stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Hai para milk lover, bagi kalian yang memang suka banget minum susu, sudah saatnya kalian mengenal tentang susu lebih dalam. Biasanya susu seperti apa sih yang kalian minum? Apakah itu susu murni yang berwarna putih dengan rasa tawar?  Atau susu bubuk dengan banyak varian rasa yang umumnya ditujukan sebagai produk makanan tambahan untuk anak-anak?

Sebenarnya jenis susu gak cuma itu saja loh. Masih ada jenis susu lainnya yang sebenarnya tanpa kalian sadari juga kalian konsumsi. Pernah gak kalian mendengar tentang susu UHT? Biasanya label UHT ini terdapat pada susu cair dalam kemasan kotak. pasti kalian pernah kan minum susu ini. Nah, yang jadi pertanyaannya apakah kalian tahu maksud dari UHT itu?

Pengertian Dari UHT

Disini yang dimaksud dengan UHT adalah ini merupakan salah satu proses pengolahan susu untuk menghilangkan bakteri yang terkandung dalam susu, sekaligus supaya membuat usia simpan produk susu tersebut menjadi lebih panjang.

Susu UHT (Ultra High Temperature) sendiri di proses dengan menggunakan suhu yang sangat panas (140° C) untuk menghilangkan seluruh mikroba beserta sporanya yang ada dalam susu, tapi diproses dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 4detik.

Dengan kadar panas yang sangat tinggi dan proses pemanasan yang sangat singkat, maka susu UHT ini dipastikan masih memiliki kandungan gizi yang setara dengan susu murni, susu ini juga ternyata sangat aman untuk dikonsumsi karena seluruh bakteri patogen di dalamnya dipastikan sudah mati.

Selain itu guys, susu UHT ini pun di kemas dengan menggunakan kemasan aseptik yang kedap udara sehingga para bakteri akan sangat sulit untuk terkontaminasi kembali karena biasanya para bakteri ini mampu menurunkan atau bahkan merusak kualitas dari susu itu sendiri.

Gak cuma itu guys, kemasan dari susu ini pun kedap cahaya sehingga kesegarannya pun cukup terjaga meski dalam waktu yang lebih lama ketimbang pengolahan susu dengan metode lainnya.

Proses Dari Pengolahan Susu UHT

Biasanya dalam proses pengolahan susu UHT lebih dikenal dengan dua tipe pemanasan, yaitu: tipe pemanasan langsung (direct heating) dan tipe pemanasan tidak langsung (indirect heating). Pada tipe pemanasan langsung akan terjadi pencampuran antara susu dan uap panas, baik dalam bentuk injeksi uap panas pada susu ataupun injeksi susu kedalam uap panas.

Pada tipe pemanasan tidak langsung tidak akan terjadi kontak antara uap panas dengan susu, biasanya banyak digunakan pada berbagai jenis “Plate Heat Exchan
ge” (PHE) . Menurut Hadiwiyoto , alat yang merrka gunakan untuk proses UHT adalah otoklaf (apabila kapasitasnya kecil) dan retort (apabila kapasitasnya besar).

Proses pemanasan dalam pembuatan susu UHT ini biasanya dilakukan dengan pemanasan dengan temperatur 2700F (1320C) selama tidak kurang dari satu detik. Beberapa tahap dalam proses pengolahan susu UHT ini lebih sering diterapkan di industri pengolahan susu antara lain meliputi: pencampuran (mixing), termisasi, pasteurisasi, homogenisasi, sterilisasi, regenerasi dan pengisian (filling).

1. Penerimaan Bahan Baku

Penerimaan bahan baku ini merupakan titik kendali kritis (CCP), karena dapat mempengaruhi keamanan produk akhir. Pada penerimaan bahan baku untuk susu segar terdapat tiga titik kendali kritis. Bahaya yang mungkin terjadi adalah penyimpangan terhadap spesifikasi bahan baku.

Dalam hal ini bahaya fisik masih dapat diabaikan karena disamping masih ada proses selanjutnya untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya, dilakukan juga pengawasan terhadap mutu bahan baku yang datang dari Departemen Logistik dan Departemen QC.

Penyimpangan yang terjadi yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah adanya bahaya kimia yaitu residu pestisida dan residu antibiotic serta bahaya mikrobiologi yaitu adanya cemaran mikroba. Untuk mencegah bahaya tersebut maka akan dilakukan pengawasan terhadap bahan baku.

Pengawasan bahan baku yang dilakukan adalah pengujian visual, mikrobiologi, kimia fisik dan penetapan spesifikasi bahan baku dengan benar yaitu dilakukan dengan pengontrolan terhadap pemasok (supplier).

2. Tahap “mixing”

Tahap “mixing” adalah tahap awal dari proses pembuatan susu UHT. Pada
tahap ini akan dilakukan pencampuran susu dengan bahan penunjang seperti gula, bahan penstabil (stabilizer), bahan pemberi cita rasa (flavor) dan juga perwarna.

3. Termisasi

Setelah tahap “mixing”, proses pembuatan susu UHT dilanjutkan dengan tahap termisasi atau pemanasan awal. Tahap termisasi merupakan tahap dimana susu dipanaskan pada suhu rendah sebelum di pasteurisasi. Pada tahap ini susu mulai dipanaskan dengan suhu sekitar 650C dalam waktu beberapa detik.

4. Pasteurisasi

Tahap pasteurisasi pada proses pembuatan susu UHT adalah dengan jalan memanaskan susu dengan suhu sekitar 80–900C selama beberapa detik saja. Tujuan dari pasteurisasi adalah untuk membebaskan susu dari mikrobia patogen sehingga susu akan aman untuk dikonsumsi.

Pasteurisasi juga dimaksudkan untuk menurunkan jumlah total mikrobia khususnya yang dapat merugikan sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk susu tersebut.

5 .Homogenisasi

Nah, setelah pasteurisasi susu selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah homogenisasi. Proses homogenisasi susu dilakukan pada tekanan sekitar 2900 psi. Proses homogenisasi bertujuan untuk menyeragamkan besarnya globula–globula lemak susu.

6. Sterilisasi

Tujuan utama dalam sterilisasi adalah untuk membunuh seluruh bakteri baik pathogen maupun non pathogen dan menurunkan jumlah spora bakteri agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama meskipun tanpa pendinginan.

Pada tahap ini susu homogen yang dihasilkan setelah homogenisasi kemudian akan diteruskan ke PHE (“Plate Heat Exchange”) dan dipanaskan pada suhu 135-1400C selama 3–5 detik. Proses sterilisasi ini merupakan pemanasan utama (main heating) pada pembuatan susu UHT .

Sterilisasi UHT dapat menyebabkan kehilangan sejumlah vitamin C, asam folat, vitamin B12 dan kira–kira 20% tiamin serta menyebabkan denaturasi protein–protein serum sampai 70%, terutama hemoglobin. Denaturasi protein–protein yang mudah larut dapat membuat susu menjadi lebih berwarna putih.

7. Regenerasi

Setelah susu dipanaskan melalui proses sterilisasi, maka proses selanjutnya susu akan segera didinginkan melalui tahap regenerasi. Pada tahap ini suhu susu akan diturunkan hingga mencapai suhu 280C .

8. Pengisian (aseptic filling)

Tahap terakhir dari proses pembuatan susu UHT ini adalah susu steril yang
dihasilkan akan segera dikemas melalui tahap “filling” kedalam wadah yang telah disediakan dan pastinya juga telah disterilkan. Wadah utama yang digunakan harus melindungi produk dari kontaminasi, memantapkan kandungan air dan lemaknya, mencegah bau dan benturan, memudahkan transportasi atau pengangkutan dan lain–lain.

Lantas, gimana sih caranya menyimpan susu UHT yang baik?

Satu hal yang harus kalian tahu, kalau susu UHT dalam kemasan yang masih rapat, akan memiliki umur penyimpanan yang sangat panjang, bahkan bisa sampai 10 bulan jika disimpan dalam suhu ruangan yang normal. Tapi kalau kemasannya sudah rusak, baik itu tergores ataupun kalian sudah membukanya, maka segera habiskan susu tersebut agar bakteri pembusuk tidak merusak kualitas susu tersebut. Inget, kalau sudah terbuka jangan dibiarin kelamaan ya.

Apa sih bedanya susu UHT dengan susu yang lain?

Susu segar ini merupakan minuman yang bergizi tinggi yang diperoleh dari pemisahan kelenjar susu hewan mamalia yang sehat, terutama dari sapi. Susu yang diperoleh dari hasil pemisahan tersebut tidak termasuk dalam kolustrum, yaitu susu yang dihasilkan oleh hewan selama dua minggu sebelum dan sesudah sapi beranak.

Susu segar

Susu segar mengandung zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhan badan, yaitu: karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin A, B, C dan D. Perbandingan jumlah zat-zat tersebut tergantung dari makanan yang diberikan pada ternak, jenis ternak serta kesehatannya. ( itu berarti mulai dari sekarang kita harus lebih memperhatikan kesehatan si sapi ya).

Susu segar ini sangat mudah rusak, oleh sebab itu harus selekas mungkin dipanaskan dan
langsung dikonsumsi. Susu segar yang sudah berubah warna hendaknya jangan dikonsumsi lagi. Mengkonsumsi susu segar juga ternyata lebih menguntungkan. Selain nilai gizinya tinggi, harganya juga lebih murah dibanding susu jenis lain.

Susu Evaporasi

Susu murni yang dipanaskan selama beberapa waktu ini akan terubah menjadi evaporated milk. Susu ini terbentuk melalui pemanasan susu dengan menggunakan pompa vakum untuk menghilangkan kira-kira 60% kadar airnya. Selain penghilangan air, dalam pembuatan evaporated milk ini juga dilakukan penambahan vitamin D serta standardisasi nutrisi.

Selanjutnya susu ini akan dipanaskan pada suhu 115,5-118,5 °C selama 15 menit untuk sterilisasi. Hasilnya, evaporated milk akan berstruktur lebih pekat dibandingkan susu murni dan mengandung kira-kira 25% lebih padat tapi bukan lemak.

Susu Kental manis

Susu evaporasi adalah susu yang dipanaskan hingga kandungan airnya berkurang kira-kira setengahnya. Biasanya susu evaporasi ini dijadikan susu kental manis (SKM) dengan cara menambahkan gula sebagai bahan pengawetnya. Proses evaporasi dan kadar gula yang cukup menjadikan SKM tahan lama.

Biasanya SKM ditempatkan dalam kemasan kaleng. Jangan lupa sewaktu kalian membeli SKM perhatikanlah keadaan kaleng dan batas kadarluwarsanya. Warna SKM yang tidak jernih, kecoklat-coklatan dan sudah terlalu kental, menandakan bahwa susu tersebut sudah terlalu lama dan sebaiknya jangan dikonsumsi. SKM bukan untuk bayi! Kadar protein, vitamin A dan D lebih kecil dibandingkan jenis susu lainnya dan SKM juga memang lebih murah dibandingkan dengan susu UHT.

Ultra high temperature atau UHT

 

Ultra high temperature atau yang biasa lebih dikenal dengan UHT adalah metode pengawetan minuman, tapi ini sih lebih sering digunakan pada susu. Ini adalah sebuah alternatif untuk pasteurisasi. Metode ini juga dapat digunakan untuk jus buah , sup kalengan, sup , krim dan cairan lainnya.

Sejauh ini metode yang satu ini masih lebih sering digunakan untuk susu. Susu akan terlebih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik dengan suhu 135 sampai 150° C dan segera didinginkan sampai 4-5° C . Waktu pemanasan yang singkat ini dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan juga rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya.

Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri patogen (patogen) akan dihancurkan dengan suhu ultra tinggi. Susu ini dapat disimpan setidaknya dalam waktu enam minggu. Susu UHT ini pum lebih bagus daripada susu bubuk, Susu bubuk juga awalnya berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30% dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.

Beberapa Kelebihan/Keunggulan Susu UHT :
– Dapat disimpan lama pada suhu kamar yaitu sekitar 6 sampai 10 bulan lamanya
– Tidak mengandung bahan pengawet apa pun
– Bebas mikroba dan spora yang berpotensi merusak kesehatan manusia
– Rasa, warna dan aroma susu tidak mengalami banyak perubahan
– Zat gizi yang terkandung dalam susu tidak banyak berkurang
– Dapat diminum oleh anak yang sudah berusia setahun
– Jika susu UHT rusak dapat terlihat dari kemasan multilapis yang kembung, bocor, dan lain-lain
– Praktis tinggal minum saja dan kemudian kemasan pembungkusnya dibuang ke tempat sampah

Manfaat Susu UHT bagi Kesehatan Manusia :
– Memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia
– Dapat digunakan untuk bahan pembuatan makanan atau minuman sehat lainnya

Beberapa Kekurangan/Kelemahan Susu UHT :
– Harus segera diminum habis setelah kemasan dibuka
– Lebih banyak menghabiskan ruang dibandingkan susu kental manis, susu bubuk dan lain sebagainya

Yah, itulah guys sedikit penjelasan mengenai susu UHT ini. Jadi apakah kalian berniat untuk mencobanya? Aman dan enak juga kok. Percaya deh.

Related Posts