stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Memiliki pasangan dalam menjalani kehidupan adalah hal yang paling diinginkan setiap orang. Karena dengan memiliki pasangan maka kita akan memiliki seseorang yang bisa kita ajak bicara untuk menyelesaikan masalah, ada yang selalu bisa menemani kita, menghibur kita bahkan menjaga kita.

Namun, terlalu memaksakan diri untuk memiliki pasangan juga bukanlah hal yang baik. Karena segala sesuatu hal yang dipasakan tidak akan indah. Ketakutan seseorang untuk hidup sendiri ataupun takut jadi jomblo bukanlah hal yang bisa dianggap sepele karena ini bisa saja ini menyangkut mental seseorang. Apa sih sebenarnya masalah dari seseorang yang takut menyandang status jomlo? Berikut ini adalah penjelasannya.

Takut Tidak Punya Pasangan Merupakan Masalah Mental

Ingin memiliki pasangan itu memang wajar, memangnya siapa sih yang gak mau punya pasangan?  Namun, jika keinginan itu didasarkan karena pakasaan itu bukanlah hal yang baik. Menurut suatu penelitian, kondisi seperti ini di sebut dengan anuptaphobia.

Anuptaphobia didefinisikan sebagai rasa takut yang berlebihan ketika menjadi lajang atau single. Orang yang memiliki fobia ini biasanya takut menjadi lajang selamanya atau juga takut mereka telah menikahi orang yang salah. Apakah ketakutan seperti ini bisa kalian anggap wajar? Tentu saja tidak.

Dalam beberapa tingkatan, Anuptaphobia level aman memiliki gejala berupa bayangan pasangan mereka di masa depan. Mereka akan selalu membayangkan apa yang akan mereka lakukan dengan pasangan mereka saat sudah menikah dan mereka juga suka menebak-nebak bagaimana pasangan mereka kelak.

Penelitian Tentang  Anuptaphobia

Seorang peneliti yang bernama Stephanie Spielmann meneliti bahwa sejumlah orang dewasa di Amerika Utara dan Kanada yang rata-rata berusia 30 tahun, berasal dari kalangan sarjana dan masyarakat umum memiliki kondisi seperti ini.

Hasil surveinya cukup mengejutkan yaitu “saat perasaan takut hidup melajang menguat dan tidak terkontrol, maka besar kemungkinan seseorang akan rela menjalani hubungan kembali, meskipun tidak ada lagi rasa cinta terhadap pasangannya,” kata Spielmann.

“Sekarang kita mengerti bahwa kecemasan seseorang menjadi lajang atau jomblo tampaknya memainkan peran kunci dalam hubungan yang tidak sehat,” tambahnya.

Tragisnya, dunia internet yang selalu menawarkan kencan secara online akan memperburuk kondisi seseorang yang memiliki ketakutan tersebut. “Bagi mereka yang rasa takutnya besar, maka mereka lebih cenderung tertarik menggunakan berbagai media atau pilihan online untuk bertemu dengan pacar baru atau melacak mantan mereka,” “Risiko yang mungkin akan terjadi adalah hubungan yang baru dijalin bisa saja akan berakhir lebih buruk atau hubungan tersebut memiliki kualitas yang lebih rendah,”

Menurut Geoff MacDonald dari profesor di Fakultas Psikologi, Universitas Toronto, masalah psikologis tersebut bisa terjadi baik pada pria dan wanita. “Kami menemukan bahwa pria dan wanita memiliki kekhawatiran yang sama tentang menjadi lajang dan memiliki pola menghadapi rasa itu yang serupa. Ini membantah anggapan bahwa hanya wanita saja yang takut menjadi lajang,” kata Macdonald.

Spielmann menganjurkan untuk tidak terlalu takut dan cemas ketika masih melajang. Buang pikiran kalian bahwa perempuan harus menjadi ibu rumah tangga dan juga jauhi tuntutan harus menikah.

Gejala Dari Anuptaphobia

Penderita anuptaphobia biasanya selalu terlihat depresi saat melihat pasangan lain saling memegang tangan atau jalan berdua. Berikut ini ada beberapa gejala lain dari penderita anuptaphobia:

Terlalu Berimajinasi dan Obsesif Pada Cinta, Pernikahan, dan Masa Depan Yang Bahagia

Angan-angan yang diimpikan oleh seorang anuptaphobia sangtalah tinggi. Ia terus berharap akan ada seseorang yang mencintainya seumur hidup dan siap menikahinya. Impian membangun keluarga yang bahagia selalu menghinggapinya. Imajinasi yang terus muncul dalam pikiran ini akan menganggu kegiatan sehari-hari seorang anuptaphobia

Menjadi Single Membuatmu Merasa Tak Berharga Atau Tak Pantas Bahagia

Menyandang status single, tanpa seseorang yang ada mendampingi membuatmu merasa tak bahagia. Kamu pun cenderung rapuh; mudah sedih atau depresi saat memikirkan kesendirianmu. Bahkan, kamu tak segan menganggap dirimu sendiri tak cukup berharga; tak punya kelebihan yang bisa ditawarkan dan membuat lawan jenismu tertarik.

Padahal, segala yang kamu rasakan hanya bersumber di kepalamu sendiri. Meskipun kamu adalah seorang yang cerdas, berkepribadian menyenangkan dan punya penampilan fisik yang menarik, kamu justru enggan menyadarinya. Pikiran-pikiran negatif sudah demikian hebat meracunimu. Menjauhkan kebahagiaan yang sebenarnya bisa datang dari dalam dirimu sendiri.

Tidak Sadar Akan Sumber Masalah

Sebenarnya, permasalahan mendasar dari seorang anuptaphobia adalah dirinya sendiri. Dia terlalu banyak berkhayal tentang seseorang yang akan hadir dalam hidupnya. Sehingga orang itu akan menjadi tidak semangat menjalani hidup dan jarang bersosialisasi dengan sekitar. Hal tersebut yang akan membuat penderita phobia ini sulit mendapatkan teman dan akhirnya mereka tidak menyadari bahwa rasa takut yang dimilikinya akan membuat mereka merasa jauh dari lingkungan sekitarnya.

Memilih Menjalani Hubungan Tanpa Masa Depan Ketimbang Menjomblo

Mudah bertengkar, saling egois dan banyak hal yang membuat kamu dan pasangan bertengkar. Tidak jarang sikap emosional kerap menyakiti satu sama lain. Akan tetapi, kamu tetap memaksakan untuk mempertahankan hubungan ini.

Dalam hal ini, bisa dinilai bahwa kamu hanya sekedar membutuhkan pasangan, bukan memilihnya karena ia adalah pendamping yang tepat. Rasa takut untuk menjomblo inilah yang membuat kamu bertahan dengan hubungan yang sepantasnya diakh

Takut Kesepian dan Kesendirian

Penderita anuptaphobia akan merasa tidak nyaman ketika harus bepergian seorang diri, misalnya saja jalan-jalan ke mall sendirian saat akhir pekan atau menonton bioskop sendirian. Seorang anuptaphobia akan merasa takut dengan kesendirian yang selalu menghantuinya. Hal ini akan mengganggu aktivitas ketika seorang anuptaphobia selalu mengandalkan orang lain untuk terus menemaninya.

Pikiran negatif meracuni Anda

Terkadang kamu tidak sadar bahwa sebenarnya pikiran-pikiran negatiflah yang membuat kamu berasumsi aneh. Kamu sering merenung dan mengasihani diri sendiri karena single. Padahal kamu layak diperlakukan dengan lebih baik.

Menunggu dan menemukan pasangan yang tepat tentunya lebih bijaksana ketimbang berada di dalam hubungan yang sekadarnya. Bagaimanapun, hatinu lebih tau manakah yang pantas untuk dipilih. Daripada menghabiskan waktu untuk hubungan yang tidak layak dijalani, bukankah lebih baik menjadi jomblo lebih dulu? Lagian guys, jomblo itu adalah jodoh yang tertunda. Jadi kalian gak perlu khawatir ya guys.

Selalu Merasa Tidak Cukup

Jika kamu menderita fobia menjomblo ini, kamu akan merasa selalu tidak lengkap. Kamu merasa seolah kamu bangun tidur dengan luka menganga, atau belahan jiwa kamu hilang, atau ada rongga di hati kalian. kaliam tidak benar-benar hadir saat berada di sekitar orang-orang yang berbicara dengan Anda karena Anda tidak benar-benar menikmati hari-hari dan momen-momen kalian.

Kalian menciptakan delusi paranoid di kepalamu dan kamu merasa karena kamu jomblo,kamu tidak berharga. Kamu terlalu takut menjomblo sehingga kamu merasa ini membuat kamu tak bisa menawarkan apa pun. Padahal, banyak orang yang mungkin mengagumi status single dan independenmu dan kamu tak bisa melihat ini.

Penyebab Dari Anupthapobia

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi ketika mengembangkan anuptaphobia. Secara umum, bahwa fobia muncul dari kombinasi peristiwa eksternal (yaitu peristiwa traumatis) dan kecenderungan internal (yaitu keturunan atau genetika). Banyak fobia spesifik dapat ditelusuri kembali yang memicu peristiwa tertentu, biasanya ini merupakan pengalaman traumatis pada usia dini.

Fobia sosial dan agoraphobia memiliki penyebab yang lebih kompleks yang tidak sepenuhnya diketahui pada saat ini. Hal ini diyakini bahwa keturunan, genetika dan kimia otak menggabungkan dengan pengalaman hidup untuk memainkan peran utama dalam pengembangan fobia.

Hal lain yang mempengaruhi keadaan menjadi semakin parah adalah faktor lingkungan. Yang paling umum adalah orang-orang yang memiliki kehidupan yang terlalu buruk. Terutama, bagi mereka yang memiliki pengalaman traumatis yang berkaitan dengan komitmen dan sentimental dalam hubungan seperti setelah menyaksikan orang tua yang bercerai. Ini  dapat menjadi pemicu timbulnya keadaan ini..

Memiliki lingkungan yang mendidik, akan membuat seseorang menjadi lebih mengenal keadaaan disekitar mereka. Dalam sebuah keluarga yang stabil juga akan dapat mempengaruhi perkembangan anuptaphobia. Tanda dari kepribadian tersebut akan dapat membuat seseorang memiliki ketergantungan atau harga diri yang rendah dan inilah yang akan mengakibatkan orang mendapatkan gangguan tersebut.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa tekanan dan penolakan sosial yang ada disekitar dan perceraian orang tua dapat menjadi faktor yang dapat meningkatkan prevalensi gangguan ini.

Bagaimanan Cara Mengatasi Anupthaphobia?

Anuptaphobia adalah gangguan yang dapat memperburuk keadaan mental seseorang. Seseorang yang memiliki gangguan ini dapat terkena sensasi negatif yang sangat tinggi dan manifestasi dari kecemasan, yang dapat mempengaruhi perilaku mereka dari hari ke hari dan tentunya ini dapat berpengaruh pada kualitas hidup mereka.

Selanjutnya, mengatasi perubahan ini tanpa bantuan dari seseorang yang memang profesional dalam mengatasi kesehatan mental hampir sangat mustahil. Ini merupakan phobia yang paling spesifik dan harus dari keinginan sang pasien sendiri untuk melakukan penyembuhan.

Pada kenyataannya, kebanyakan orang yang mencari bantuan psikologis untuk mengatasi fobia mereka dengan mengikuti beberapa faktor pendorong dibawah ini:

  • Sesuatu telah berubah dalam hidup pasien yang membuat stimulus fobia memperoleh kehadiran atau relevansi yang lebih besar.
  • Ini akan dapat menyebabkan ketakutan tertentu muncul pada kondisi kehidupan mereka saat ini.
  • Orang bosan hidup dengan rasa takut tertentu dan memutuskan, dengan sendirinya atau dipengaruhi oleh pihak ketiga, untuk akhirnya memecahkan masalah mereka.

Perawatan untuk anuptaphobia

Salah satu aspek yang paling optimis dari anuptaphobia adalah bahwa hal itu dapat mengatasi dan dikirimkan jika intervensi tepat diterapkan.

Dalam pengobatan gangguan ini, obat-obatan tidak akan dapat digunakan, kecuali dalam kasus-kasus dimana respon kecemasan adalah sangat tinggi dan penggunaan anxiolytics diperlukan untuk stabilisasi.Dengan cara ini, intervensi utama yang harus diterapkan dalam anuptaphobia adalah psikoterapi.

Secara khusus, terapi perilaku kognitif bisa menyediakan teknik yang efektif untuk pengobatan anuptaphobia.Teknik desensitisasi sistematis, eksposur dalam imajinasi, terapi kognitif dan relaksasi adalah psychological perawatan yang paling sering digunakan dalam melakukan pengobatan seperti ini.

Melalui teknik ini pasien terkena unsur-unsur yang ditakuti dan pekerjaan yang dilakukan untuk menghindari respon penghindaran, sehingga sedikit demi sedikit individu akan menjadi  lebij terbiasa dengan ketakutannya dan mengembangkan keterampilan yang memungkinkan dia untuk menghadapinya.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang penderita anuptaphobia. Jadi jangan sampai deh hanya karena takut menjadi jomblo kalian jadi memaksakan suatu hubungan.

Related Posts