stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pastinya sering sekali melihat banyak orang yang merokok dan itu sudah menjadi hal yang biasa. Namun, apakah kalian pernah melihat orang yang merokok dengan menggunakan cerutu?

Nah, seperti apa sih sebenarnya cerutu itu? Apa alasan seseorang lebih menyukai cerutu daripada rokok biasa? Kalau kalian ingin tahu, simak ulasan di bawah ini ya.

Apakah Cerutu Itu?

Cerutu didefinisikan sebagai sebuah gulungan tembakau yang dibungkus dalam daun tembakau atau zat yang mengandung tembakau. Cerutu sangat berbeda dengan rokok. Rokok didefinisikan sebagai gulungan yang dibungkus dalam kertas atau zat yang tidak megandung tembakau. Tiga jenis utama dari cerutu yang dijual di Amerika Serikat adalah cerutu besar, cigarillos dan cerutu kecil.

Penggunaan perasa yang ada pada beberapa merek cerutu, telah memberikan sebuah fakta bahwa jika produk ini dijual maka para anak-anak muda yang akan menyukainya.

Pada tahun 2014 lalu, telah ditemukan bahwa di kalangan siswa SMP dan SMA, telah menggunakan cerutu selama 30 hari. Sebanyak 63.5% dilaporkan menggunakan cerutu yang memiliki aroma.

Cerutu kecil memiliki ukuran yang sama dengan rokok dan juga filter. Cara pengemasannya pun sama. Yang membuatnya berbeda hanyalah biayanya saja. Kebiasaan para perokok, daripada mereka harus mengurangi konsumsinya, maka lebih baik beralih pada cerutu kecil yang lebih murah.

Sebenarnya, penggunaan cerutu yang ada di Amerika Serikat lebih ditujukan pada pria yang sudah tua. Namun, di tahun 1990 an pemasaran dari produk cerutu ini semakin meningkat dikalangan para remaja.

Penggunaan cerutu kini lebih tinggi di kalangan pemuda yang menggunakan produk-produk tembakau, termasuk juga obat-obatan (misalnya alkohol, ganja dan inhalansia).

Cerutu Sudah Ada Sejak Lama Namun Dengan Bentuk Yang Berbeda

Cerutu memiliki sejarah panjang dan bisa dibilang cukup menarik. Ini telah ada sejak sekitar seribu tahun yang lalu, namun sekarang telah hadir dengan bentuk yang berbeda. Wikipedia mendefinisikan bahwa cerutu ini adalah tembakau yang dibakar dan kemudian dinikmati asapnya.

Dikatakan bahwa yang menemukan cerutu ini adalah Bangsa Maya kuno, yang membungkus tembakau dengan menggunakan daun pisang ataupun daun palem. Hal ini menunjukkan bahwa, merokok memang sudah lama dilakukan, namun hal ini masih belum diketahui sampai ditemukannya pabrik tembakau.

Orang yang menemukan tembakau sebelum akhirnya pabriknya dibuka adalah Christopher Columbus dan para tentaranya. Orang-orang Maya kuno kemudian memperkenalkan tembakau tersebut kepada Colombus melalui suatu perdagangan,

Christopher Columbus kemudian memperkenalkan tembakau ke Eropa pada tahun 1492. Tembakau yang tersebar secara luas di kepulauan Karibia dan Kuba kemudian telah berubah menjadi cerutu (cigars).

Ketika memasuki tahun 1800-an di Kuba ada sebuah kegiatan masyarakat di Quelta Abajo yang membuat ”rokok” dari daun tembakau yang digulung, untuk dijadikan barang dagangan yang paling dicari.

Dari sinilah cerutu mulai berkembang hingga kini.  Orang-orang Kubalah yang memulainya pertama kali dan sampai sekarang negara tersebut tak tergoyahkan sebagai negeri penghasil cerutu yang paling bermutu. Setelah Kuba yang menduduki papan atas, menyusul Dominika, Brazil, Meksiko, Equador, Jamaica, Kepuluan Canary, Filipina dan Amerika Serikat.

Pada abad ke 19, merokok dengan menggunakan cerutu telah menjadi hal yang biasa. Bisnis cerutu ini merupakan industri yang sangat penting dan pabrik juga telah mempekerjakan banyak orang sebelum pembuatan cerutu dilakukan secara mekanik dan menjadi praktis.

Pada jaman modern ini, cerutu adalah masalah prestise dan kualitas, dalam proses produksinya cerutu masih digulung dengan tangan dan tertulis totalmente a mano (totally by hand) or hecho a mano (made by hand).

Sebenarnya Indonesia juga dianggap sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik, yang diwakili oleh Jember yang tembakaunya diekpor ke negara pembuat cerutu. Begitu pula tembakau Sumatera yang dipakai untuk wrapper. Indonesia sendiri juga membuat cerutu namun pasarnya belum mampu menembus dominasi Cuban cigars.

Jenis-Jenis Cerutu

Walaupun kamu tidak termasuk pencinta dari rokok cerutu, namun kamu tetap harus jenis cerutu yang kalian sukai. Dengan cara itu maka kalian akan dapat menemukan pilihan yang tepat dalam memilih rokok cerutu.

Untuk membantu kalian semua untuk mengetahuinya, kami telah mengumpulkan panduan referensi cepat tentang berbagai jenis cerutu. Berikut ini adalah beberapa jenis dari rokok cerutu.

Robusto

Robusto ini adalah salah satu cerutu yang paling umum dan biasanya dikenal sebagai anggota keluarga cerutu yang terpendek. Rata-rata ukuran dari robusto ini adalah sekitar 5 inci. Ini berarti akan membutuhkan waktu kira-kira 45 menit untuk menghabiskannya.

Belicoso

Belicoso yang berarti “suka perang” adalah yang paling ulet dari kelompok cerutu lainnya yaitu dengan bentuk kepala runcing dan tajam. Cerutu ini memiliki pengukur cincin antara 48-54 yang berarti  berukuran 5-6,5 inci.

Cerutu ini juga memiliki bentuk kerucut. Biasanya orang yang merokok dengan cerutu jenis ini adalah orang yang sudah mahir menghisap cerutu. Ini dikarenakan rokok cerutu memerlukan konsentrasi tinggi untuk menghisapnya. Selain itu, cerutu jenis ini juga tidak dianjurkan untuk bagi orang yang baru belajar merokok. Waktu untuk menghabiskan cerutu ini adalah 1 jam.

Corono

Corono populer karena memiliki berbagai rasa yang ditemukan. Ini merupakan standard emas dari para cerutu. Cerutu ini biasanya memiliki ukuran 5,5-6 inici dan memiliki 42 cincin pengukur,

Selain memiliki rasa yang sangat nikmat, corono cenderung memiliki asap yang sangat ringan, Cerutu ini sangat cocok untuk mereka yang tidak menyukai rasa yang terlalu keras.

Lonsdale

Bisa dikatakan ini hampir mirip dengan Coronas. Cerutu Lonsdale ini dikenal karena memiliki aroma yang khas. Tergantung pada merek yang kalian beli,  kira-kira diameter dari cerutu ini sama dengan Coronas, tetapi kadang-kadang sedikit lebih besar (sekitar 6,5 inci). Stogies ini diciptakan bagi mereka yang ingin merokok lebih lama dan ingin lebih menikmati rasa. Mereka akan mengambil sekitar satu jam untuk menikmati cerutu ini.

Panetela

Cerutu yang satu ini lebih dikenal karena lebih panjang, tetapi juga jauh lebih ramping (34-38 ring gauge) daripada varietas lainnya. Karena panjangnya, Panetelas biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merokok (kadang-kadang selama dua jam) dan dikatakan memiliki “fase” asap yang berbeda, yang berarti rasa, tekstur, dan aroma dapat berfluktuasi saat kalian. Banyak dari cerutu ini yang ukurannya lebih dari 7 inci dikenal sebagai “Gran Panetela”.

Menurut warna khasnya cerutu terbagi menjadi beberapa golongan dengan kualitas yang sama baiknya, yaitu :

Cerutu colorado reddish – Jenis cerutu yang mempunyai tampilan warna cokelat kemerahan, cokelat muda sampai cokelat tua dimana tembakaunya terkenal dengan rasa gurihnya. Cerutu jenis ini banyak dan mudah didapat di negara Republik Dominika, Honduras dan Kuba.

Cerutu oscuro – Jenis cerutu ini berwarna hitam dan cokelat tua keemasan dimana fisiknya cenderung sedikit berminyak. Rasa cerutu oscuro terkenal manis dan gurih hingga menyebabkan ketagihan pada siapa saja yang menikmatinya. Cerutu tersebut dapat mudah didapat dinegar Meksiko, Brazil dan Nikaragua.

Cerutu claro light – Jenis cerutu ini berwarna kuning terang dan dihasilkan dari pertanian tembakau diseluruh dunia yang memiliki iklim sejuk.

Cerutu double claro cigars – Jenis cerutu yang satu ini adalah berwarna cokelat muda dan hijau muda dimana tembakau yang dihasilkan dari daun tembakau pilihan yang khusus dipetik sebelum usia tua dan mengalami proses pengeringan.

Cerutu natural brown – Cerutu natural brown adalah tembakau yang berwarna cokelat dihasilkan dari pertanian yang daerahnya banyak disinari oleh matahari atau pada negar negara yang kaya akan sinar matahari misalnya Indonesia.

Penggunaan Cerutu Yang Baik Dan Benar

Cerutu selalu dikaitkan dengan orang-orang yang berkelas dan itu memang benar. Menghisap cerutu harus memiliki sopan santun, aturan dan juga etika. Kalau dilanggar, maka seseorang bisa dianggap tidak sopan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang tepat dalam menggunakan cerutu.

Di antara isapan, pegang cerutu dengan jari, jangan dipegang di bibir. Ini akan dianggap tidak sopan jika berbicara dengan cerutu di bibir. Usahakan untuk selalu mengontrol cerutu, jangan sampai abu mengotori pakaian, jangan pula berbicara sambil menunjuk-nunjuk dengan cerutu di tangan.

  • Setiap cerutu memiliki merek (cincin cerutu). Kalian akan dianggap sombong jika cincin ini tidak dicopot saat mengisapnya.
  • Jangan memotong cerutu dengan menggunakan gigi. Hal itu tak hanya merusak gigi, tapi juga merusak cita rasa dari cerutu.
  • Jangan sekali-kali menyalakan cerutu untuk orang lain, kecuali diminta secara pribadi. Sebab, sifat cerutu sangat pribadi dan menyangkut gengsi.
  • Tata cara membuang abu cerutu juga tidak boleh sembarangan. Hendaknya membuang setiap dua kali isapan panjang, abu yang dihasilkan diletakkan di asbak.
  • Jangan sekali-kali mengisap cerutu seperti menelan asap rokok biasa. Asap cerutu hanya boleh dikulum di dalam mulut, lalu dihembuskan kembali. Dalam satu isapan asap cerutu, nikotin yang dihasilkan setara dengan satu batang rokok.
  • Proses terakhir dalam mengisap cerutu adalah aturan dalam mematikan. Jangan matikan cerutu seperti mematikan rokok biasa dengan memelintirnya di dalam asbak. Letakkan saja sisa cerutu ke asbak, biarkan mati dengan sendirinya.

Apakah Cerutu Juga Berbahaya?

Tentu saja. Kandungan zat-zat yang terdapat pada cerutu sebenarnya sama bahannya dengan rokok, bahkan lebih parah. Untuk itu, bagi kalian yang suka menghisap cerutu harus lebih berhati-hati.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari menghisap cerutu.

Kelainan kromosom pada bayi

Wanita yang termasuk dalam pecandu rokok ataupun cerutu dan tidak mau meninggalkan kebaisaan buruknya ketika hamil, maka ini akan menyebabkan perkembangan janinnya menjadi terhambat.

Organ janin yang baru terbentuk dapat mengalami ketidaknormalan bentuk sehingga banyak jaringan tubuh yang rusak dan cacat ketika dilahirkan. Asap ceerutu yang memiliki kepadatan nikotin, sangat mudah mengiritasi dan mencemari organ janin melalui plasentanya. Pada akhirnya, selama dalam kandungan bayi mengalami kelainan kromosom yang dapat memicu pertumbuhan kelamin yang tidak normal.

Gangguan pernafasan

Nikotin yang sangat pekat dan padat pada tembakau rokok cerutu sangat mungkin untuk membuat seseorang beresiko terserang gangguan pernafasan yang menyebabkan sesak nafas dan dada nyeri.

Nikotin akan masuk pada saluran pernafasan dan merusak semua saraf dan darah pada jaringan pernafasan menuju jantung dan paru. Nikotin pada cerutu dapat masuk dalam jumlah yang besar ketimbang perokok yang menggunakan rokok biasa.

Cara pembuatan dan penggunaan tembakau cerutu dan rokok biasa sangat berbeda sehingga itulah yang menjadi alasan mengapa jumlah nikotin yang masuk pada saluran pernafasan relatif berbeda.

Kanker paru paru

Cerutu yang dihisap mempunyai kepadatan asap lebih besar daripada rokok biasa dan didalamnya memiliki jumlah racun yang lebih banyak. Hal tersebut dihasilkan dari pembungkus cerutu yang terbuat dari tembakau utuh yang cenderung menyebabkan racun pada asap sangat tinggi.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang yang menghisap cerutu secara berlebihan dan kecanduan mengalami pertumbuhan sel abnormal dalam tubuhnya. Ini kemudian akan memicu munculnya sel kanker.

Meskipun tidak menghisap asapnya pertumbuhan kanker tetap bisa cepat tumbuh. Karena asap cerutu dapat masuk ke dalam jaringan pembuluh darah dengan cepat menuju paru paru. Kanker yang dimaksud adalah kanker paru paru.

Related Posts