stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Dunia teknologi sudah semakin canggih saja, banyak alat-alat diciptakan untuk mempermudah pekerjaan kita. Bahkan sesuatu yang sudah terlihat mudah pun dibuatnya menjadi lebih mudah lagi. Salah satunya adalah eskalator. Banyak dari kita yang masih belum tahu tentang eskalator. Mungkin yang kita tahu kita akan lebih mudah menaiki tangga. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang harus kita ketahui tentang eskalator ini. Yuk. simak penjelasannya disini.

Pengertian Dari Eskalator

Eskalator sendiri berasal dari kata “skala” yang berarti langkah di sebuah elevator. Eskalator atau biasa yang disebut dengan tangga berjalanan adalah sebuat alat transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, alat ini terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.

Tangga berjalan ini digerakkan oleh motor listrik, oleh karena itu tangga ini memang sengaja dirancang untuk mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. Penggunaan dari tangga berjalan ini pun hanya untuk jarak yang pendek. Tangga berjalan ini telah digunakan di seluruh dunia dan hanya digunakan untuk mengangkut pejalan kaki. Pemakaiannya terutama di daerah pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum lainnya.

Keuntungan dari eskalator sebenarnya cukup banyak, seperti mempunyai kapasitas untuk memindahkan sejumlah orang dalam jumlah besar, tanpa harus menunggu terutama di jam-jam sibuk. Ini juga dapat langsung mengarahkan orang ke tempat tertentu seperti ke pintu keluar, tempat pertemuan khusus ataupun ke tempat lain yang ingin mereka tuju.

Perkembangan Mesin Eskalator

Mulai dari jaman kuno sampai jaman pertengahan dan memasuki abad ke-13, tenaga manusia dan binatang masih digunakan sebagai tenaga penggerak. Eskalator pertama kalinya ditemukan oleh Jesse W. Reno dan Charles D. Seeberger pada tahun 1890. Namun hasil penemuan mereka ini dibeli oleh perusahan Amerika Serikat yaitu Otis Elevator Compeny dan perusahaan tersebut mematenkannya.

Di tahun sebelum eskalator mulai diperkenalkan yaitu pada tahun 1850 telah ada eskalator uap dan hidrolik. Kemudian pada tahun 1852 terjadi babak baru dalam sejarah eskalator yaitu penemuan eskalator yang lebih aman pertama di Dunia oleh Elisha Graves Otis. Tangga ini pertama dipasang oleh Otis di New York pada tahun 1857. Setelah meninggalnya Otis pada tahun 1861, anaknya Charles dan Norton pun akhirnya mulai mengembangkan warisan yang ditinggalkan oleh Otis dengan membentuk Otis Brothers & Co pada tahun 1867.

Pada tahun 1873 lebih dari 2000 eskalator Otis telah dipergunakan di gedung-gedung perkantoran, hotel dan department store di seluruh Amerika dan lima tahun kemudian dipasanglah elevator penumpang hidrolik Otis yang pertama. Pada tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin eskalator listrik direct-connected geared pertama yang sangat sukses. Pada tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi “tulang punggung” industri eskalator,yaitu : eskalator listrik gearless traction yang dirancang dan terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri.

Hal ini membawa kita pada perkembangan zaman struktural yang tinggi, termasuk yang paling menonjol saat ini adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center di Chicago dan CN Tower di Toronto. Selama bertahun-tahun hingga sekarang ini, ada beberapa contoh inovasi yang telah dibuat oleh Otis terutama dalam bidang pengendalian otomatis, seperti Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control, Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning. Otis merupakan salah satu perusahaan  yang terdepan di dunia dalam hal pengembangan teknologi komputer. Perusahaan tersebut juga telah menciptakan berbagai revolusi terbaru  dalam pengendalian tangga berjalan, sehingga terciptalah peningkatan yang tajam.

Jenis-Jenis Dari Eskalator

Ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan eskalator, yang memang merancang dan menginstal tangga bergerak untuk ditempatkan di beberapa tempat, seperti misalnya di pusat perbelanjaan, perkantoran dan masih banyak lagi tempat yang lainnya. Perusahaan tersebut merancang eskalator untuk membuat orang-orang menjadi lebih praktis ketika berjalan. Gak cuma lebih praktis, mereka juga membuat eskalator yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (misalnya, untuk pengguna kursi roda dan bagi mereka yang membawa kereta bayi).

Berikut ini ada beberapa jenis dari eskalator yang memang sengaja dirancang sesuai dengan kebutuhan.

Step Type Escalator

Jenis eskalator yang satu ini biasanya dapat ditemukan di kawasan komersial dan ini merupakan eskalator yang paling terkenal loh guys. Step Type Escalator ini biasanya terbuat dari logam dan inilah yang membuat eskalator ini menjadi kuat. Ternyata guys, menggunakan tangga berjalan tipe ini lebih aman dan mudah untuk menjaga keseimbangan . Apalagi buat ibu-ibu yang belanjaannya banyak pasti susah untuk menjaga keseimbangan.

Wheelchair Accessible Escalator

Nah, untuk jenis yang satu ini biasanya akan dikhususkan untuk mereka yang berada di kursi roda, eskalator jenis ini juga dilengkapi dengan mesin penjawab dan memiliki perangkat khusus. Petugas akan menemani kalian agar kalian tetap merasa aman. Tangga berjalan jenis ini umumnya hanya ditemukan di rumah sakit.

Levylator

Yang satu ini bisa dikatakan sebagai jenis eskalator yang paling unik. Gak cuma unik, ternyata ini merupakan jenis eskalator keluaran terbaru. Keunikan yang terdapat pada eskalator ini adalah bentuknya yang bisa melengkung, bahkan bentuk dari eskalator ini berbeda-beda. Ini menandakan bahwa banyak perusahaan yang menjadi lebih inovatif ketika datang untuk membangun jenis eskalator.

Hybon Elevators

Tangga berjalan yang satu ini didirikan pada tahun 2010, Hybon Elevator selama bertahun-tahun telah menjadi perusahaan lift terbaik di Delhi dan mereka juga telah menawarkan berbagai jenis Elevator sesuai dengan strukturnya. Didukung dengan tim teknisi yang sangat terampil dan berpengalaman, perusahaan menjamin kepuasan kepada para penggunanya.

Bagian- Bagian Dari Tangga Berjalan (Eskalator)

Escalator memiliki dua platform bagian yang melengkung pada trek, serta memiliki gigi dan motor yang dapat mendorong tangga. Platform atas berisi rakitan mesin penggerak dan roda gigi drive utama, sedangkan bagian bawah memegang fungsi yang sama dengan platform diatas namun ini berfungsi sebagai penahan laju kecepetan mesin penggerak.

Bagian ini juga berperan sebagai jangkar ujung rangka pada eskalator. Selain itu, platform berisi plat lantai dan piring sisir. Dinamakan seperti ini karena tepi tersebut menyerupai gigi sisir. Pelat lantai menyediakan tempat bagi penumpang untuk berdiri sebelum mereka melangkah ke tangga yang bergerak.

Truss adalah struktur logam berongga yang berfungsi sebagai jembatan atas dan bawah ketika mendarat. Hal ini terdiri dari dua bagian sisi yang bergabung bersama dengan kawat gigi silang di bagian bawah dan hanya di bawah puncak. Ujung rangka yang melekat pada platform lantai atas dan bawah dari baja dapat menahan beton. Truss yang membawa semua bagian trek lurus yang menghubungkan bagian atas dan bawah.

Sistem jalur yang dibangun ke truss berfungsi untuk memandu langkah rantai, yang terus menarik langkah dari platform bawah dan kembali ke atas dalam sebuah lingkaran tak berujung. Sebenarnya ada dua jalur pada sistem ini: satu untuk roda depan tangga (disebut jalur langkah-roda) dan satu untuk roda belakang (disebut jalur roda trailer).

Posisi dari trek ini dapat membuat anak tangga hingga membentuk tangga secara keseluruhan,  karena escalator bergerak keluar dari bawah piring sisir. Sepanjang bagian rangka yang lurus yang membentuk rel berada di jarak maksimal, namun terpisah. Konfigurasi ini membuat anak tangga berada di sudut 90 derajat, yang akan diikuti dengan langkah anak tangga di belakangnya. Sudut siku-siku pada anak tangga akan membentuk menjadi sebuah tangga, yang bisa digunakan untuk berdiri.

Di bagian atas dan bawah eskalator, akan mempertemukan dua jalur roda depan dan belakang, yang akan membentuk garis lurus. Hal ini menyebabkan tangga terletak pada suatu pengaturan seperti lembaran yang rata, satu demi satu, sehingga escalator dengan mudah dapat melakukan perjalanan di tikungan bagian jalur melengkung.

Pada titik ini, trek yang terpisah akan membentuk langkah untuk mengasumsikan konfigurasi tangga. Siklus ini akan diulang secara terus-menerus seperti ditarik dari bawah ke atas dan kembali ke bawah lagi.( atas, bawah, cantik-cantik yaelah uda kayak lagu Syahrini aja).

Cara Kerja Dari Tangga Berjalan

Pada bagian diatas tadi kita sudah membahas tentang bagian dari tangga berjalan ini dan sekarang, inilah saatnya kalian juga mengetahui cara kerja dari tangga berjalan tersebut.

Cara kerja dari eskalator dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

1. Pendaratan/Landing

Floor plate akan menjadi rata ketika sampai pada lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates. Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dari anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah, agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat.

2. Landasan penopang/Truss

Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua platform yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang, di sepanjang bagian dasar dan tepat berada dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.

3. Struktur perletakan Eskalator pada lantai gedung

Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop yang tidak berujung. Terdapat dua lintasan pada landasan tersebut, yang diantaranya: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda trailer).

Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga muncul dari bawah comb plate, untuk membentuk tangga dan menghilang kembali ke dalam landasan penopang.

Keuntungan dan Kerugian

Di dunia ini, tidak ada sesuatu yang dibuat tanpa memiliki fungsi atau kegunaan, bukan? Sama halnya seperti pembuatan eskalator yang biasa anda naiki ketika berada di mall ataupun di gedung-gedung bertingkat lainnya. Selain keuntungan,ada pula kerugian dari penggunaan tangga berjalan ini. Apa sajakah itu? Yuk, langsung lihat saja jawabannya di bawah ini:

Keuntungan Dalam Penggunaan Tangga Berjalan

1. Untuk mengangkut orang dalam jumlah banyak, yang digunakan pada gedung bertingkat
2. Mempermudah membawa barang dalam jumlah banyak dalam sekali kegiatan
3. Efisien terhadap waktu yang digunakan sehingga mempercepat untuk mengarahkan orang-orang pada tempat yang dituju

Kerugian Menggunakan Tangga Berjalan:

1. Terjadinya kecelakaan ketika berada di lift
2. Harus mengantri saat menaikinya

Hal  Yang Harus Diperhatikan Ketika Menaiki Eskalator

Walaupun katanya naik eskalator itu nyaman dan efisien, tetap saja ada bahaya yang mengancam kalau kita teledor. Itulah sebabnya mengapa anda harus tetap berhati-hati saat menaikinya jika anda tidak ingin celaka.

Berikut ini ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika menaiki eskalator.

Tidak melakukan aktifitas tangan

Biasanya yang melakukan hal ini adalah anak-anak balita. Oleh karena itu, alangkah baikanya sikecil digendong saja agar tidak terjadi hal hal yang membahayakan, karena anak-anak mempunyai kebiasaan ingin mempermainkan gerakan-gerakan tangan yang mengacu pada sisi dinding eskalator, lantai eskalator bahkan ada yang ingin memasukan tangannya kedalam celah celah yang ada di lantai tangga.

Keingintahuan mereka tersebut bisa menjadi malapetaka, apalagi jika anak-anak itu dibiarkan saja melakukan aktifitas tangan yang tidak perlu selama eskalator sedang berjalan. (Aduh dek makanya jangan terlalu banyak ingin tahu, ingin tahu itu menyakitkan loh).

Tidak membawa benda yang mudah mencair

Jangan biarkan anak anak makan es krim atau makanan lain yang mudah meleleh ketika menaiki tangga eskalator, karena air atau cairan yang masuk pada celah-celah tangga dapat mengganggu kestabilan motor arus bolak balik. Hal ini dikarenakan arus bolak balik pada mesin eskalator dikendalikan oleh mesin yang berkekuatan listrik.

Coba deh bayangkan, apa yang akan terjadi jika ada air yang jatuh mengenai listrik? Selain itu, air yang berceceran ditangga eskalator juga dapat membahayakan anak itu sendiri. Mereka bisa terpeleset atau tergelincir jatuh kebawah.

Tidak membawa kereta bayi

Masih banyak orangtua yang masih sering membawa kereta bayi di tangga eskalator dengan alasan lebih praktis dan efesien, padahal melalui lift berbentuk ruangan justru jauh lebih aman. Kereta bayi cenderung tidak akan mendapatkan posisi yang aman dan ideal ketika di letakkan di tangga eskalator, apalagi jika orangtuanya juga membawa sejumlah barang ditangan mereka.

Kondisi ini sangat berbahaya karena tangga eskalator berbentuk miring dan dalam keadaan bergerak. Orangtua yang menahan beban kereta bayi biasanya juga akan di sibukkan dengan barang belanjaan lainnya, sehingga ini akan membuat tangan menjadi kram dan kaku, yang pada akhirnya membuat kekuatan pegangan tangan menjadi mengendur.

Akibatnya kereta bayi akan mudah terdorong atau terlepas kebawah tangga jika tiba tiba tanpa sengaja si orangtua hilang keseimbangan. Duh, guys bahaya banget kan?

Tidak membawa kursi roda

Jangan membawa orang yang memakai kursi roda ke tangga eskalator apapun alasannya. Kursi roda mempunyai desain yang rumit dan berat. Hal tersebut sudah cukup membuat bobot tubuh yang ada diatasnya menyebabkan orang yang menahanya menjadi tidak nyaman, mudah lelah, gemetar dan rentan kehilangan keseimbangan badan.

Ketika kekuatan tangan untuk menahan kursi roda berangsur-angsur melemah, besar kemungkinan kursi roda tersebut terdorong dan jatuh ke tangga bawah. Kondisi itulah yang akan menjadi salah satu faktor penyebab tubuh gemetar dan lemah.

Perhatikan dengan baik kaki saat melangkah di eskalator

Banyak orang yang terburu buru ketika menaiki tangga berjalan (eskalator) sehingga mereka tidak akan sempat memperhatikan langkah kakinya dengan baik. Posisi kaki yang tidak baik yaitu, ketika kaki yang menyentuh eskalator ternyata tidak tepat pada tangganya sehingga kalian akan mudah terpeleset, tergelincir dan jatuh ke bawah.

Tidak menggunakan sandal atau sepatu karet

Sepatu atau sandal yang terbuat dari karet cenderung akan membuat sipemakainya merasa nyaman dan ringan, namun berhati hatilah karena sandal atau sepatu karet mudah menyebabkan seseorang terpeleset dan terjepit pada mesin eskalator. Sandal dan sepatu yang terbuat dari bahan karet juga mudah melepuh akibat terkena efek panas yang ada pada ujung tangga eskalator yang biasanya diberi warna kuning.

Tangan harus pegangan pada handrail

Agar keseimbangan kalian terjaga pada saat menaiki tangga, maka pada saat menggunakan escalator berpeganglah pada handrail karena tujuan diciptakanya handrail adalah untuk keamanan pengguna Escalator. Jadi gunakanlah handrail selagi masih gratis hehe…. Walaupun handrail escalator tampak sangat kotor, tetaplah pegangan pada handrail hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Jangan memotong

Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, maka budayakanlah etika “antri”. Selain itu, hal ini juga untuk kenyamanan kalian sendiri dan orang lain. Jadi jangan nyerobot aja ya.

Berdirilah disebelah kiri dan berjalan disebelah kanan.

Hal ini dimaksudkan karena sisi sebelah kiri umumnya diperuntukan bagi mereka yang santai dan tidak buru-buru. Sedangkan sisi sebelah kanan diperuntukan bagi mereka yang sibuk dan ingin cepat. Sama seperti jalan tol, dimana lajur kiri dipakai untuk jalur lambat dan lajur kanan dipakai untuk jalur cepat. Lalu bisakah anda bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang berjalan semaunya sendiri? Tentu akan membuat macet dan bikin frustasi.

Hati hati dengan sepatu yang bertali

Jika menggunakan sepatu yang bertali sebaiknya perhatikan jangan sampai tali tersebut berjuntaian terlalu panjang hingga keluar dari sepatu. Tali sepatu juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang tersedot kebawah dan terseret arus listrik eskalator dari arah bawah, sehingga seseorang bisa terjatuh akibat tali sepatu tersebut tertarik masuk kedalam celah-celah tangga eskalator. Waspadalah, ikatlah tali sepatu dengan baik dan benar.

Jangan naik eskalator tanpa alas kaki

Permukaan tangga eskalator mempunyai celah-celah yang dapat menyedot benda apapun yang berada diatasnya, termasuk telapak kaki yang tidak mendapat perlindungan dari alas kaki. Itulah salah satu penyebab kaki menjadi pecah-pecah dan ketika ujung eskalator yang berwarna kuning terinjak oleh kaki yang telanjang, maka telapak kaki yang semula pecah-pecah akan berubah melepuh. Luka ini diakibatkan karena hawa panas dari mesin eskalator yang berada tepat di bawah garis kuning tersebut.

Jangan duduk pada tangga eskalator

Duduk ditangga eskalator tidak akan senyaman ketika duduk pada tempat yang datar dan tidak bergerak. Bagaimanapun juga duduk ditangga eskalator dapat membuat kita terjatuh, ketika tanpa sengaja tubuh terdorong dari arah belakang. Ini diakibatkan karena kemiringan pada eskalator. Itulah yang sering menjadi penyebab seseorang kehilangan keseimbangan tubuh dan mudah terjatuh karena terdorong. Kayak gak ada tempat duduk aja sampai duduknya di eskalator.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai eskalator yang bisa saya sampaikan. Jadi, bagi kalian pengguna eskalator berhati-hatilah dalam menggunakannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Waspadalah.

Related Posts