stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Saat kita mendengar kata penjara dengan orang-orang jahat yang ada didalamnya, mewah bukanlah kata yang akan masuk dalam pikiran kita. Penjara memang didanai oleh wajib pajak tapi tidak ada pembayar pajak yang bekerja keras untuk  mendengar para penjahat hidup nyaman dalam penjara dengan banyaknya kemewahan.

Acara TV seperti Orange Is The New Black telah membuat penjara terlihat seperti apa yang kita inginkan. Kehidupan sehari-hari  narapidana disini penuh dengan rutinitas dan hanya melakukan pekerjaan seperti mandi dan menyikat gigi. Berikut adalah penjara paling mewah yang ada di dunia dan kalo menurut mimin para narapidanya beruntung banget bisa tinggal disini, ntar mimin nyusul lah jadi tersangka.

A. Bastoy Prison, Norwegia

Penjara keamanan ini terletak di Pulau Bastoy, Norwegia dan ini telah menjadi penjara pertama yang paling mewah  di dunia. Para narapidana akan tinggal di pondokan kayu dan bekerja di pertanian penjara. Saat mereka memiliki waktu luang mereka akan memiliki akses ke berbagai kegiatan seperti menunggang kuda, memancing, tenis dan bermain ski.

Pada tahun 2014, penjara ini telah dianugerahi Blanche rekonsiliasi sebagai hadiah utama untuk “mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi.” Tingkat untuk meninggalkan penjara ini adalah sekitar 16% jika dibandingkan dengan penjara di Eropa yaitu sekitar 70% dan hasilnya metode yang mereka terapkan cukup berhasil.

B. Justice Center Leoben, Austria

Ada dua buah prasasti pada penjara di Styria, Austria dan ini diambil dari The Kovenan Internasional tentang hak sipil dan politik: yang pertama”manusia dilahirkan bebas dan setara dalam memiliki martabat dan hak-hak,” dan yang kedua adalah “semua orang yang haknya telah dirampas harus diperlakukan dengan rasa kemanusiaan dan  saling menghormati martabat manusia.” Dinding penjara ini terbuat dari kayu dan beberapa sel bahkan memiliki balkon ( termasuk bar). Sel-sel lainnya memiliki beberapa kamar mandi pribadi dan dapur yang bisa dipakai bersama.

Para narapidana diizinkan untuk memakai pakaian mereka sendiri, seorang pernah menjelaskan, “lebih normal kehidupan yang kita berikan kepada mereka saat berada di sini, maka mereka akan dapat bersosialisasi kembali ketika mereka keluar dari penjara.”

C. Champ-Dollon Prison, Switzerland

Penjara disini awalnya selalu memiliki masalah kepadatan penduduk, kerusuhan dan penyakit hingga pada akhirnya negara mengeluarkan dana sebesar $40 juta untuk memberikan fasilitas yang terbaik.Ini disebabkan karena Komite Anti-Penyiksaan Dewan Eropa telah memberikan tinjauan buruk pada tahun 2008 dan akhirnya Swiss merubah kembali reputasi penjara agar menjadi lebih baik. Sebuah sayap baru telah dibangun, yang mencakup sel-sel tempat mereka tidur telah disediakan kamar mandi pribadi. Kondisi penjara disini telah berubah menjadi senyaman hotel bintang-3.

D. Pondok Bambu Prison, Indonesia

Penjara perempuan di Jakarta, Indonesia ini sebagian besar terkait dengan kasus narkoba dan ini merupakan salah satu penjara yang memiliki sebuah klinik metadon untuk membantu para mantan pengguna narkoba move on dari narkoba. Untuk menghabiskan waktu para narapidana dapat menghadiri kelas dalam membuat manik-manik atau mengunjungi salon kecantikan (yang pasti dengan adanya biaya tambahan). Di penjara ini ada juga disediakan karaoke malam. Penjara ini difokuskan untuk tahap rehabilitasi bagi mantan pecandu dan mereka berharap ini dapat membantu mengurangi prevalensi HIV diantara pengguna narkoba di Indonesia.

E. JVA Fuhlsbuettel Prison, Germany

Dekorasi di penjara ini telah direnovasi dengan membuat kalimat-kalimat yang panjang pada setiap dinding agar dapat dibaca para narapidana. Penjara di Jerman ini lebih mengingatkan kita pada sebuah kastil daripada sebuah penjara. Sel-sel yang luas mencakup sebuah area ruang tamu, meja dan kamar mandi pribadi yang menggunakan shower. Para narapidana juga memiliki akses ke merek baru mesin cuci dan pengering pakaian mereka sendiri.

F. Sollentuna Prison, Sweden

Sebagian tawanan harus menurunkan berat badan mereka sendiri dengan melakukan teknik-teknik yang kasar (seperti membersihkan pekarangan). Tetapi penjara di Sollentuna, Swedia sangat berbeda, tahanan disini memiliki akses ke gym .

Mereka juga dapat memasak makanan mereka sendiri dan menonton TV di sofa mereka sendiri. Kedengarannya jauh seperti berada di rumah kan guys? Kalau sudah kayak gini apa kalian mau pergi ninggalin penjara ini?. Dalam beberapa tahun terakhir, Swedia telah menutup penjara ini karena tahanan semakin berkurang. Negara telah memilih untuk menghabiskan sebagian besar waktu, uang dan energi mereka untuk mencegah dan mengurangi kejahatan.

G. Halden Prison, Norway

Penjara ini dibangun pada tahun 2010,penjara Halden memiliki kapasitas untuk 252 narapidana. Sistem penjara di Norwegia sudah dikenal untuk fokus pada hak asasi manusia dan kita harus menghormatinya. Sel-sel untuk para narapidana ini telah dilengkapi TV, lemari es, jendela besar dan perabotan desainer. Kebanyakan penjaga tidak bersenjata karena senjata dapat membuat “para narapidana merasa terintimidasi dengan jarak sosial.”

Wah ternyata ada juga ya penjara yang kayak hotel, kapan-kapan mimin mau pindah kesanalah, ada yang mau ikutan gak?

Related Posts