stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Ketika kalian berjalan di suatu tempat, trus berteduh di satu pohon, pernah gak sih kalian melihat ada sesuatu yang seperti kantongan tergantung diatas pohon? Terkadang karena rasa penasaran seseorang ada yang dengan sengaja melempari kantongan tersebut, ketika kantongan tersebut bergoyang maka hal yang terjadi selanjutnya kalian akan melihat segerombolan lebah keluar dari kantongan tersebut, OMG ternyata itu sarang lebah,

Nah, ternyata pada sarang lebah tersebut ada sesuatu cairan kental di dalamnya yang dihasilkan dari lebah. Biasanya kita menyebut cairan tersebut dengan madu, Kalau dipikir-pikir kok bisa ya para lebah itu membuat madu ini? trus apakah madu ini sehat? Mau tahu selengkapnya tentang madu? Simak trus artikel ini.

Apa Sih Madu Itu?

Madu adalah zat makanan manis dan kental yang dihasilkan oleh lebah dan beberapa jenis serangga lainnya (tapi kebanyakan lebah sih). Lebah menghasilkan madu dari sekresi manis tanaman (bunga nektar) atau serangga lainnya (aphid honeydew) melalui regurgitasi, aktivitas enzim dan penguapan air akan disimpan dalam struktur lilin yang biasa kita sebut sarang.

Lebah dapat menghasilkan berbagai jenis madu dan biasanya madu yang paling terkenal adalah genus api.  Ini dikarenakan madu jenis ini dapat diproduksi secara komersial yaitu dapat dikomsumsi oleh manusia juga. Madu yang dikumpulkan dari para koloni lebah liar atau dari sarang lebah yang dipelihara, biasanya akan disebut sebagai perlebahan.

Rasa manis yang terdapat pada madu berasal dari monosakarida fruktosa dan glukosa, dan ternyata ini hampir setara loh dengan manisnya gula pasir. Madu ini juga memiliki sifat kimia tersendiri bila digunakan sebagai pemanis, kebanyakan mikroorganisme tidak tumbuh dalam madu, sehingga madu tidak akan mudah rusak bahkan setelah beribu-ribu tahun.

Madu ini juga menyediakan 64 kalori dalam penyajian satu sendok makan (15 ml) yang setara dengan 1272 kJ per 100 g madu pada umumnya memang bersifat aman akan tetapi madu juga bisa memiliki efek yang merugikan jika kalian mengkomsumsinya secara berlebihan, Jika kalian ingin menyebuhkan penyakit dengan madu, kalian harus menggunakan resep agar takaran tidak menjadi terlalu berlebihan,

Penggunaan madu dan produksinya pernah memiliki sejarah panjang dan bervariasi sebagai suatu kegiatan kuno, seperti yang digambarkan di Valencia, Spanyol, oleh sebuah lukisan gua manusia mencari madu setidaknya ini terjadi beribu-ribu tahun yang lalu.

Sejarah Madu

Kalian tahu gak sih kalau ternyata lebah adalah serangga yang berasal dari jaman dahulu yaitu sektiar 30 juta tahun yang lalu? Membahas sejarah lebah dan pertama kali ditemukannya madu untuk pengobatan memang panjang sekali.

Sejarah Madu Sebelum Masehi

  • Tahun 7000 SM

Pernah ditemukannya  gambar orang sedang mengumpulkan madu dari retakan batu dan pohon sementara banyak lebah yang mengitari tubuh mereka di salah satu gua purbakala Afrika dan Spanyol. Dari gambar tersebut dapat dilihat jika manusia purbakala sedang mencari madu untuk makanan dimana sedang banyak lebah yang menyengatnya.

  • Tahun 3000 SM

Di daerah Mesir madu dipakai sebagai pemanis pada makanan dan ini bernilai sangat tinggi sekali. Bahkan beberapa cerita yang menyebutkan bahwa madu dipakai sebagai alat barter pada suatu barang karena nilainya sangat tinggi dan jarang ditemukan.

  • Tahun 2100 SM

Madu juga telah dikenal di benua Eropa terutama Inggris dengan nama Honey yang berasal dari bahasa Jerman yaitu Honig yang merupakan cairan manis berasal dari lebah madu.

  • Tahun 2000 SM

Mesirlah yang pertama kalinya dalam membuat sarang lebah dan membudidayakannya sehingga mulai diproduksi secara massal disini.

  • Tahun 1650 SM

Mesir mulai mengenal madu sebagai salah satu bahan obat – obatan yang ampuh dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Mereka mencampurnya bersama dengan lemak hewan dan tumbuh – tumbuhan  agar dapat menutup luka dengan cepat. Hal ini dibuktikan dengan ditulisnya Smith Papyrus.

Sejarah Madu Sesudah Masehi

  • Tahun 1100

Madu digunakan sebagai bahan pencampur minuman terutama pada bir dan anggur karena pemanis ini lebih memberikan rasa yang sempurna. Pada tahun yang sama para petani Jerman juga menggunakan madu sebagai alat pembayaran pajak terutama juga lilin lebah yang banyak fungsinya saat itu.

  • Tahun 1600

Orang Spayollah yang pertama kalinya mengetahui bahwa madu bisa dikembang biakkan dengan memelihara lebah madu. Penduduk asli Meksiko dan Amerika Tengah kemudian menyebar luaskannya di bagian Eropa.

  • Tahun 1638

Orang Eropa datang ke New England dan mengenalkan lebah madu dan segala cara tentang perkembang biakannya. Terdapat juga hal yang sama yang dibuktikan dengan adanya dokumentasi lebah madu di Amerika Utara.

  • Tahun 1822

Pertama kalinya madu masuk ke daerah Australia

  • Tahun 1842

Pertama kalinya lebah madu diperkenalkan di Selandia Baru dari cara pemeliharaan sampai cara pengembang biakannya.

  • Tahun 1850

Lebah madu mulai diteliti dari genetika dan membawa sebagian sampel lebah madu ke California untuk hibridasi jenis lebah madu baru dengan produksi yang lebih besar lagi.

  • Tahun 2005

Di Selandia Baru varietas dan lebah madu sudah mulai sukses dikembangkan  sehingga memiliki kurang lebih sekitar 320.000 total sarang lebah dan dapat memproduksi setidaknya 8600 ton madu setiap masa panennya.

Kandungan Madu

Madu dapat dikelompokan berdasarkan asal polennya menjadi madu NP (natural pollen) dan madu PS (pollen substitute). Madu NP atau yang sering disebut madu alami umumnya tersusun atas 17,1% air, 82,4% karbohidrat (38% fruktosa, 31% glukosa, 12,9% gula lain), 0,5% protein, asam amino, senyawa fenolik, vitamin, asam organik dan berbagai mineral (White 1978: 287). Menurut Sarwono (2001:69), dari 100 gr madu mengandung 294 kalori, 9,5 gr karbohidrat, 24 gr air, 16 gr fosfor, 5 gr kalsium, dan 4 gr vitamin C.

Jenis Madu Berdasarkan Kategori

Walaupun lebah dinyatakan dapat menghasilkan banyak madu, akan tetapi madu yang dihasilkan dapat menjadi beraneka ragam tergantung dari prosesnya, Berikut adalah jenisnya.

Jenis madu:  Kategori Ekstraksi
Kategori ini menggambarkan bagaimana madu diekstrak dan diproses:

– Madu sisir diambil langsung dari sisir pada sarang lebah dan biasanya ini disimpan oleh para lebah. Madu sisir ini kaya akan asam lemak rantai sangat panjang dan kadar alkoholnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Alkohol juga membantu melindungi hati dengan cara antioxidation. Namun, jika kalian mengkomsumsi madu sisir madu secara berlebihan maka ini dapat mengakibatkan penyumbatan saluran cerna.

– Madu cair ini disiapkan dengan menggunakan pemotongan lilin pada sarang lebah dan pengolahan pada madu sisir. Gaya sentrifugal ini tidak akan menghilangkan madu dari sel-sel. Ini adalah bentuk paling umum dari madu yang biasa ditemukan di rak iklan yang digunakan oleh kebanyakan orang.

– Madu pasir adalah bentuk madu bubuk yang dibuat oleh pengeringan atau membekukan madu untuk menarik keluar air. Madu pasir ini juga lebih fleksibel digunakan karena butirannya dapat berubah menjadi bubuk dan akan mudah dimasukkan ke dalam, smoothies, teh dan produk kosmetik tanpa mengambil waktu yang berlebihan untuk menyebarkan madu.

– Madu krim adalah campuran dari satu bagian pasir madu dan sembilan bagian madu cair yang disimpan dengan suhu sekitar 57 derajat sampai akhirnya menjadi padat. Kepadatan ini akan membuat madu krim mudah untuk disebarkan (misalnya, roti panggang).

– Chunk honey adalah madu sisir yang disimpan dalam botol dengan madu cair yang disiram diatasnya.

Jenis Madu: Madu Mentah vs Pasteurisasi
Madu juga dikategorikan menjadi dua Kategori:

– Madu mentah adalah bentuk murni madu yang tidak dipasteurisasi. Madu mentah akan selalu menjadi properti bagi alam seperti: menjadi glukosa antibakteri, dekomposisi dan mempromosikan pencernaan yang sehat, asal tidak berlebihan dalam mengkomsumsinya.

– Dipasteurisasi Olahan madu, yang telah dipanaskan dan dikeraskan untuk membunuh bakteri seperti botulisme. Madu dipasteurisasi tidak memiliki manfaat alami seperti madu mentah.

Jenis Madu: Manis, Varietas Alami

– Alfalfa madu bunga ini berwarna putih dan kuning. Madu jenis ini dianggap baik jika digunakan secara umum atau sehari-hari.

-Alpukat madu dari bunga tanaman ini cenderung berwarna gelap dan memiliki rasa yang kaya, akan mentega. Madu jenis ini pada umumnya digunakan dalam Dressing dan saus.

– Basswood-madu yang satu ini berasal dari bunga pohon, sangat terkenal karena warnanya yang putih, berair dan rasanya yang cukup menggigit.

– Blueberry Madu. Jenis ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kepercayaan tentang madu yang memang sudah cukup populer, ini bukanlah madu yang dicampur dengan blueberry. Ini benar-benar berasal dari bunga blueberry. Warna yang dihasilkan juga sangat indah . Rasa yang dihasilkan juga cukup baik dan ini sangat cocok untuk dijadikan selai pada roti.

Cara Membedakan Madu Asli Dan Palsu

Sangking banyaknya madu asli yang kini telah dijual dipasaran. Sekarang telah ada duplikat dari madu-madu yang gak mau kalah saing. Nah, biar kalian gak kena tipu kalian bisa melihat bedanya melalu beberapa tes ini.

-Tes Madu dengan Air

Madu merupakan bahan murni yang berasal dari olahan nektar yang tidak mengandung air. Sehingga kalian bisa melakukan beberapa tes yang bisa dibilang cukup sederhana ini. Kalian cukup menuangkan air mineral ke dalam sebuah gelas atau tempat yang terbuat dari kaca. Kemudian berikan satu sendok madu. Maka hasilnya:

Madu asli: kalau memang madu asli maka ini tidak akan mudah bercampur dengan air, sehingga madu yang kental akan tenggelam di bagian bawah gelas. Walaupun kalian sudah mengaduknya maka bagian madu tetap akan sulit bercampur dengan air.
Madu palsu: Sangat mudah bercampur dengan air, tandanya mudah dilihat karena madu tidak tenggelam dan justru bercampur dengan air serta tidak akan mengental.

-Tes Metode Kristalisasi Dengan Madu

Pada tahap ketiga dari pengolahan madu maka semua air akan keluar dari madu dan hanya meninggalkan enzim khusus yang tidak akan pernah rusak saat disimpan. Kalian bisa melihat proses kristalisasi dalam madu dengan menyimpam madu di botol kaca. Maka hasilnya adalah:

Madu asli: bagian madu yang terletak di bawah permukaan kaca akan terlihat mengental dan membentuk seperti kristal. Proses ini masih berhubungan dengan enzim yang terkandung dalam madu dan tidak akan rusak meskipun disimpan.
Madu palsu: madu palsu sama sekali tidak akan membuat endapan kristal di bagian bawah. Bahkan madunya juga akan terlihat sangat cair.

-Tes Kelengketan Madu

Seperti yang terlihat madu memang sangat lengket sehingga terkadang agak sulit untuk menghilangkannya dari kulit. Namun madu palsu juga sering dicampur dengan gula yang juga dapat membuatnya lengket. Cara pengetesan ini dengan menerapkan madu pada jari-jari tangan dan membiarkannya selama kurang lebih dari dua menit, maka hasilnya adalah:

Madu asli : madu akan meleleh secara perlahan dan sangat lengket sehingga akan terlihat tidak bisa dipisahkan dari sumbernya.
Madu palsu : madu sangat lengket dan jika kalian menempelkan dengan jari lain maka akan ada bagian madu yang terus melekat.

-Tes Madu dengan Kertas

Madu asli memang bisa terlihat dengan kandungan air yang sangat sedikit atau tidak sama sekali. Hal ini berbeda dengan jenis madu palsu yang ditambah dengan air dan gula. Untuk melihat komposisi air dalam madu maka kalian bisa menuangkan satu sendok teh madu ke dalam kertas. Pisahkan antara kertas untuk madu asli dan madu palsu. Setelah itu tunggu hingga tiga menit, maka hasilnya adalah:

Madu asli : karena kadar air yang sedikit atau tidak ada sama sekali maka bagian kertas yang ditetesi dengan madu tidak akan berlubang. Tidak ada bagian air yang akan menembus kertas.
Madu palsu : karena mengandung air maka bekas tetesan madu pada kertas akan meninggalkan bekas lubang dan bahkan dapat menyobek kertas.

-Tes dengan Pasir

Madu memiliki sifat ikatan yang sangat kuat karena itu tidak mungkin madu bisa berubah bentuk ketika diteteskan ke sebuah media. Kalian bisa mencoba cara ini dengan meneteskan madu ke pasir yang sudah diletakkan dalam piring atau mangkok. Tunggu hasilnya selama dua menit, maka hasilnya adalah:

Madu asli : tetesan madu asli pada pasir sama sekali tidak akan berubah atau menyebar ke bagian pasir yang lain. Hal ini disebabkan karena madu memiliki sifat mengikat dan padat.
Madu palsu: madu akan menyebar ke bagian sekitarnya dari tempat penetesan madu atau bahkan terserap ke bagian dalam lapisan pasir. Hal ini disebabkan karena madu palsu cair dan mengandung banyak air sehingga mudah menyerap ke pasir.

-Tes Rasa Madu

Semua madu biasanya memiliki rasa manis dan aroma yang tergantung dari asal nektar yang dikumpulkan oleh lebah. Madu yang berasal dari hutan dan peliharaan tentu memiliki aroma nektar yang berbeda tergantung dari bunga yang dihisap oleh madu. Namun rasa madu asli umumnya sama yaitu manis dan kuat. Perbedaan rasa yang paling menonjol adalah:

Madu asli : rasanya tidak akan hilang setelah tutup kemasan dibuka selama beberapa menit. Hanya saja rasanya yang kuat akan hilang jika dimasak dengan suhu yang terlalu panas.
Madu palsu : madu palsu yang sudah dicampur dengan gula atau pemanis rasanya akan hilang setelah bercampur dengan udara dan terkadang hanya menyisakan rasa gula dan aroma tambahan.

-Tes Api

Salah satu cara lain untuk menilai madu asli adalah dengan melihat kelembapannya. Caranya adalah dengan mencelupkan batang korek api atau lilin yang sudah menyala ke dalam gelas berisi madu. hasilnya adalah:

Madu asli : batang korek api akan tenggelam dan apinya seperti terhisap pelan ke dalam madu kemudian api mati. Hal ini disebabkan karena madu asli memiliki tingkat kelembapan yang sangat rendah.
Madu palsu: batang korek api akan tenggelam cepat kemudian api akan segera padam langsung tanpa terserap ke bagian dalam madu.

Manfaat Yang Tak Terduga Dari Madu

Setelah tadi kita mengubek-ngubek semua tentang madu, pastinya ada donk manfaat yang terkadung didalam madu

-Meredakan batuk

 

Rasanya gimana gitu ya, kalau kita sampai kena batuk pasti gak enak kali rasanya. Jadi biar batuk kalian reda dan tidurnya juga enak, kalian bisa ngobatinnya dengan madu.

Madu ini mengandung senyawa aktif antibakteri dan antiviral yang dapat meredakan batuk. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Penn State College of Medicine dan melibatkan 105 anak usia 2 hingga 8 tahun melaporkan bahwa madu dapat mengatasi masalah batuk pada anak-anak yang menderita infeksi saluran nafas bagian atas jika diberikan selama tujuh hari berturut-turut.

Efek yang ditimbulkan madu sama dengan efek obat batuk yang mengandung dextromethorphan. Saat terserang batuk, konsumsilah satu atau dua sendok madu saat sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

-Menghilangkan jerawat

Masalah kulit yang satu ini sering membuat kita jengkel karena dapat membuat kulit wajah menjadi kasar dan terkadang menghilangkan bekas yang sulit dihilangkan.

Jerawat yang timbul karena infeksi bakteri dan penumpukan sel kulit mati pada pori-pori akan menimbulkan peradangan dan benjolan merah pada wajah. Madu yang mengandung senyawa anti bakteri akan dapat membunuh bakteri P.acne penyebab jerawat sekaligus mengurangi radang dan kemerahan pada kulit wajah.

Cukup oleskan madu langsung pada jerawat selama 15 menit kemudian bilas dengan air hangat, lakukan perawatan ini setiap hari pasti jerawat yang mengganggu itu akan segera menghilang.

-Mencegah diabetes

Diabetes merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat dewasa ini dan penyakit ini biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat terutama pada kasus diabetes tipe 2.

Penderita diabetes akan kehilangan kemampuan untuk mengatur kadar gula dalam darah akibat hormon insulin yang tidak berfungsi secara normal. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dan gula akan dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Madu mengandung senyawa gula alami yang lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan gula pasir atau sukrosa. Hal ini disebabkan karena indeks glikemiks madu lebih rendah dibandingkan jenis gula lainnya seperti sukrosa sebagaimana disebutkan dalam penelitian Shambaugh et al., pada tahun 1990. Indeks glikemiks atau IG adalah skala yang menyatakan kecepatan suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula dalam darah.

Dengan kata lain, mengganti gula dengan madu dapat menurunkan resiko penyakit diabetes dan mengendalikan kadar gula dalam darah.

-Memperbaiki fungsi saluran cerna

Dalam sistem pencernaan, terdapat bakteri baik atau normal flora yang dapat membantu proses pencernaan makanan seperti bakteri yang hidup pada usus besar.

Tidak hanya kaya akan nutrisi, madu juga mengandung normal flora atau bakteri baik seperti bifidobakteria dan lactobacillus yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam saluran cerna dan mendukung proses pencernaan dalam usus besar.

Bakteri ini juga berfungsi melindungi saluran cerna dari pengaruh buruk bakteri pathogen seperti bakteri penyebab diare, Helycobacter pylori.

-Memperkuat kekebalan tubuh

Banyak penelitian yang telah membuktikan pengaruh madu terhadap sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian Abuharfeil et al., pada tahun 1999 menyebutkan bahwa madu dapat merangsang pembentukan sel –sel imun seperti sel natural killer, sel limfosit B dan T yang berfungsi dalam menangkal serangan penyakit.

Madu juga dapat merangsang produksi antibodi yang diperlukan dalam proses penyembuhan dalam tubuh, hal ini telah dibuktikan oleh Al-Waili and Haq dalam penelitiannya pada tahun 2004.

Oleh sebab itu, jika secara rutin mengkonsumsi madu setiap hari maka akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat masa penyembuhan.

Yup, itu dia guys sedikit informasi tentang madu yang kalian harus tahu. Jadi sekali lagi kalian harus lebih cermat ya kalau memilih madu jangan sampai kena tipu. Ok sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya ya.

Related Posts