stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Tidak terasa sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Imlek, biasanya ketika melakukan perayaan Imlek kita akan disuguhkan dengan berbagai atraksi dari orang Tionghua. Misalnya saja seperti Barongsai. Pernah gak kalian melihat rombongan barongsai mendatangi rumah-rumah dan mengambil amplop merah yang tergantung di depan pintu?

Ternyata itu bukanlah hanya sekedar atraksi saja melainkan untuk mendoakan rumah yang dikunjungi agar jauh dari hal-hal yang buruk dan mendatangkan rejeki untuk mereka. Masih banyak hal sih yang bisa kalian ketahui dari barongsai ini. Nah, kalau kalian ingin tahu, kalian bisa simak artikel ini ya.

Apa Itu Barongsai?

Tarian singa atau biasanya yang dikenal sebagai barongsai adalah suatu bentuk tarian tradisional dalam budaya Cina dan negara-negara Asia di mana para pemainnya akan meniru gerakan dengan menggunakan kostum singa untuk membawa keberuntungan.

Atraksi barongsai ini hanya ada selama tahun baru Cina dan perayaan tradisional Cina. Bahkan ini juga dapat dilakukan di acara-acara penting seperti membuka acara, perayaan khusus atau upacara pernikahan atau dapat digunakan untuk menghormati tamu istimewa oleh komunitas Cina.

Kebanyakan orang terkadang salah mengartikan tentang barongsai mereka mengatakan bahwa barongsai sama dengan Tari Naga padahal sebenarnya ini berbeda. Cara mudah untuk mengetahui perbedaannya adalah bahwa singa biasanya dimainkan hanya dua orang penari yaitu untuk bagian depan dan ekor, sedangkan Tari Naga membutuhkan banyak orang untuk memegang tongkat. Gerakan dasar dari barongsai ini dapat ditemukan dalam seni bela diri Cina.

Ada dua bentuk utama dari tarian singa Cina yaitu singa Utara dan singa Selatan . Kedua bentuk biasanya ditemukan di Cina, tetapi di seluruh dunia terutama di Asia Tenggara, singa Selatan telah mendominasi dan disebarkan oleh masyarakat Cina.

Atraksi dari singa selatan memiliki tiga gaya yaitu Hok San, Fut San dan Fut Hok. Versi lain dari tarian singa juga ditemukan di Jepang, Korea, Tibet dan Vietnam. Ada bentuk lain dari tarian singa dalam budaya Indonesia, tetapi dari tradisi yang berbeda dan biasanya ini disebut sebagai Singa Barong.

Sejak Kapan Barongsai Telah Ada?

Barongsai ini ternyata sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu ( wow ternyata sudah lama banget ya). Makna dari melakukan tarian barongsai ini ternyata cukup unik yaitu untuk mengusir hal-hal buruk yang akan terjadi. Hal buruk yang dulu pernah terjadi adalah untuk mengusir para Nian ( monster jahat).

Ceritanya gini guys, dulu banget pada masa Dinasti Qing, di sebuah wilayah di Tiongkok, ada monster yang katanya selalu mengganggu ketenteraman penduduk setempat. Kehadirannya itu sampai-sampai menimbulkan berbagai keresahan dan ketakutan bagi masyarakat.

Pada saat Nien datang dan mengganggu masyarakat, muncullah singa atau Barongsai yang menghalangi monster tersebut. Monster itu kalah dan kemudian lari tunggang-langgang. Setelah monster jahat itu pergi akhirnya Singa itu pun pergi, meninggalkan penduduk yang sudah merasa aman.

Ternyata, monster itu tidak terima dan merasa sakit hati kemudian berniat untuk membalas dendam kepada masyarakat, tetapi masyarakat tidak tahu-menahu tentang keberadaan singa itu. Setelah mereka meyadarinya, mereka menjadi panik. Mereka bingung, di mana harus menemukan singa yang dapat mengalahkan monster itu.

Akhirnya, mereka menciptakan kostum Barongsai seperti yang sering kita saksikan saat ini. Ternyata ini berhasil dan monster pun ketakutan, sekali lagi dia lari ketakutan. Masyarakat akhirnya benar-benar berhasil menyingkirkan sang monster.

Hal tersebut mendasari kenapa Barongsai selalu hadir dalam perayaan Imlek. Kini, mengusir monster diibaratkan sebagai mengusir aura-aura buruk.

Suara pukulan simbal, gong, gendang biasanya selalu mengiringi adegan hidup dan aktraktif tarian Barongsai. Masyarakat percaya, bahwa tarian singa adalah pertunjukan yang katanya dapat membawa keberuntungan.

Oleh sebab itu, tarian singa selalu diadakan pada berbagai acara penting. Di antaranya adalah pembukaan restoran, pendirian klenteng dan yang pastinya pada Tahun Baru Imlek.

Pelengkap tarian Barongsai adalah suara kembang api. Suara pukulan simbal, gong dan gendang biasanya menyertai adegan semarak ini. Setiap gerakan singa, punya irama musik khusus. Musik mengikuti gerakan singa, suara drum mengikuti singa, sementara simbal dang gong mengikuti pemain gendang.

Sepanjang pertunjukan, singa akan meniru berbagai suasana hati serta menunjukkan gerakan fisik serupa suasana hati tersebut. Singa akan terlihat hidup dengan gerakan-gerakan tersebut.

Tarian Barongsai akan menggabungkan seni, sejarah, serta gerakan kungfu. Biasanya para pemain kungfu dan sekompok penari singa terdiri dari sekitar sepuluh orang.

Apa Sih Bedanya Singa Utara Dan Singa Selatan?

Diatas tadi kita sudah membahas tentang singa utara dan singa selatan. Nah, untuk penjelasan lengkapnya ada dibawah.

  • Singa Utara


Di Indonesia, Singa Utara biasa disebut sebagai Peking Sai. Singa Utara memiliki bulu yang lebat dan panjang berwarna kuning dan merah. biasanya Singa Utara dimainkan dengan 2 Singa dewasa dengan pita warna merah di kepalanya yang menggambarkan Singa Jantan dan Pita Hijau (kadang bulu hijau di kepalanya) untuk menggambarkan Singa Betina.

Peking sai dimainkan dengan Akrobatik dan Atraktif, seperti berjalan di tali, berjalan di atas bola, menggendong, berputar dan gerakan-gerakan akrobatis lainnya. Tidak jarang juga, Pekingsai dimainkan dengan anak singa,atau seorang ‘pendekar’ yang memegang benda berbentuk bola yang memimpin para Singa. Biasanya, sang pendekar melakukan beberapa gerakan-gerakan beladiri Wushu.

Konon, pada jaman dahulu, atraksi Peking sai digunakan untuk menghibur keluarga kerajaan di istana Tiongkok.

  • Singa Selatan

Singa Selatan inilah yang sering kita lihat, atau kita sebut Barongsai. Singa Selatan lebih ekspresif dibanding Singa Utara. Kerangka kepala Singa Selatan dibuat dari bambu, lalu ditempeli kertas, lalu dilukis dan ditempeli bulu dan dihias.

Bulu yang memiliki kualitas tinggi untuk pembuatan Barongsai adalah bulu domba atau bulu kelinci. Tetapi, untuk harga yang murah, biasanya digunakan bulu sintetis. Pada zaman modern, kerangka barongsai mulai dibuat dengan alumunium atau rotan.

Singa Selatan terdiri dari berbagai macam jenis yaitu singa yang memiliki tanduk lancip, mulut seperti bebek, dahi yang tinggi dan ekor yang lebih panjang disebut Fut San (juga disebut Fo Shan atau Fat San). Sedangkan Singa yang memiliki mulut moncong ke depan, tanduk yang tidak lancip dan ekor yang lebih kecil disebut Hok San. Keduanya diambil dari nama tempat di Tiongkok

Barongsai Futsan dimainkan dengan kuda-kuda dan gerakan yang lebih memerlukan tenaga. Barongsai Futsan biasanya dimainkan didalam kategori Barongsai Tradisional. Kuda-kuda dan gerakan barongsai hoksan lebih santai daripada Barongsai futsan. Barongsai futsan biasanya digunakan di sekolah-sekolah kungfu dan hanya murid terbaik yang dapat menarikannya.

Barongsai hoksan biasanya dikenal karena memiliki sikap yang ekspresif, langkah kaki yang unik, penampilan yang impresif dan musik yang bertenaga. Diperkirakan, pendiri Barongsai Hoksan adalah Feng Gengzhang pada abad ke 20.

Feng lahir di desa di kota He Shan dan dia diajarkan beladiri China dan Barongsai dari ayahnya. Kemudian, ia mempelajari bela diri dan Barongsai dari Fo Shan sebelum pulang ke desanya dan membuat sasananya sendiri. Dia menciptakan gaya barongsai yang cukup unik dan menciptakan teknik baru memaikan Barongsai dengan mempelajari mimik dan gerak kucing, seperti “menangkap tikus, bermain, menangkap burung dan berguling”.

Hingga akhirnya terciptalah kepala barongsai bergaya Hok San, ia merendahkan dahi Barongsai, melengkungi tanduknya dan membuat mulutnya menjadi seperti paruh bebek. Badannya juga menjadi terlihat lebih bertenaga dan berwarna lebih mencolok. bersama dengan langkah kaki yang lebih unik dan tangkas,

Feng menciptakan gaya musik baru dalam bermain Barongsai yang disebut “Seven Star Drum”. Sekitar tahun 1945, pemain Barongsai hoksan diundang untuk tampil di berbagai tempat di China dan bagian Asia Tenggara. Di Singapura, Barongsai hoksan menjadi terkenal dan mendapatkan julukan “Raja dari Raja Barongsai” dan memiliki tulisan “Raja” (王) di dahi Barongsai Hoksan.

Perbaikan lebih lanjut, asosiasi Barongsai hoksan di Singapura membuat Barongsai hoksan menjadi lebih mirip seperti seekor kucing ketika memendekkan ekornya dan membuat ketukan drum yang baru untuk tarian singa ini.

Biasanya, perbedaan warna pada bulu Barongsai melambangkan umur dan karakter sang Barongsai. Barongsai dengan warna putih adalah barongsai yang paling tua, warna putih melambangkan kesucian. Barongsai berwarna kuning adalah Barongsai dengan umur yang tidak teralu tua dan tidak terlalu muda, warna kuning melambangkan keberuntungan dan ketulusan hati. Barongsai berwarna hitam adalah barongsai dengan umur yang paling kecil.

Itulah mengapa, biasanya barongsai berwarna hitam ditarikan dengan gerakan yang lincah dan seperti memiliki keingintahuan tinggi. Barongsai berwarna emas melambangkan kegembiraan. Barongsai dengan warna hijau melambangkan pertemanan. Barongsai dengan bulu warna merah melambangkan keberanian. Karena berkembangnya waktu, Barongsai modern telah muncul dan menghasilkan warna-warna baru seperti pink, ungu, dan lain sebagainya.

Barongsai dimainkan di beberapa tempat. Barongsai yang dimainkan di lantai atau papan disebut Barongsai Tradisional, Barongsai yang dimainkan di atas tonggak disebut Barongsai Tonggak. Tonggak yang berstandar internasional memiliki tinggi kurang lebih 80cm sampai 2m. Untuk Barongsai lantai, biasanya area dalam pertandingan dibatasi 8×8 meter – 10×10 meter. Dalam pertunjukan barongsai, makanan Barongsai yang berupa sayur disebut Cheng.

Untuk menarikan Barongsai, agar terlihat indah dan menarik, pemain Barongsai harus menguasai kerjasama antar pemain, kerjasama pemain musik dan pemain barongsai. Pergerakan barongsai dengan musik harus serasi.

Pemain barongsai juga harus membuat barongsai seolah benar-benar “hidup” dengan cara membuat ekspresi dan mimik wajah barongsai seolah-olah nyata. ekspresi tersebut adalah bahagia, marah, takut, ragu-ragu, mabuk, bergerak dan diam.

Barongsai harus terlihat agak kaget saat melihat benda berwarna merah dan dalam kategori Barongsai Tradisional saat melihat air, Barongsai harus terlihat fokus saat melihat bayangannya di air atau takut saat melihat ular. Pemain Barongsai harus menguasai kuda-kuda agar bentuk badan barongsai terlihat bagus.

Berbagai Fakta Tentang Barongsai?

Berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang barongsai yang kalian harus tahu.

  • Awal Mula Munculnya Barongsai

Barongsai adalah kesenian tradisional Tiongkok dengan menggunakan kostum yang menyerupai singa. Barongsai sendiri mulai populer pada zaman dinasti Nan Bei sekitar tahun 420-589 Masehi. Saat itu, seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan yang hendak menguasai kerajaan. Nggak nyangka kan kalau pada akhirnya Barongsai ini bisa melegenda sampai sekarang.

  • Barongsai Versi Nian Paling Terkenal

Sebenarnya ada banyak macam versi kesenian Barongsai, tetapi versi Nian atau monster adalah yang paling terkenal. Pasalnya, kesenian ini menceritakan tentang seekor singa (barongsai) yang mampu mengusir Nian yang meresahkan penduduk desa, sebab Nian suka merusak tanaman pertanian, mengganggu hewan ternak, juga memakan anak-anak. Sehingga masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Barongsai bisa mengusir hal-hal buruk.

  • Pemain Barongsai Harus Bisa Kungfu

Loopers, percaya nggak sih kalau sebelum bisa memainkan barongsai, para pemain harus lebih dulu menguasai Kungfu. Soalnya, gerakan-gerakan dalam pertunjukkan barongsai memang sama dengan gerakan kungfu. Selain itu, berlatih kungfu terlebih dulu bisa memudahkan pemain dalam hal keseimbangan dan kekuatan tubuh.

  • Ada Etikanya Juga, Loh!

Wah, ternyata selain mempelajari Kungfu, pemain Barongsai juga harus mengetahui etika-etika dalam pertunjukkan Barongsai. Pertama-tama, mereka harus menunduk tiga kali untuk memberi salam, hal yang sama juga dilakukan saat perpisahan. Selanjutnya, para pemain nggak boleh berdiri pada dua kaki saat mengangkat kepala sebab bisa dianggap nggak sopan. (kayak pose lagi pipis)

  • Berat Kepala Barongsai Mencapai 25KG

Nah, loh kaget kan kalau ternyata kepala Barongsai itu beratnya bisa mencapi 25 KG. Kepala barongsai ini biasanya dibuat dari bubur kertas yang dicetak. Kemudian dicat dan dihiasi dengan bulu-bulu, manik dan juga lonceng. Biasanya, di belakang kepala akan dijahitkan kain panjang yang menggambarkan tubuh singa.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang atraksi barongsai yang biasa hanya ada pada perayaan tahun baru Imlek. Gimana apa kalian suka nonton atraksi barongsai?

Related Posts