stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Suatu tempat yang bisa kita tinggali harusnya bisa menjadi tempat yang aman bagi kita. Baik itu di rumah kita sendiri ataupun di suatu penginapan. Penginapan atau hotel bisa juga dijadikan sebagai tempat kita berlindung ketika kita sedang dalam keadaan darurat ataupun sedang berpergian jauh (karena gak mungkin kan kita bawa rumah kemana-mana).

Tapi bagaimana jadinya kalau rumah kita sendiri atau hotel yang kita kunjungi menjadi tempat yang mengerikan. Seperti halnya dengan The Amityville House, Eastern State Penitentiary (Penjara Negara Bagian Timur) dan Sands Hotel .

Kalian pastinya sudah pernah mendengar tentang rumah Amityville ini. Amityville adalah rumah biasa yang awalnya ditempati oleh sebuah keluarga. Namun, ada hal buruk yang menimpa pada keluarga itu, mereka semua dibunuh dengan kejam oleh seseorang yang juga merupakan bagian dari keluarga mereka dan itulah yang membuat rumah ini menjadi terasa menyeramkan.

Eastern State Penitentiary adalah penjara tertua yang masih aktif di AS, penjara ini juga memiliki reputasi buruk tentang kekerasan yang brutal. Sands Hotel yang kita anggap penginapan yang aman ternyata sering dikunjungi oleh Frank Sinatra, bersama dengan beberapa mafia lainnya, yang katanya selalu mematahkan tulang seseorang yang ikut campur ( gak kebayang kan kalau harus satu tempat sama mafia).

Tempat-tempat ini sebenarnya tidak pernah dirancang untuk menjadi sumber perbuatan jahat, tapi entah bagaimana tempat-tempat ini bisa menjadi tempat yang mengerikan. sama seperti hal  nya dengan yang terjadi pada Cecil Hotel.

Memangnya ada kejadian apa sih yang ada di Cecil Hotel ini? Penasaran kan, biar gak lama-lama yuk kita lihat cerita seram di balik indahnya cecil hotel. Bersiaplah untuk tercengang.

Dua Tahun Setelah Pembukaan Cecil Hotel Banyak Kejadian Mengerikan Terjadi

Sejak pembukaan pertama Cecil Hotel pada tahun 1927, hotel ini memang telah sering diganggu dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Lebih dari 16 kematian yang tidak wajar pernah terjadi dan peristiwa-peristiwa paranormal yang tidak dapat dijelaskan juga telah mengambil tempat di hotel selama bertahun-tahun. Selain itu, tidak hanya kejadian berbau mistis yang ada disana, bahkan penjahat yang sangat brutal dan terkenal di Amerika juga ada disana. ( OMG lengkap lah penderitaan).

Cecil hotel ini dibangun pada tahun 1924, oleh pengusaha perhotelan yang bernama William Banks Hanner. Tujuan sebenarnya hotel ini dibangun adalah untuk para pengusaha internasional dan kalangan kelas atas.

Biaya untuk membangun hotel ini ternyata sangat mahal yaitu lebih dari $1 juta. Dengan lobi yang dibuat dengan marmer, jendela kaca, pohon palem yang impor dan juga adanya patung Alabaster. Pada awalnya ini adalah benar-benar hotel yang indah.

Namun, hanya dua tahun setelah Cecil Hotel dibuka, dunia dilemparkan ke dalam depresi yang berat. Daerah di sekitar Cecil Hotel segera jatuh ke dalam kegelapan, tempat ini menjadi daerah yang dikenal sebagai Skid Row. Hotel yang indah ini segera memperoleh reputasi sebagai tempat pertemuan para pecandu narkoba dan tempat berkumpulnya para penjahat.

Karena tingginya angka kematian yang tidak dapat dijelaskan yang terjadi di hotel tersebut, maka rumor pun mulai muncul ke permukaan dan mengatakan bahwa hotel tersebut angker. Ada juga yang menambahkan desas-desus bahwa hotel itu dijadikan rumah bagi para pembunuh di Amerika.

Sampai hari ini, Cecil Hotel telah resmi menyandang gelar “hotel paling berhantu di Los Angeles.” Pada tahun 1985, Richard Ramirez, yang dikenal sebagai “Night Stalker” tinggal di sebuah kamar di lantai atas hotel tersebut dan siap untuk melakukan pembunuhan. Menurut laporan, ia memilih hotel ini karena reputasinya sebagai “pembuat kekacauan total dan tidak pernah tanggung-tanggung”

 

Diduga bahwa setelah Ramirez melakukan pembunuhan, dia akan meninggalkan pakaiannya di tempat sampah dan berjalan dengan keadaan setengah telanjang kembali ke kamar hotelnya. Dimana kamar itu juga dijadikan sebagai tempat traksaksi narkoba. Lalu ia akan menikmati narkobanya.

Pada tahun 1991, seorang pembunuh yang berasal dari Austria yang bernama Jack Unterwerger juga menelepon hotel tersebut untuk menginap. Rumor mengatakan kalau ia memilih hotel itu karena memiliki hubungan dengan Ramires.

Tamu lain yang tinggal disana dan dikenal dengan kematiannya yang mengenaskan adalah Elizabeth Short. Diduga Elizabeth dibunuh di dalam hotel dan kemudian mayatnya dibuang keluar.

Kondisi mayatnya juga mengenaskan yaitu dengan luka robekan pada bagian mulut hingga ke telinga. Bagian pinggangnya juga telah disembelih dengan sangat rapi dan dibagian pergelangan tangannya ada luka seperti di ikat. Para detektif menduga kalau Elizabeth sudah disiksa selama berhari-hari sebelum akhirnya dibunuh.

Setelah itu ada juga sebuah kematian misterius lainnya. yang terjadi pada seorang pria pembunuh yang sudah lama dikejar-kejar oleh pihak kepolisian tapi tidak bisa ditemukan. Namun, entah bagaimana pria itu ditemukan tewas di salah satu kamar Cecil Hotel dan mayatnya baru ditemukan setelah seminggu setelah waktu kematiannya.

Kasus-Kasus Yang Pernah Terjadi  Di Cecil Hotel

Sebenarnya agak serem juga sih mau buat daftar kasus yang terjadi di cecil hotel ini tapi biar gak pernah penasaran mimin buatin deh. Ini adalah daftar kematian, kekerasan dan aktivitas yang mencurigakan terkait dengan Cecil Hotel.

Seperti yang sudah mimin jelaskan bahwa Cecil Hotel adalah hotel mewah yang memiliki anggaran rendah dan berada di Downtown Los Angeles, yang dibuka pada tahun 1927. Sejak 1931, hotel ini  telah mendapatkan reputasi untuk kejadian bunuh diri dan kematian akibat kekerasan lainnya.

Pada tanggal 19 November 1931, penduduk Manhattan Beach di  W. K. yang bernama Norton, dan berusia 46, ditemukan tewas di kamar setelah menelan kapsul beracun. Seminggu sebelum kematiannya. Norton telah menginap ke hotel Cecil dengan menggunakan nama “James Willys, ” dari Chicago. Kematian Norton merupakan kasus bunuh diri yang pertama kali terjadi di Cecil Hotel.

Pada bulan September 1932, seorang karyawan hotel menemukan mayat Benjamin Dodich yang berusia 25, dia meninggal akibat menembak kepalanya sendiri. Sebelum ia meninggal ia sempat meninggalkan surat.

Di akhir Juli 1934, mantan Korps Medis Angkatan Darat Louis D. Borden yang berusia 53 tahun, ditemukan tewas di kamarnya di Cecil Hotel. Dia telah menyayat tenggorokannya dengan pisau cukur. Borden meninggalkan beberapa catatan, salah satu yang menyebabkan ia bunuh diri adalah karena kesehatannya yang semakin memburuk.

Pada Maret 1937, Grace E. Magro jatuh dari lantai sembilan tepatnya dari jendela kamarnya. Ketika ia terjatuh ditemukan kabel telepon melilit ditubuhnya. Dia kemudian meninggal di Rumah Sakit. Polisi tidak mampu untuk menentukan apakah Magro’s meninggal karena kecelakaan, bunuh diri atau pun dibunuh.

Pada Januari 1938, Marine Roy Thompson yang merupakan seorang pemadam kebakaran dan  berusia 35, diduga melompat dari lantai atas Cecil Hotel dan mayatnya ditemukan pada bangunan yang ada di sebelah Cecil Hotel. Dia ternyata telah tinggal di Cecil selama beberapa minggu.

Pada Mei 1939, perwira angkatan laut Erwin C. Neblett yang berusia 39 tahun, dari USS Wright ditemukan tewas di kamar Cecil Hotel setelah menelan racun.

Di Januari 1940, Dorothy Sceiger yang berusia 45, mencoba menelan racun saat berada di Cecil Hotel dan dilaporkan oleh Los Angeles Times bahwa Doroty telah  “mendekati kematian. ” Laporan lebih lanjut tidak diterbitkan lagi mengenai kondisi Sceiger’s.

Pada bulan September 1944, Dorothy Jean Purcell yang masih berusia 19 tahun telah berbagi kamar di Cecil Hotel dengan salesman sepatu Ben Levine yang sudah berusia 38 tahun. Purcell tampaknya tidak menyadari bahwa ia sedang hamil dan akhirnya ia memutuskan untuk  bekerja.

Pada satu malam, ia merasakan ada yang aneh pada perutnya, Karena ia tidak ingin membangunkan Lavine, ia masuk kamar mandi sendirian dan tiba-tiba ia melahirkan bayi laki-laki.

Berpikir bayi itu telah meninggal , Purcell kemudian melemparkannya keluar dari jendela dan bayi itu mendarat di bagunan yang ada di sebelah Cecil Hotel. Purcell didakwa dengan tuduhan melakukan pembunuhan.

Tiga psikiater (kemudian dikenal sebagai “alienists”) menyaksikan bahwa Purcell mengalami “mentally confused” (bingung secara mental) pada saat kejadian terjadi. Pada Januari 1945, dia dinyatakan tidak bersalah karena penyakit mentalnya.

Pada tahun 1947, Robert Smith yang berusia 35 tahun, meninggal seketika setelah melompat dari salah satu jendela lantai tujuh di Cecil Hotel.

Pada tanggal 22 Oktober 1954, seorang karyawan alat tulis dari San Francisco yang bernama Helen Gurnee, 55, melompat dari jendela kamarnya di lantai tujuh dan mendarat di atas tenda Cecil Hotel. Satu minggu sebelumnya, ia telah mendaftar di hotel tersebut dengan nama “Margaret Brown. ”

Pada tanggal 11 Februari 1962, Julia Frances Moore, 50, melompat dari jendela kamarnya yang ada dilantai delapan  dan tersangkut dilampu interior hotel. Moore tidak meninggalkan catatan bunuh diri. Namun diantara barang miliknya ada tiket bus dari St Louis,  uang 59 sen dan buku tabungan dari bank Illinois yang menampilkan saldo $1.800.

Pada tanggal 12 Oktober 1962, Pauline Otton, 27 tahun melompat dari jendela yang berada dilantai kamarnya setelah bertengkar hebat dengan suaminya Dewey. Dewey telah meninggalkan kamar sebelum Otton bunuh diri.

Pada tanggal 4 Juni 1964, seorang pekerja hotel menemukan mayat “Pigeon Goldie” atau biasa disebut Osgood, ia merupakan seorang pensiun operator telepon. Dia telah diperkosa, ditikam dan dipukuli oleh orang yang merampok di kamarnya.

Osgood sangat terkenal di daerah sekitarnya dan ia mendapat panggilan itu karena dia suka makan burung di dekat Pershing Square. Dekat tubuhnya ada sebuah topi yang selalu dipakainya dan kertas karung penuh dengan birdseed.

Jam setelah pembunuhan itu terjadi , Jacques B. Ehlinger, 29 tahun, terlihat berjalan melalui Pershing Square, daerah di mana Osgood suka makan burung. Ia kemudian ditangkap dan dituntut dengan kasus pembunuhan Osgood, namun kemudian ia dibebaskan dari  tindak kejahatan. Pembunuhan Osgood’s  pun tetap belum terpecahkan.

Pada tanggal 20 Desember 1975, seorang wanita yang pada awalnya masih belum dikenali, melompat dari lantai dua belas di Cecil Hotel. Ternyata ia telah tinggal di hotel iti sejak pada tanggal 16 Desember.

Pada tanggal 19 Februari 2013, tubuh telanjang Elisa Lam yang merupakan seorang mahasiswa Kanada 21 tahun, ditemukan dalam keadaan tewas di dalam salah satu tangki air di atap hotel. Sebelum kematiaanya Elisa hampir tiga minggu menghilang tepatnya pada 31 Januari 2013.

Mayatnya ditemukan oleh salah seorang pekerja yang bertugas mengurus tangki, itu pun karena banyak tamu yang telah mengeluh tentang tekanan air yang rendah dan rasa air yang cukup aneh.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa kematiannya adalah sebagai kecelakaan yang tidak di sengaja. Pengawasan video rekaman yang diambil dari dalam Lift sesaat sebelum hilangnya Lam menunjukkan tindakan Lam yang cukup aneh, ia menekan beberapa tombol Lift, kemudian bersembunyi di sudut Lift dan melambai-lambaikan lengannya gak jelas ngapain.

Ini membuat banyak orang menjadi berspekkulasi mengenai penyebab kematian Elisa Lam, apalagi setelah video yang ada di lift itu dipublikasikan, banyak teori yang muncul tentang kematian Lam. Lam dilaporkan telah memiliki gangguan bipolar dan dia juga telah mengkomsumsi berbagai obat-obatan, keadaan ini juga dikaitkan dengan kematiannya serta perilaku anehnya ketika berada di dalam lift.

Pada 13 Juni 2015, tubuh laki-laki berusia 28 tahun ditemukan di luar hotel. Beberapa diduga ia mungkin telah berkomitmen bunuh diri dengan melompat dari hotel. Namun, seorang juru bicara koroner county memberikan informasi  pada Los Angeles Times bahwa penyebab kematian dari pria ini masih belum ditemukan.

Beberapa Hal Yang Membuat Hotel Cecil Tampak Begitu Mengerikan

Cecil Hotel telah menjadi situs dari banyak kasus bunuh diri yang mengerikan, mulai dari pembunuhan yang mengerikan sampai kematian yang tidak dapat dijelaskan. Ini membuat Ryan Murpy untuk menetapkan Cecil Hotel menjadi  Kisah Horor paling mengerikan yang ada di Amerika.

Tidak hanya jumlah tamu yang meninggal saat mengunjungi Cecil hotel yang membuat hotel ini mengerikan,  ada dua pembunuh berantai yang juga menginap di hotel yang terkenal ini bahkan mereka juga melakukan pembunuhan saat tinggal di hotel tersebut.

Namun, pada saat LAPD mengeluarkan video wanita muda yang kemudian ditemukan tewas di atap hotel, Cecil mencapai tingkat keburukan yang mengharuskan pemiliknya mengganti namanya menjadi Stay on Main.

Terlepas dari namanya, hotel ini jelas merupakan tempat di mana kalian mungkin bisa check in, tapi kalian tidak akan pernah check out. Berikut ini ada beberpa hal yang cukup mengerikan yang membuat hotel ini terlihat buruk dan menyeramkan.

  • The Night Stalker Tinggal di Cecil Saat Membunuh Korbannya

Richard Ramirez adalah  seorang pembunuh berantai dan pemerkosa yang dikenal sebagai Night Stalker, ia selalu meneror Los Angeles dan San Francisco dari Juni 1984 hingga Agustus 1985. Ia setidaknya telah membunuh  13 korban dalam setahun.

Ramirez membunuh secara brutal dan tidak pandang bulu baik pada pria dan wanita, ia menggunakan berbagai senjata untuk mengambil kehidupan korbannya, termasuk palu, ban besi, pistol, pisau dan parang.

Ramires mendatangi rumah-rumah di sekitar L.A dan kemudian menyerang, membunuh, memperkosa dan merampok para penghuni. Hal yang gak disangka bahwa ia adalah seorang tamu di Cecil Hotel.

Ramirez tinggal di sebuah kamar di lantai atas dan dia membayar $14 per malam untuk tempat kembali setelah melakukan tindak kekerasan, ia juga membuang pakaiannya yang berdarah ke tempat sampah yang ada di hotel tersebut..

  • Mayat Elisa Lam ditemukan pada tangki air di Hotel

Pada Januari 2013 lalu, Elisa Lam, yang merupakan seorang mahasiswa asal Kanada dan berusia 21 tahun hilang di Cecil Hotel. Hampir tiga minggu berlalu sebelum akhirnya tubuh telanjang wanita muda ini ditemukan mengambang di tangki air di atap bangunan.

Para pekerja tangkilah yang menemukan mayat Lam karena pada saat itu ada keluhan dari para tamu hotel yang melaporkan bahwa tekanan air cukup buruk; ada juga yang menyatakan air berbau dan rasamya juga aneh.

Setelah mayat ditemukan, LAPD kemudian merilis cuplikan-cuplikan video dari hotel yang menunjukkan Lam bertingkah aneh sebelum ia menghilang. Ketika rekaman itu disebarkan ada banyak pendapat tentang kasus kematiannya ini.

Ada yang mengatakan bahwa Elisa telah terhubung ke dunia lain melalui elevator game, ada juga yang mengatakan bahwa ia tenggelam dan ada juga dugaan kalau ia meninggal karena bipolar yang di deritanya yang kemudian membawanya ketangki.

  • Pembunuh berantai dari Austria tinggal di Cecil hotel sementara ia membunuh perempuan di California

Johann “Jack” Unterweger adalah seorang jurnalis dan penulis dari Austria yang telah dibebaskan dari penjara setelah melakukan pembunuhan pada seorang gadis remaja ketika ia masih muda.

Ia tinggal di Cecil Hotel pada tahun 1991 sambil meneliti sebuah cerita tentang kejahatan di Los Angeles. Tanpa sepengetahuan pihak berwenang di Austria atau Amerika Serikat, bahwa ia telah melakukan pembebasan bersyarat dari penjara, Unterweger kemudian membunuh sejumlah perempuan di Eropa dan selama masa kunjungannya ke California, dia telah membunuh tiga pekerja seks saat menjadi tamu di Cecil hotel.

Unterweger, yang pernah menjabat sebagai satu contoh yang hebat di pusat rehabilitasi, akhirnya ditangkap dan dihukum karena membunuh beberapa korban, termasuk tiga wanita yang dia bunuh ketika mengunjungi Los Angeles. Unterweger dijatuhi hukuman penjara tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat seumur hidup, tapi dia kemudian menggantung dirinya di sel pada malam ketika ia menerima hukuman.

  • Seorang wanita melemparkan bayinya keluar dari jendela kamar hotel

Pada bulan September 1944, seorang remaja yang bernama Dorothy Jean Purcell. terbangun karena sakit perut yang parah saat menginap di Cecil Hotel dengan Ben Levine, 38. Dia berhati-hati agar tidak membangunkan Levine yang sedang tidur.

Purcell pergi ke kamar mandi dan mengejutkan, ia melahirkan bayi laki-laki. Ibu remaja ini benar-benar sangat terkejut, karena tidak tahu bahwa ia telah hamil selama beberapa bulan.

Setelah Purcell melahirkan bayinya sendiri, dia pikir bayinya tidak bernyawa lagi dan dia panik kemudian melemparkan tubuh anak itu keluar dari jendela. Bayi tersebut ditemukan di gedung sebelah Cecil Hotel. Purcell didakwa dengan tuduhan pembunuhan, tapi para juri menemukan dirinya tidak bersalah karena masalah kejiwaan dan dia dikirim ke rumah sakit untuk perawatan psikiatris.

  • Banyak orang yang melakukan tindakan bunuh diri di Cecil Hotel

Banyak kasus bunuh diri yang terjadi di hotel ini, kasus bunuh diri yang pertama adalah ketika dua tahun setelah pembukan Cecil Hotel. Ternyata ini menjadi awal yang kelam bagi hotel ini, karena setelah kejadian itu banyak orang yang melakukan tindakan bunuh diri di hotel tersebut.

Hampir selusin orang telah melakukan bunuh diri di hotel, termasuk satu orang yang menyayat tenggorokannya sendiri dengan pisau cukur dan setidaknya lebih dari tiga orang yang melompat dari jendela hotel.

Sungguh sangat mengerikan kan kejadian di hotel ini. Banyak kasus-kasus yang juga tidak dapat di pecahkan di hotel ini dan masih menjadi misteri sampai sekarang. Apakah kalian ada yang berniat kesana untuk memecahkan misteri tersebut?

Related Posts