stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Kita semua pasti sudah pernah mendengar apa yang namanya jamur. Atau mungkin kalian juga sudah pernah memakannya. Akan tetapi, masih banyak dari kita yang masih belum begitu mengenal tentang jamur ini. Sebenarnya masih ada banyak jenis jamur yang bisa kalian ketahui karena ada jenis tertentu dari jamur yang mungkin beracun. Oleh karena itu, biar kalian bisa mengetahui lebih banyak tentang jamur. Mimin sudah nyediain artikel ini untuk kalian.

Apa Yang Dimaksud Dengan Jamur?

Kata jamur memiliki nama latin yakni fungi. Jamur (fungi) adalah organisme yang sifatnya eukariotik dan tidak berklorofil. Jamur (fungi) ini mereproduksi dengan dua cara yaitu secara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup dan fragmentasi. Sedangkan dengan secara seksual yaitu dengan zigospora, askospora dan basidiospora. Jamur (fungi) ini hidupnya ditempat-tempat yang lembap, air laut, air tawar, ditempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang yang membentuk lumut (lichenes).

Jamur tumbuh dengan cara yang sederhana dan bahkan jamur ini tidak memiliki akar, batang dan daun.Jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari dalam menghasilkan makanan. Jamur bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit.

Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista,monera maupun plantae.

Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan mengurai sampah oganik seperti bangkai menjadi bahan anoganik).

Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

Asal Usul Jamur

Sudah sejak zaman Romawi, jamur tidak hanya populer di Eropa, tetapi juga di Amerika. Sekitar tahun 1650, seorang petani melon di dekat Paris menemukan jamur yang tumbuh pada pupuk yang telah dikembangkannya. Kemudian ia memperkenalkan jamur tersebut di restoran-restoran Paris dan pada saat itu jamur diberi julukan ‘jamur Paris’.

Kemudian, tukang kebun Perancis, Chambry, menemukan lingkungan dingin dan lembab yang tepat untuk budidaya jamur, setelah itu budidaya jamur skala besar dikembangkan di gua-gua di sekitar Paris.

Jamur pertama kalinya dibudidayakan di Asia sekitar tahun 600. Di Eropa diperkenalkan pada abad ke-17 dan diperkenalkan ke Belanda untuk pertama kalinya pada awal abad ke-19. Pada tahun-tahun awal, jamur masih sangat eksklusif dan hanya tersedia untuk kalangan menengah ke atas.

Setelah tahun 1950, berbagai daerah di Belanda mulai mengkhususkan diri dalam budidaya jamur. Dalam 50 tahun terakhir, Belanda telah tumbuh menjadi negara produksi jamur terbesar dalam Uni Eropa, dengan produksi tahunan dari 270 juta kilogram. Di tingkat dunia, China adalah prosuden pertama dengan 70% dari produksi dunia. Karena banyaknya kandungan nutrisi dalam jamur, jutaan ton jamur telah dibudidayakan di seluruh dunia.

Jenis Jamur Dari Yang Beracun Serta Tidak Beracun Dan Yang Termahal Beserta Cirinya

Jamur Beracun

Seperti yang mimin katakan tadi bahwa tidak semua jenis jamur itu bisa dimakan. Ada beberapa jamur yang dinyatakan beracun dan berbahaya. Beberapa jenis jamur yang berbahaya adalah:

Jamur  Galerina

Jamur galerina merupakan salah satu jenis jamur yang beracun dan tidak aman untuk dikonsumsi. Jamur galerina ini berasal dari keluarga saprobic dimana jenis jamur ini memiliki bentuk fisik yang cantik dan menarik dengan bentuk dan ukuran yang memang terlihat sama dengan jenis jamur yang lain.

Namun tetap saja kamu jangan sampai terkecoh dengan penampilannya yang cantik. Jamur jenis ini meskipun cantik namun memiliki kandungan racun a-amanitin yang dinyatakan bisa membahayakan kesehatan manusia. Jika jamur ini dikonsumsi maka ini akan bisa mengakibatkan masalah kesehatan pada organ hati, ginjal dan sistem syaraf otak.

Jamur Amanita

Jamur amanita yang merupakan jamur beracun yang memiliki bantuk fisik cantik dengan tudung payung yang berwarna merah dengan bintik-bintik putih. Namun sayangnya dibalik wujudnya yang menarik ternyata jamur ini berbahaya karena mengandung racun. Jamur ini biasanya tumbuh di atas dedaunan di atas tanah, bisa juga ada di pekarangan rumah ataupun di hutan.

Jamur Destroying Angel

Jenis jamur yang termasuk kategori berbahaya lainnya yaitu bernama destroying angel. Jamur ini memiliki warna yang sangat putih dan bersih sehingga jamur ini dijuluki dengan jamur malaikat. Namun tak seperti julukannya jamur ini ternyata mengandung racun amatoxins yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Racun amatoxins pada jamur ini dapat berakibat buruk yaitu dapat merusak hati/liver dan ginjal dalam waktu yang cukup singkat dan lebih fatalnya adalah dapat mengakibatkan kematian.

Jamur Laktarius

Jenis jamur yang berbahaya dan tidak bisa dimakan lainnya adalah jamur laktarius. Jamur ini biasanya tumbuh liar di hutan, kebun dan di pekarangan rumah. Ciri-ciri jamur ini yaitu tubuhnya berbentuk buah, berbentuk payung terbuka ke atas dan berbatang tebal berwarna coklat muda, kekuning-kuningan, coklat putih serta biru muda dengan bintik hitam atau garis-garis memanjang.

Jamur ini sama bahayanya dengan jenis jamur lainnya, maka dari itu jangan mengkonsumsi jamur laktarius ini karena akan mengganggu kesehetan tubuh.

Jamur Conocybe

Jamur Conocybe (Pholiotina Filaris) adalah jamur berwarna coklat yang banyak ditemukan di wilayah Amerika. Pada jamur ini ada semacam ikat pinggang yang menghiasi batangnya. Jamur ini juga termasuk tidak aman dikonsumsi lantaran mengandung racun yang dapat membunuh manusia jika dimakan.

Ciri-ciri dari jamur beracun:

Mempunyai warna yang mencolok

Ciri yang pertama adalah mempunyai warna yang mencolok. Nah, seperti apa sih warna yang mencolok pada jamur yang beracun? Contoh warnanya adalah merah-darah, hitam-legam, biru-tua ataupun warna-warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang (kuning muda) atau putih dan jamur yang dapat dimakan berwarna gelap, misal coklat-tua.

Menghasilkan bau yang menusuk hidung

Ciri yang kedua adalah menghasilkan bau yang sangat menusuk hidung, yaitu seperti bau telur yang sudah busuk ataupun bau ammoniak.

Mempunyai cincin atau cawan

Ciri yang ketiga adalah mempunyai cincin atau cawan. Nah, walaupun ada yang sebaliknya, seperti jamur-merang mempunyai cawan dan jamur kompos mempunyai cincin, tetapi tidak beracun.

Tumbuh pada tempat yang kotor

Ciri yang keempat adalah tumbuh pada tempat yang kotor, seperti tempat pembuangan sampah, tempat yang mengandung kotoran seperti kandang dan sebagainya

Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna

Ciri yang berikutnya adalah mudah berubah warna misalnya dari putih ke warna gelap, kalau dimasak atau dipanaskan.

Pada jamur beracun terdapat amatoksin dan palotoksin

Ciri yang terakhir adalah terdapat amatoksin dan palotoksin. Nah, ini merupakan racun yang dapat menyebabkan: pusing, mual, muntah-muntah, sakit perut parah dan juga bisa menyebabkan diare.

Jamur Tidak Beracun

Bagi kalian yang termasuk pecinta dari jamur. Berikut ini ada beberapa jenis jamur yang bisa dimakan. Beberapa diantaranya adalah:

Jamur kuping

Jamur ini banyak dipakai untuk masakan Tionghoa, terdiri dari jamur kuping putih (Tremella fuciformis), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) dan jamur kuping merah (Auricularia auricula-judae).

Jamur ini juga sering dijadikan olahan makanan yang lezat, selain bergizi dan sehat, jamur kuping juga memiliki manfaat yang sangat baik yaitu untuk mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar, mengatasi penyakit darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan darah (anemia), mengobati penyakit wasir (ambeien).

Jamur Kancing

Jamur kancing merupakan jamur pangan yang bentuknya hampir seperti kancing, berbentuk bulat, berwarna putih bersih, krim dan coklat.

Banyak negara di dunia membudidayakan jamur ini karena banyaknya manfaat yang dikandungnya. Sehingga merupakan peluang usaha yang menggiurkan.

Jamur dengan nama ilmiah Agaricus bisporus ini bermanfaat terutama setiap jamur kancing yang segar mengandung bebas lemak, sodium dan kaya akan vitamin (seperti vitamin B dan potassium) dan mineral serta juga rendah kalori dan rasa yang manis.

Jamur Shiitake/Payung

Jamur Shitake/Payung – Jamur ini banyak dikonsumsi oleh orang-orang asia, terutama negara Jepang, Korsel dan Tiongkok. Jamur ini sudah dikenal sebagai jamur yang baik dikonsumsi sejak tahun 2000.

Sekitar 11% dari produksi jamur dunia berupa jamur Shiitake. Oraang asia mengenal jamur ini dengan sebutan Chinese Black Mushroom.

Sejak tahun 900 tahun yang lalu penduduk Cina sudah membudidayakan jamur ini secara tradisional. Dan mulai dikomersilkan secara massal sekitar tahun 1940 di negeri sakura.

Jamur tiram

Biasanya jamur jenis ini disebut dengan oyster mushroom. Tangkai tudungnya tidak tepat di tengah dan tidak bulat benar, melainkan menyerupai cangkang tiram. Ukuran dan warna tudungnya pun bervariasi, tergantung dari jenisnya.

Jamur tiram putih (white oyster), warna tudungnya putih susu sampai putih kekuningan dan bergaris tengah 3-14 cm. Jamur tiram abu-abu, warna tudungnya abu-abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dan lebarnya 6-14 cm. Jamur tiram cokelat (tedokihiratake atau abalon), warna tudungnya keputihan atau sedikit keabuan sampai abu-abu kecokelatan dan berdiameter 5-12 cm.

Jamur tiram pink (pink oyster atau sakura shimeji), disebut demikian karena tudungnya berwana kemerahan. Jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kaleng dan jarang sekali dijual dalam keadaan segar, karena jamur ini banyak mengandung air sehingga mudah busuk.

Jamur morel

Memiliki julukan sebagai rajanya jamur di kawasan Eropa. Ini dikarenakan jamur ini memiliki rasa yang sangat enak. Banyak ditemukan pada saat musim semi dan awal musim gugur. Untuk mendapatkan kelezatan berlipat ganda, jamur ini harus dimasak dengan keahlian khusus. Banyak dijual dalam bentuk kering dan juga kalengan.

Ciri-ciri jamur tidak beracun:

1. Warna tubuh buah tidak bervariasi. Biasanya hanya berwarna putih dan cokelat.
2. Tidak mengeluarkan aroma amoniak.
3. Tidak memiliki cincin pada pangkal batangnya.
4. Sudah dibudidayakan dan dijual di pasar tradisional ataupun supermarket.
5. Tidak menghasilkan noda saat dipotong.
6. Tidak terjadi perubahan warna saat dimasak.

Jamur Paling Mahal

Setelah tadi kita mengenal ada jamur yang beracun dan tidak beracun, yang satu ini ada jamur tergolong sangat mahal. Berikut ini adalah jenisnya.

Jamur truffle putih

Jamur ini berasal dari Italia dan hanya tumbuh secara alami di tengah hutan. Harganya bisa mencapai 120 juta per kilogramnya. Ketersediaan jamur ini sangat terbatas karena hanya bisa dipanen selama periode September hingga Desember saja. Secara liar, jamur ini tumbuh di dekat akar pohon. Aroma jamur yang dianggap ‘earthy’ adalah satu hal yang memicu banyak orang ingin merasakan sensasi saat menyantapnya.

Jamur truffle hitam

Jamur ini punya tampilan yang tidak menarik bahkan cenderung menyeramkan, tapi banderol harganya bikin siapapun melotot. Setiap kilo jamur ini dibanderol dengan harga Rp 30 juta. Biasanya jamur ini diolah jadi santapan yang disajikan secara berkelas di restoran dan hotel mewah. Untuk memanen jamur yang tumbuh liar di hutan, biasanya petani memanfaatkan anjing untuk melacak keberadaan si jamur ini.

Jamur pelawan

Jenis jamur ini kerap ditemukan tumbuh di Indonesia tepatnya di Bangka. Harga jamur ini bisa mencapai Rp 2 juta per kilogramnya. Jamur ini memiliki harga yang melonjak karena tidak bisa dibudidaya alias tumbuh secara alami. Jamur ini tumbuh setelah dua hingga tiga bulan musim kemarau dan hujan sekira satu minggu. Masyarakat sekitar bahkan memiliki kepercayaan jika jamur ini akan tumbuh setelah ada petir.

Proses Terbentuknya Jamur

Perkembangbiakan tanaman ini berawal dari spora mikroskopis yang terbawa angin. Kemudian tumbuh dan berkembang subur—saat spora hinggap di area dengan suhu atau kelembapan yang sesuai. Selanjutnya sel-sel yang serupa dengan benang (hifa) akan terbentuk dan bergerombol hingga tampak gumpalan kusut seperti kapas (miselium). Terkadang jamur juga dapat tampak seperti kotoran atau noda, contohnya jamur yang tumbuh di sela-sela lantai kamar mandi (net).

Cara Bertahan Hidup Pada Jamur

Jamur mengeluarkan enzim untuk menguraikan makanan hingga terpecah dalam bentuk yang sederhana, sehingga dapat disantap dan diserap guna melangsungkan kehidupan mereka sendiri. Selain itu, karena mereka tidak dapat mencari makanan sendiri, jamur seringkali hidup di dalam makanannya sendiri. Seperti itulah pertahanan  jamur! Beberapa faktor yang dapat membuatnya bertahan hidup seperti:

Oksigen

Hampir semua fungi memerlukan oksigen untuk hidupnya (aerob). Namun, ada pula fungi yang mampu hidup dalam kondisi kekurangan oksigen atau dengan kadar karbondioksida tinggi.

Air

Jamur memerlukan air bebas untuk tumbuh dan berkembang di dalam atau pada permukaan substrat. Namun, fungi perusak benih mampu hidup pada benih berkadar air 13,2% yang di dalamnya sudah tidak terdapat air bebas lagi.

Suhu

Sebagian besar fungi, termasuk jamur, bersifat mesofili. Artinya, jamur tumbuh pada kisaran suhu 10—40o C dengan pertumbuhan optimum pada kisaran suhu 25—35o C.

Derajat Kemasaman (pH)

Secara umum fungi, termasuk jamur, menghendaki medium dengan pH sekitar 6. Namun, ada beberapa jamur yang juga lebih menyukai kondisi media masam.

Cahaya

Cahaya tidak terlampau diperlukan untuk pertumbuhan fungi secara keseluruhan. Namun, cahaya menjadi sangat penting dalam pembentukan tubuh buah atau pembentukan spora atau pelepasan spora untuk fungi yang bersifat fototropisme positif.

Manfaat Yang Bisa Di dapat Dari Jamur

Di tingkat dunia, China adalah prosuden pertama dengan tingkat  70% dari produksi jamur di dunia. Karena banyaknya kandungan nutrisi dalam jamur, jutaan ton jamur telah dibudidayakan di seluruh dunia. Menurut sumber yang di dapat dari merdeka.com para penduduk China selalu mengkonsumsi jamur karena manfaatnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa di dapat dari jamur.

Mencegah kanker

Sayuran yang satu ini diketahui kaya akan antioksidan aktif didalam nya yang berpotensi baik untuk melawan kanker juga pembasmi radikal bebas. Beberapa penelitian mengatakan bahwa di dalam jamur terdapat senyawa selenium yang aktif untuk pencegahan kanker seperti kanker payudara  dan juga kanker prostat.

Mencegah penuaan dini

Dalam prosesnya jamur banyak dimanfaatkan sebagai bahan kecantikan, Ini dikarenakan didalam tumbuhan ini terdapat asam kojic yang berpera sebagai Anti-Aging alami. Mencegah bintik-bintik hitam pada kulit, mengatasi kulit berminyak juga mencegah keriput kulit akibat radikal bebas.

Menjaga kinerja jantung

Jamur merupakan sumber makanan yang rendah lemak namun kaya gizi, dalam hal ini vitamin dan juga mineral yang ada pada jamur terutama jamur kancing mampu memberikan efek yang sangat baik bagi kinerja jantung yang lebih sehat.

Sumber vitamin dan mineral

Di dalam jamur bisa kita dapatkan berbagai sumber vitamin dan mineral yang tentunya sangat berguna untuk tubuh, Dalam porsi tertentu konsumsi jamur sangatlah disarankan untuk mencukupi nutrisi yang diperlukan tubuh. Selain itu untuk mencukupi kebutuhan mineral dan juga oksigen yang berkaitan erat dengan efek radikal bebas yang berpotensi merusak sistem saraf tubuh.

Kesehatan tulang

Jamur juga kaya akan kalsium yang merupakan nutrisi penting dalam pembentukan dan kekuatan tulang. Mengkonsumsi jamur dapat mengurangi risiko terkena penyakit seperti osteoporosis dan dapat mengurangi nyeri sendi.

Kesehatan gigi, rambut dan kuku

Selenium dalam jamur merupakan salah satu elemen yang paling menguntungkan. Selenium dapat memperkuat gigi, rambut dan kuku. Nutrisi ini juga termasuk antioksidan yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Meringankan penyakit thrombosis

Jamur shitake memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang tinggi sehingga bisa melawan dan meredakan radang pada kulit dan organ dalam tubuh, tidak terkecuali pembuluh darah. Trombosis merupakan kondisi di mana darah menggumpal dan menghambat aliran darah dan menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah yang tersumbat.

Konsumsi jamur shitake yang anti-inflamai akan meredakan pembengkakan. Bukan hanya itu, jamur shitake juga memiliki senyawa lenthionine yang dapat membantu memecah gumpalan darah dan melancarkan peredaran darah.

Baik untuk Diabetes

Jamur bisa menjadi makanan diet rendah energi yang ideal bagi penderita diabetes. Hal ini karena jamur tanpa lemak, tanpa kolesterol, karbohidrat yang sangat rendah, protein tinggi, vitamin, mineral, dan serat.

Selain itu, mereka juga mengandung insulin alami dan enzim yang dapat membantu mogok gula atau pati makanan. Sekali lagi, jamur diketahui mengandung senyawa tertentu yang akan membantu fungsi hati, pankreas dan kelenjar endocrinal lainnya, sehingga meningkatkan pembentukan insulin dengan jumlah yang tepat.

Penderita diabetes mudah terkena infeksi, terutama di kaki yang cenderung berlangsung lama. Antibiotik alami dalam jamur dapat membantu melindungi penderita diabetes dari infeksi yang ditakutkan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Jamur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kalian dengan cara meningkatkan produksi protein dan antivirus yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dan memperbaiki jaringan tubuh. Jamur juga mampu meningkatkan kesehatan sel dendritik yang ada di dalam sumsum tulang untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari invasi mikroba.

Tingkat Kolesterol rendah

Jamur mengandung protein namun tanpa lemak dan kolesterol, serta karbohidrat yang sangat rendah. Serat dan enzim tertentu dalam jamur juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, kadar protein dalam jamur membantu membakar kolesterol ketika dicerna.

Bermanfaat juga menyeimbangkan kadar kolesterol LDL (kolesterol “jahat “) dan HDL (kolesterol “baik”), yang sangat penting untuk mencegah penyakit kardiovaskuler seperti arterosclirosis, serangan jantung dan stroke .

Mencegah Anemia

Anemia adalah kondisi tubuh yang ditandai dengan tingkat zat besi dalam darah yang rendah, sehingga menimbulkan kelelahan, sakit kepala, penurunan fungsi saraf dan masalah pencernaan. Jamur merupakan sumber zat besi yang baik dan lebih dari 90 % dapat diserap oleh tubuh. Hal ini akan mempromosikan pembentukan sel darah merah dan menjaga kita tetap sehat dan fit.

Kandungan Gizi Pada Jamur

Berikut ini adalah daftar nutrisi pada jamur,

  • Lemak 0,1 g 0%
  • Lemak jenuh 0 g 0%
  • Lemak tak jenuh ganda 0,1 g
  • Lemak tak jenuh tunggal 0 g
  • Kolesterol 0 mg 0%
  • Sodium 1 mg 0%
  • Kalium 143 mg 4%
  • Karbohidrat 4,9 g 1%
  • Serat 1,9 g 7%
  • Gula 1,4 g
  • Protein 1,4 g 2%
  • Vitamin A 0%
  • Vitamin C 0%
  • Vitamin B-6 0%
  • Vitamin B-12 0%
  • Kalsium 0%
  • Besi 1%
  • Magnesium 1%

Bagaimana Cara Memasak Jamur Yang Benar?

Dilansir dari laman Medical Daily, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa metode pemasakan ikut menentukan nilai gizi jamur saat dikonsumsi. Penelitian yang diterbitkan pada International Journal of Food Science and Nutrition ini mengungkapkan bahwa cara memasak jamur yang paling sehat adalah dengan memanggangnya di oven atau dimasak dalam microwave.

Dua metode memasak ini dilaporkan dapat melestarikan sifat antioksidan polifenol jamur. Manfaat dari metode memasak tersebut pun terlihat paling nyata pada jamur kancing putih, jamur shiitake, jamur tiram dan jamur tiram raja. Terlebih bila jamur dipanggang dengan minyak zaitun yang dapat semakin melipatgandakan manfaat kesehatan untuk kalian..

Jangan menggoreng jamur

Sama seperti bahan makanan lainnya, ternyata menggoreng juga menjadi cara memasak jamur yang paling tidak direkomendasikan. Menggoreng akan menurunkan kadar protein dan karbohidrat jamur dalam jumlah yang sangat banyak dan justru meningkatkan kadar lemak dan kalorinya.

Sementara itu, meski merebus jamur dapat meningkatkan kandungan beta glukan, tapi proses ini merusak senyawa protein jamur dan melemahkan aktivitas antioksidannya.

Menurut Irene Roncero, seorang peneliti dari Mushroom Technological Research Center of La Rioja (CTICH) di Spanyol, efek ini kemungkinan disebabkan karena sebagian besar zat gizi ikut larut ke dalam air rebusan maupun minyak goreng. Meski rasanya lebih lezat, kedua cara ini justru dapat menghilangkan nilai gizi jamur secara besar-besaran.

Resep Memasak Jamur

Nah, kalau kalian sedang berencana belanja bahan masakan, coba deh masukkan jamur dalam daftar masakan kalian. Sebab, seperti yang sudah mimin katakan tadi bahwa dalam jamur ada kandungan vitamin B1, B2, B12, C, D dan E. Di dalamnya juga ada mineral zinc dan selenium.

Sebagai tambahan informasi lagi, teknik panggangan bila ditambahkan minyak zaitun ternyata akan dapat membantu meningkatkan nilai nutrisi jamur, tanpa menambahkan jumlah kalori secara signifikan. Antioksidan dipercaya dapat membantu tubuh melawan kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan flu dan demam. Di bawah ini ada resep untuk memasak jamur yang lezat.

Bahan:

-250 gram jamur kancing berukuran besar
-1/4 cup butter leleh
-1/2 sendok teh daun dill
-1/2 sendok teh bubuk bawang putih

Cara masak:

1. Tusukkan jamur ke tusuk berbahan besi atau kayu yang sudah dibasahkan.
2. Campurkan butter, dill, dan bubuk bawang putih, sapukan pada jamur.
3. Panggang jamur di panas medium sekitar 10-15 menit atau hingga lembut, balik-balik setiap 5 menit.

Kesimpulan:

Dari penjelasan yang telah mimin buat diatas bahwa tidak semua jamur bisa dikomsumsi karena ada beberapa jamur yang mengandung racun yang dapat merusak tubuh. Oleh karena itu, kita harus lebih teliti dalam memilih jamur yang bisa dimakan. Tidak hanya itu cara penyajiannya juga memiliki peran penting dalam menjaga nutrisi pada jamur.

Demikianlah penjelasan yang bisa mimin berikan tentang jamur. Semoga kalian bisa menyukai artikel ini dan semoga ini bermanfaat untuk kalian.

Related Posts