stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Jamu… jamu… Jamunya mas, mbak, dek biar sehat…Pasti kalian pernah mendengar panggilan ini dari mbak jamu yang lewat di depan rumah kalian kan. Biasanya sih mbak jamu ini akan nawarin jamunya yang katanya sangat bagus untuk tubuh. Jamu yang ditawarkan ada banyak macamnya. Ngomong-ngomong kalian pernah gak sih minum jamu? Gimana menurut kalian rasanya? Bagi yang gak suka pasti bilangnya rasa dari jamu ini pahit dan gak enak. Gak semua jamu itu pahit ada juga yang manis loh. Nah, untuk lebih jelasnya tentang jamu kalian bisa membacanya disini.

Pengertian Dari Jamu

Jamu adalah sebuah obat tradisional yang berasal dari Indonesia. Ini adalah sebagian besar obat herbal yang benar-benar terbuat dari bahan alami, seperti dari tumbuhan yaitu akar, kulit kayu, bunga, biji daun dan juga buah-buahan. Sedangkan bahan-bahan alami yang diperoleh dari hewan, seperti madu, royal jelly, susu dan telur ayam kampung juga sering digunakan.

Mungkin memang jamu dapat ditemukan di seluruh Indonesia, namun jamu paling sering ditemukan di Jawa, disana kamu dapat melihat para mbak jamunya memakai pakaian tradisional mereka sambil membawa keranjang bambu, yang diisi dengan botol jamu di punggungnya, kemudian akan dibawa keliling desa bahkan ada yang sampai ke kota dan menawarkan jamu bawaan mereka dengan tarif yang berbeda.

Di banyak kota besar obat herbal jamu telah banyak dijual di jalan oleh pedagang asongan, namun biasanya rasa yang dihasilkan pahit tapi akan terasa manis jika ditambah dengan madu atau gula.

Metode tradisional dalam membawa jamu di keranjang biasanya disebut Jamu Gendong. Namun untuk sekarang ini, beberapa penjual jamu sudah ada yang naik sepeda bahkan ada juga yang naik sepeda motor ( yah mungkin karena mereka sudah letih kalau jalan kaki ya). Ada juga warung tenda sederhana yang ada dipinggir jalan yang memang mengkhususkan diri untuk berjualan jamu. Selain itu jamu sekarang juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago yang kini telah dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet.

Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Saat ini jamu juga ada yang dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul. Merek jamu ini tergabung dalam Indonesia Herbal dan Asosiasi Kedokteran tradisional, secara lokal dikenal sebagai Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu). Untuk saat ini, jamu sudah termasuk dalam industri jamu lokal yang telah berkembang bernilai jutaan dolar. Pada tahun 2014, jamu telah menyumbang Rp 3 triliun (AS$ 73.29 juta) untuk penjualan secara keseluruhan.

Sejarah Jamu

Tidak ada data yang pasti mengenai kapan pertama kali istilah “jamu” digunakan oleh orang Indonesia. Menurut ahli bahasa Jawa Kuno, istilah “jamu” berasal dari bahasa Jawa Kuno “Jampi” atau “Usodo” yang berarti penyembuhan yang menggunakan ramuan obat-obatan maupun doa-doa dan ajian-ajian.

Pada abad pertengahan (15-16 M), istilah usodo jarang digunakan. Sebaliknya istilah jampi yang mulai menjadi semakin popular diantara kalangan keluarga keraton. Kemudian sebutan “jamu” mulai diperkenalkan pada publik oleh “dukun” atau tabib pengobat tradisional.

Pemanfaatan jamu diyakini sejak ratusan bahkan ribuan tahun sejak periode kerajaan Hindu-Jawa masih ada. Relief candi Borobudur yang dibuat pada Kerajaan Hindu-Budha tahun 772 M menggambarkan kebiasaan dalam meracik dan meminum jamu untuk memelihara kesehatan tubuh mereka.

Bukti sejarah lainnya yaitu penemuan prasasti Madhawapura dari peninggalan kerajaan Hindu-Majapahit yang menyebut adanya profesi “tukang meracik jamu” yang disebut Acaraki. Setelah mengenal budaya menulis, bukti sejarah mengenai penggunaan jamu semakin kuat yaitu dengan ditemukannya USADA lontar di Bali yang ditulis menggunakan bahasa Jawa kuno.

Namun, pada masa tersebut, jamu masih digunakan oleh kalangan terbatas. Hingga akhirnya, banyak ahli botani yang mempublikasikan tulisan-tulisan mengenai ragam dan manfaat tanaman untuk dijadikan sebagai pengobatan. Dengan demikian, jamu yang tadinya hanya merupakan milik kalangan terbatas, dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hingga pada akhirnya jamu yang dibuat oleh rumah tangga mulai berkembang menjadi industri-industri jamu pada awal tahun 1900. Demikianlah jamu menjadi sangat popular di Indonesia, yang dijadikanm seperti susu bagi masyarakat barat.

Tradisi jamu di negara lain pada dasarnya serupa dengan tradisi jamu di Indonesia, yaitu merupakan warisan sejarah dari nenek moyang. Namun, Indonesia lebih memiliki keistimewaan tersendiri karena Indonesia merupakan tempat yang subur sehingga kaya akan berbagai jenis tanaman obat.

Perkembangan Jamu

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, dimana saat ini orang-orang lebih menyukai sesuatu yang praktis bahkan pada jamu sekalipun, maka para pembuat ramuan tradisional atau produsen jamu pun mencari akal bagaimana agar produk mereka bisa tetap bertahan dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Pada zaman dahulu jamu biasa menggunakan ramuan yang dihaluskan ataupun hasil rebusan dari beberapa bahan alami, tetapi sekarang telah banyak yang menggunakan alat modern untuk memproduksinya sehingga menjadi berbentuk kapsul dan pil.

Ini membuat jamu yang dahulu selalu identik dengan “rasa pahit” karena harus diminum untuk mengkonsumsinya sekarang sudah bergeser menjadi cara yang lebih praktis mendekati produk obat dan herbal. Bahan-bahan yang digunakan pun masih sama, yaitu menggunakan bahan alami. Hanya saja untuk peredaran jamu “modern” saat ini lebih diperketat dengan aturan pemerintah yang mengharuskan para produsen melakukan verifikasi uji coba di BPOM.

Hal ini masih wajar, karena ini demi keamanan akan bahan-bahan yang digunakan karena tidak bisa dipungkiri ada beberapa produsen nakal yang menggunakan zat kimia terlarang dalam prosesnya, hal ini pun berlaku untuk produk-produk herbal. Jadi mari kita budayakan tradisi dari obat herbal khas Indonesia ini.

Berbagai Jenis Jamu Dan Manfaatnya

Seperti yang sudah mimin jelaskan tadi bahwa jamu adalah minuman tradisional khas Indonesia yang terbuat dari bahan alami dan memiliki manfaat untuk kesehatan. Ada berbagai jenis jamu yang dijual di pasar dan tentunya aman untuk dikonsumsi. Kita juga bisa membuat jamu tradisional tersebut karena bahan-bahannya juga mudah untuk didapatkan.

Berikut jenis jenis jamu tradisional untuk kesehatan:

Galian Singset

Duh, jamu ini baiknya rutin diminum bagi kamu yang sudah berumah tangga yah. Soalnya jamu yang satu ini dipercaya bisa menjaga kesehatan dan mengencangkan organ intim kamu loh. Galian singset juga dipercaya bisa membuat kulit jadi ngak gampang keriput. Jamu ini terbuat dari ramuan kencur, temulawak, asam jawa, kayu manis, kunyit, sereh dan lain-lain.

Kunyit Asam

Jamu kunyit asam sangat bagus untuk wanita saat haid karena dapat mengurangi rasa nyeri dan bau badan. Jenis jamu ini juga berguna untuk membantu bagi kalian dalam proses diet dan ini juga dapat mencerahkan warna kulit. Untuk segi kesehatan, kunyit asam dapat mengeluarkan racun dalam tubuh sehingga kita tidak akan mudah sakit. Jamu ini juga baik diminum untuk penderita panas dalam. Untuk membuatnya, cukup sediakan kunyit, asam jawa, temulawak, biji kedawung dan gula merah.

Manfaat jamu kunyit asam :

-Dapat membantu melangsingkan tubuh.
-Dapat membantu mengatasi masalah menstruasi.
-Memperlancar peredaran darah.
-Menjaga proses metabolisme tubuh agar tetap dalam kondisi sehat.
-Kandungan kurkumin dalam jamu ini dapat membantu mengobati luka pada lambung.
-Kandungan minyak atsiri dapat berkhasiat sebagai anti-inflamasi.
-Dapat membantu mengobati sariawan atau panas dalam.
-Dapat memberikan efek dingin pada perut.

Beras Kencur

Jenis jamu yang satu ini adalah yang paling populer di kalangan masyarakat. Biasanya sih, orang-orang meminumkan beras kencur pada anak mereka agar lebih menambah nafsu makan. Komposisi alaminya terbuat dari beras, kencur, jahe dan gula merah. Bahan-bahan lain adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo dan lain-lain. Khasiatnya selain menambah nafsu makan juga untuk membuat tubuh lebih bugar dan meredakan pegal-pegal.

Manfaat jamu beras kencur antara lain :

-Untuk menghilangkan pegal-pegal dan linu.
-Dapat meringankan gangguan batuk.
-Menambah nafsu makan, terutama bagi anak-anak.
-Memberikan efek kebugaran bagi tubuh.
-Menyembuhkan perut kembung.

Paitan

Banyak yang tidak suka dengan jenis jamu yang satu ini. Padahal jamu ini justru baik untuk kesehatan. Kandungan alaminya berupa sambiloto dan brotowali. Meski pahit, bila kalian mau meminumnya secara rutin, maka jamu ini bisa memerangi berbagai penyakit seperti kolesterol. Selain itu khasiat dari pahit jamu ini bisa membersihkan darah dan menghilangkan jerawat.

Adapun manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi jamu pahitan ini antara lain adalah :

-Sebagai penambah nafsu makan.
-Dapat mengobati perut kembung.
-Mencegah atau menurunkan resiko diabetes.
-Dapat menghilangkan bau badan yang tidak sedap.
-Dapat menuruknan kadar kolesterol dalam darah.
-Sebagai obat penghilang jerawat.
-Sebagai terapi untuk cuci darah.
-Mengobati pegal-pegal.
-Untuk mengobati sakit kepala atau pusing.
-Dapat mengobati gatal-gatal.

Cabe Puyang

Jamu cabe puyang atau jamu pegal linu ini khasiat utamanya adalah menghilangkan pegal-pegal karena kecapekan, maupun sakit pinggang. Selain itu juga bermanfaat untuk menghilangkan kesemutan.

Jamu cabe puyang ini terdiri dari cabe jamu dan puyang, yang kemudian ditambahkan dengan rempah dan bahan lainnya. “Cabe puyang ini favoritnya bapak-bapak, karena bisa menyembuhkan pegal linu.” Biasanya mereka yang suka mengalami pegel linu mereka akan mencari jamu ini.

Manfaat dari jamu cabe puyang antara lain adalah :

-Dapat meredakan pegal-pegal di badan dan punggung.
-Dapat meredakan rasa nyeri pada pinggang.
-Dapat meredakan kram otot.
-Dapat membantu mengobati kesemutan.
-Kandungan zat besi dalam jamu cabe lempuyang dapat membantu mencegah timbulnya anemia serta membantu produksi sel darah merah.
-Dapat membantu mengobati demam, meriang, maupun panas dingin.
-Jika dikonsumsi ibu hamil, maka akan membuat bayi terlihat bersih dan terhindar dari bau amis saat lahir.

Temulawak

Temulawak merupakan jenis jamu yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Jamu temulawak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah masuk angin. Tidak hanya itu, temulawak juga dapat menghilangkan pegal-pegal, mengobati sakit maag, sakit kepala, kembung, gangguan ginjal dan empedu. Untuk perawatan, jenis jamu ini juga bagus untuk wajah karena dapat mencegah timbulnya jerawat. Jamu ini tidak hanya terbuat dari temulawak tetapi juga menggunakan asam jawa, daun pandan, jinten dan gula aren.

Jamu Sirih Pinang

Jamu sirih inang merupakan salah satu jenis jamu yang juga memiliki khasiat bagi tubuh. Salah satu yang terkenal dari jamu ini adalah khasiatnya untuk membuat para suami betah dirumah. Sesuai dengan namanya jamu ini terbuat dari bahan utama yaitu sirih dan pinang.

Jamu sirih pinang berkhasiat untuk merawat organ intim wanita. Dengan mengkonsumsi secara rutin jamu sirih pinang bisa membuat keharmonisan rumah tangga kamu. Jamu ini sangat dianjurkan untuk wanita yang baru melahirkan karena jamu ini berfungsi mengembalikan organ intim wanita menjadi rapet seperti perawan.

Cara Meracik Beberapa Jenis Jamu

Jamu beras kencur. Jamu beras kencur berkhasiat dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai tonikom atau penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, beras kencur bisa meringankan batuk dan merupakan seduhan yang tepat untuk jamu batuk.

Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu.

Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kayu keningar, kunir. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih.

Cara pengolahan

Pada umumnya, mula-mula beras disangan (disangrai), selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, ditungkan air mendidih untuk mengambil sarinya diperas dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol atau termos.

Jamu Kunyit. Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu ‘adem-ademan atau seger-segeran’ yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin.

Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Bahan baku

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu lainnya, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat.

Selanjutnya, ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Pahitan. Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk ‘cuci darah’, kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal dan pusing.

Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).

Ramuan jamu pahitan sebaiknya dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon, jika ramuan tidak dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon ada indikasi kurang baik untuk kesehatan.

Cara pengolahan

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit.

Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Nah, itu dia penjelasan tentang mbak jamu eh salah maksudnya jamu gitu loh. Semoga setelah ini kalian jadi mau minum jamu ya.

Related Posts