunakan untuk membuat senar piano pertama ini adalah dengan menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senar. Pada abad 19 telah banyak arsitek yang membangun gedung-gedung konser yang ukurannya cukup besar, namun ternyata suara dari piano ini tidak bisa mencapai keseluruhan gedung. Pada akhirnya dibuatlah piano dengan rangka besi.

Di Tahun selanjutnya, Piano dikembangkan lagi oleh Joseph Smith dari Inggris, dia membuat alat musik tekan ini dengan rangka yang terbuat dari Logam. Piano dari inovasinya ini mampu menahan tegangan senar dengan sangat kuat.

Dan sekitar tahun 1820, banyak pembuat piano yang menggunakan potongan logam untuk membuat Piano. Di tahun 1822, Erard bersaudara mematenkan Double Escapement Action, yang merupakan temuan tersohor dari semua temuan yang berkaitan dengan cara kerja piano. Perkembangannya pun mulai mendapat kemajuan, sampai terciptalah alat musik piano yang modern dengan tegangan senar yang pada awalnya hanya 16 ton, lalu kemudian bertambah menjadi 30 ton.

Memasuki abad ke-20, Hadir lah piano elektronik atau piano listrik. Kalau dilihat dari sisi kualitas suara piano Elektrik nyaris tidak memiliki beda dengan piano biasa. Namun yang membedakannya hanya terletak pada fitur yang dimiliki oleh piano Elektrik. Disini penggunaan piano elektrik telah dapat dihubungkan dengan perangkat MIDI, komputer, alat rekam, memiliki pengatur volume dan sebagainya.

Gak cuma perkembangan piano ini yang memiliki sejarah, ada beberapa pianis (orang yang memainkan piano) yang juga telah mencatat sejarah, seperti mozart, Hadyn, Beethoven, Schubert, Schuman dan ada juga nama Torakusu Yamaha yang mengembangkan Alat musik piano di Asia dan dialah yang mendirikan “Yamaha Organ Ream”.

Bagian – Bagian Piano

Setelah kita mengetahui jenis-jenis dari piano, kita juga harus mengetahui apa-apa saja yang terdapat pada piano. Nah, dibawah ini ada bagian-bagian dari piano yang harus kalian tahu.

Tuts Piano

Tuts piano terbagi dalam dua sisi, yakni tuts hitam serta tuts putih. Awal mulanya, piano cuma mempunyai satu tuts saja yakni tuts putih tetapi lantaran kurang praktis jadinya tuts hitampun ditambahkan untuk dijadikan sebagai sisi paling utama dari piano. Ketidaksamaan tuts hitam serta tuts putih cuma hanya ada pada posisinya saja.

Martil Piano

Sisi martil ini memiliki peran sebagai pemukul dawai pada piano dan ini digunakan ketika kalian menghimpit tuts piano untuk membuahkan nada.

Dawai Piano

Dawai inilah yang akan menghasilkan nada saat dipukul oleh martil. Dawai piano harus selalu diperhatikan agar tinggi-rendahnya suara tetap standard serta suaranya gak fals.

Body Piano

Body piano ini merupakan sisi yang dapat membuat gema pada piano. Bila martil memukul dawai piano maka ini dapat menghasilkan nada yang harmonis, nada itu kemudian akan diteruskan ke ruang kecil yang telah disiapkan. Ruangan gema inilah yang memastikan keras lembutnya nada dan type nada yang dihasilkan.

Pedal Piano

Pada piano umumnya ada 2 sampai 3 pedal.
1. Pedal sustain : untuk bikin suara bergema lebih lama.
2. Pedal caleste : melembutkan suara.
3. Pedal una corda : mendekatkan jarak martil dengan dawai.

Jenis-Jenis Dari Alat Musik Sentuh

Seiring dari berkembangnya zaman, model piano sudah mulai menjadi banyak macamnya. Ada berbagai model yang diciptakan. Jika kalian ingin tahu seperti apa jenisnya, kalian bisa melihatnya di bawah ini.

Digital Piano

Piano jenis ini termasuk dalam kategori piano akustik, jika kalian ingin selalu mendapatkan kualitas yang prima pada alat musik ini, maka kalian harus merawatnya dengan baik. Yah, walaupun sedikit repot dibuatnya. Tidak hanya menjaga suhu pada piano, kalian juga harus selalu menjaga ketegangan pada senar-senar piano, setiap kali piano model ini dipindahkan, maka nada-nadanya harus di tune ulang kembali.

Ini merupakan sebuah terobosan Kawai dan Yamaha yang memperkenalkan synthetizer pada tahun 80-an. Sebuah sampling suara piano memungkinkan bunyi piano untuk dihasilkan dari alat-alat elektronik yang dialiri listrik. Teknologi synthetizer berkembang dengan sangat pesat sehingga digital piano sendiri memiliki kategorisasi tersendiri yaitu digital piano, keyboard dan synthetizer.

Digital piano ditandai dengan rentang nadanya yang sama dengan piano akustik biasa, yaitu sepanjang 88 nada. Model tuts-nya masih menggunakan tipe gradded-hammer atau efek yang berbeda yang bisa kalian rasakan ketika menekan tuts piano. Model yang paling populer untuk digunakan di panggung contohnya adalah Roland RD-700 atau RD-300, sedangkan untuk pengguna rumahan, Yamaha seri Clavinova adalah contoh yang paling populer.

Grand Piano

Nah kalau yang ini, sering kita lihat di hotel-hotel dan ini merupakan raja dari segala piano. Ciri-ciri yang dimilikinya yaitu sesuai dengan namanya, besar. Grand Piano juga memiliki 3 pedal di bawahnya yang fungsinya hampir mirip dengan Upright Piano. Jadi Piano itu termasuk alat musik perkusi. Hanya ada satu suara yang dihasilkan, yaitu suara piano itu sendiri. Untuk memainkan sebuah piano, kalian gak bisa kalau hanya bermodal ‘tau posisi kord’. Kalian juga harus bisa mengeksplor skill piano klasik, misalnya fingering atau pada jari-jari.

Alat musik piano memiliki tuts yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena alat musik piano diciptakan pada mulanya untuk permainan solo sehingga harus menjangkau nada mulai dari sangat rendah sampai sangat tinggi, supaya kaya akan variasi.

Piano Upright

Pengertian Piano Upright adalah Piano Upright memiliki bentuk yang lebih ramping dan tidak sebesar Grand Piano. Jumlah senar pada tiap tuts nya juga tidak sebanyak Grand Piano. Posisi kotak akustiknya tegak atau berdiri.

Bila kalian tidak mempunyai tempat yang luas maka upright piano bisa menjadi pilihan terbaik karena piano upright tidak memakan banyak space(ruang). Piano Upright sangat baik diletakkan dengan posisi menempel di dinding. Harga dari piano upright juga gak semahal grand piano lho. Jadi kalian masih bisa untuk mencoba mempelajarinya.

Keyboard

Apa beda keyboard dengan digital piano? Hal pertama yang paling mencolok dari keduanya adalah model tuts-nya. Keyboard tidak menggunakan gradded hammer, melainkan model touch response.

Ini berarti efek seperti mengetukkan palu tidak bisa kalian rasakan, karena itulah tuts keyboard pun jauh lebih ringan untuk ditekan dan rasanya seperti menekan plastik tanpa sensasi menekan tuts piano akustik. Rentang nada yang dimiliki juga lebih sedikit, hanya sepanjang 61 nada. Nada atas dan nada bawah piano juga bisa dipotong dan menyisakan nada tengahnya saja.

Namun kelebihan yang dimiliki dari keyboard ini adalah kemampuannya dalam menghasilkan suara bermacam-macam alat musik. Ia juga memiliki kemampuan untuk memainkan irama dengan variasi yang banyak, sehingga kita bisa bermain diiringi sebuah band lengkap dengan bantuan hanya satu unit keyboard saja.

Synthetizer

Seperti namanya, alat ini adalah pembuat suara buatan yang handal. Hal yang membuatnya terlihat mencolok adalah rentang nadanya yang mungkin hanya dua oktaf saja, memiliki banyak panel-panel instrumen seperti equalizer, mixer, bender, dll pada papan keyboardnya.

Alat ini memang ditujukan untuk membuat style dan mengaransemen sebuah lagu. Sebuah aransemen lagu akan dibuat dengan alat ini satu demi satu atau istilahnya layer demi layer. Pola-pola instrumen seperti drum, gitar, bass dan variasinya ketika memasuki chorus, bridge atau coda akan dibuat secara satu per satu. Ketika sudah jadi, semua layer kemudian akan digabungkan menjadi satu menjadi sebuah aransemen musik yang bisa dimainkan oleh keyboard.

Kalian juga bisa melihat synthetizer ini di atas keyboard milik Run-D, keyboardis band Nidji ketika mereka tampil live. Contoh merk yang populer misalnya Roland seri Fantom atau Yamaha seri M.

 

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Bermain Piano

Terkadang orang beranggapan ketika melihat seseorang bermain piano sangatlah mudah. Namun kenyataanya, ketika dicoba ternyata sangatlah rumit dan jadi malas untuk mempelajarinya. Sebenarnya bermain piano itu susah-susah gampang. Kalau saja kalian bisa memperhatikan hal-hal dasarnya maka pastinya ini akan menjadi mudah.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bermain piano:

Posisi Duduk

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika ingin bermain piano adalah posisi duduk. Posisi duduk ini dapat mempengaruhi alunan melodi kita. Ada yang duduknya tegak, ada yang membungkuk, ada pula yang posisi badannya cukup jauh dengan piano. Tapi sebenarnya yang paling penting adalah duduk senyaman mungkin, agar badan kita gak cepat lelah ataupun terasa pegal-pegal saat dan setelah bermain Piano. Memang kalau uda nyaman itu paling indah

Posisi Tangan

Selain duduk, posisi pada tangan juga memiliki pengaruh. Ini sangat mempengaruhi seberapa baik teknik yang kita kuasai. Piano ketika ditekan tutsnya dapat mengeluarkan bunyi yang keras ataupun pelan ini dikarenakan sifat alami Piano itu sendiri (terlepas dari Keyboard atau Elektrik Piano).

Posisi dari jari-jari tangan haruslah merasa nyaman tapi bukan berarti lemas atau lunglai loh. Tangan juga gak boleh terlalu rapat atau terlalu tegang,  ini dapat menyulitkan ketika kita “Scale” atau “Finger Practice” yang biasa dilakukan dengan menekan tuts do-re-mi-fa-sol-la-si-do dengan jari yang teratur yaitu bukan dengan asal tekan saja.

Posisi Lengan

Yang satu ini bisa dibilang termasuk yang unik, jika kalian bermain piano dengan posisi lengan tangan (Pergelangan tangan sampai ke siku) terlalu tinggi maka itu adalah hal yang salah. Tahukah kamu kalau posisi pergelangan tangan dapat mempengaruhi suara Piano serta dapat memperlambat gerakan tangan?

Ya, itu memang benar adanya, Ini dikarenakan piano menekankan kepada peran aktif jari-jari tangan bukan lengan sehingga jika lengan terlalu berperan maka jatuhnya kamu nanti kesulitan untuk belajar teknik yang menggunakan irama cepat.

Harus rajin membaca not balok

Ini juga bisa dibilang unik, sebenernya pilihan masing-masing orang untuk memahami not balok gak sama. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik klasik dapat merangsang kreatifitas otak kita.

Ini dikarenakan ketika kita memahami not balok maka kita akan dapat memahami lagu apa yang tersirat didalamnya dan kamu bisa merasakannya melalui bunyi yang kamu mainkan. Not balok ini dapat melatih kamu agar tetap fokus dan seimbang, maksudnya adalah ketika kamu membaca not balok, tangan kamu akan mengikuti arahan kamu untuk menekan tuts yang mana sesuai dengan rangkaian not balok yang kamu baca. Tuh dengerin rajin baca not balok, jangan cuma baca chat yayangnya aja.

Cari Pianis atau Musisi Idola kamu

Dengan mengagumi seseorang maka pastinya kita akan simpatik terhadap teknik atau kelihaiannya dalam bermain piano. Kamu akan termotivasi supaya terus berkembang dan mempelajari segala hal tentang Piano.

Bisa dibilang ini merupakan cara yang cukup efektif karena ketika kita simpatik pada seseorang umumnya kita akan belajar menirunya hingga kita dapat melakukan apa yang dia lakukan khususnya dalam hal positif bermain piano. Sebagai contohnya, musisi klasik yaitu Richard Clayderman atau musisi modern seperti Lang-Lang atau David Foster dan masih banyak musisi lainnya yang bisa kalian tiru.

Memahami jenis-jenis aliran Musik

Kalau kamu pintar dalam memilih aliran musik, maka kamu akan dapat lebih mudah untuk mempelajari teknik bermain piano sesuai dengan aliran musik yang kamu sukai. Tentunya ini sangat berguna ketika kamu akan melakukan impruvisasi teknik ataupun cara bermain sesuai dengan aliran musik yang paling kamu sukai dan kamu pun akan dapat menikmatinya.

Memulainya dari hal kecil dan sederhana

Pada poin terakhir ini, kunci yang diperlukan adalah kesabaran dan ketekunan dalam belajar bermain Piano. Mulailah dengan lagu-lagu yang mudah untuk berlatih, kemudian berlatihlah setiap hari atau setiap minggu untuk mendapatkan “Scale” dan cobalah untuk selalu melakukan “Senam Jari” di Piano kamu.

Mulailah dari tempo yang pelan, sehingga ketepatan penekanan tuts serta bunyi yang dihasilkan akan terdengar indah dan berkualitas. Awali dengan menggunakan “Metronome” seperti alat pengatur ketukkan agar memudahkan kamu untuk bermain secara teratur mengikuti tempo dan mengefektifkan semua teknik yang telah kamu kuasai.

Kesimpulan:

Dari penjelasan tentang piano diatas dapat disimpulkan bahwa piano telah ada sejak dulu dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini. Hingga akhirnya muncullah berbagai jenis piano seperti:

-Digital Piano
-Grand Piano
-Piano Upright
-Keyboard
-Synthetizer

Demikianlah penjelasan yang bisa kami berikan kepada kalian semua tentang alat musik piano ini. Semoga kalian menyukainya dan jadi lebih mahir atau menjadi tertarik kepada piano.