stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Apa yang pernah terlintas dipikiran kalian saat kalian masih menjadi seorang anak-anak? Kebanyakan dari kita pastilah berpikir kalau mereka ingin cepat menjadi dewasa (hayo benar kan). Menjadi dewasa dan kemudian bebas melakukan kesenangan ini itu adalah alasan terbesar kenapa kita ingin cepat-cepat besar saat kecil dulu.

Namun, ketika kita sudah mwmasuki tahap kedewasaan ternyata keadaanya sangat berbeda dengan yang kita inginkan semasa kecil. Ya, keadaan seperti kita memiliki tanggung jawab menjadi makin besar, beban pekerjaan, pendidikan, karir dan sebagainya semuanya harus kita lewati. Lucunya, ketika sudah dewasa seperti sekarang ini, seringkali muncul lamunan lucu alangkah menyenangkan jika bisa kembali menjadi anak-anak. Dimana segala sesuatunya sangatlah mudah dan menyenangkan.

Masa kecil yang kita lalui tidak hanya sekedar tentang bermain, melainkan kita juga suka melakukan berbagai keisengan yang menyenangkan. Misalnya saja melakukan kenakalan kepada teman perempuan sepermainan dengan mengganggunya sampai menangis, mencuri mangga tetangga sebelah dan sebagainya. Kenakalan seperti ini kerap kali membuat kita kangen, namun kalau dipikir-pikir ternyata kita sudah melakukan suatu dosa.

Tapi, namanya anak kecil, saat itu kita tidak pernah berpikir apa yang namanya dosa, yang kita tahu adalah hal itu sangat menyenangkan,

Nah, kalau diingat-ingat lagi, kenakalan yang kita lakukan pastilah tidak sedikit. Ada cukup banyak keonaran yang kita buat dan berhasil menciptakan kenangan indah. Namun, anehnya baru ketika beranjak dewasa seperti sekarang kita sadar jika kelakuan tersebut harusnya tidak boleh kita lakukan. Apa saja sih kenakalan ketika waktu kecil dan bikin kita merasa menyesal? Kebetulan mimin masih ingat beberapa kenangan masa kecil yang cukup usil dan juga sering diusilin, siapa tahu kalian juga ada yang pernah mengalaminya. Ini dia daftarnya.

1. Tempel Permen Karet di Rambut Teman

Siapa yang semasa kecilnya rambutnya pernah ditempelin permen karet? Kalau mimin pernah banget selain jadi korban, mimin juga gak mau kalah karena gak terima mereka juga harus menerima hal yang sama. Namanya juga masih anak-anak yang penting mereka puas dan merasa senang.

Kalau diingat-ingat lagi rasanya kok polos kali lah yah sampe lakuin hal itu. Ketika si korban lewat maka permen karet langsung ditempelkan ke rambut. Ya, tentu saja ini menjijikkan belum lagi permen karet yang menempel akan susah sekali dicabut. Kalau sudah begitu lapor guru atau orangtua jadi solusi terakhir.

2. Congkel Uang Koin di Telepon Umum

Membicarakan masa kecil, rasanya belum lengkap tanpa memasukkan kisah cinta monyetnya dan yang ngalamin ini cuma anak dulu aja. Dulu saat gadget masih belum ada, bahkan ponsel monokrom saja jarang ada yang punya. Alhasil, untuk bisa menghubungi si pujaan hati harus memakai telepon umum sebagai jalan keluarnya.

Kamu yang sering melakukan ini pasti tahu triknya biar bisa menelepon dengan durasi yang agak lama bahkan tanpa batas. Yup, caranya adalah dengan mencongkel tempat koin dengan lidi agar koinnya bisa keluar lagi. Atau bisa juga dengan melubangi koin lalu ikat tali di sana dan tarik lagi setelah panggilan berakhir (hayo-hayo siapa yang pernah buat gitu).

3. Menarik Kursi Teman

Sebenarnya tidak tega untuk melakukan hal ini namun ketika ada kesempatan bagus entah kenapa seolah tangan kita bergerak sendiri. Hasilnya, boom! Gelak tawa pun menggelegar seisi kelas ketika si korban berhasil jatuh. Jahatnya kita, saat itu malah merasa bangga gara-gara bikin kelucuan padahal si korbannya sendiri kesakitan sambil menahan malu.

Tapi, namanya saja anak kecil, kita selalu bisa berbaikan dengan mudah. Uniknya lagi, setelah berbaikan seperti itu jika ada kesempatan yang sama datang lagi maka tak bakal dilewatkan. Namun, tak jarang pula si pelaku jadi korban berkali-kali gara-gara dijadikan obyek pelampiasan (kalo ini gak boleh dilakuin lagi ya).

4. Buang Air Kecil di Kolam Renang

Tidak semua anak terlahir di keluarga kaya dan punya kolam renang sendiri. Sehingga kita yang gak punya kolam sendiri harus pergi ke kolam renang umum biasa, rasanya memang sangat mengasyikkan karena jarang-jarang bisa main ke kolam renang. Nah, kenakalan apa sih yang sering kita lakukan di sini selain tidak menyerobot antrian seluncuran? Yup, kencing di dalam kolam renang. Hahaha…

Nah, uniknya kita punya cara unik agar tidak ketahuan ketika melakukan perbuatan jorok tersebut. Ya, biasanya dengan pergi ke sudut kolam renang dan kemudian buang air di sana. Setelah selesai lalu kembali berenang dengan yang lainnya. Kebiasaan ini ternyata turun temurun lho, sekarang pun masih banyak yang melakukannya khususnya anak-anak.

5. Memainkan Bel Tetangga Lalu Kabur

Ini sih terkadang masih mimin lakuin sampai dewasa ( tapi gak setiap hari kok). Yah, namanya juga masih anak-anak, mereka gak akan peduli dengan orang-orang yang berlari-lari dari dapur hanya untuk membukakan pintu dan setelah pintu dibuka hasilnya kosong melompong.

Kita sebagai pelakunya akan kabur sambil tertawa-tawa dan meninggalkan sang korban yang kebingungan. Kalau diingat setelah kita menjadi dewasa, rasanya sangat menyesal memperlakukan mereka seperti itu walaupun sebenarnya seru juga.

Yah itulah guys beberapa kenakalan yang pernah mimin lakuin pada saat masih kecil. Apakah kalian pernah melakukannya? Atau malah menjadi korban? bagi tau mimin ya guys.

Related Posts