stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Setiap hari sebelum atau pergi bekerja, bagi orang dewasa menyeduh secangkir kopi untuk melewati hari sudah menjadi ritual bagi mereka. Tapi coba deh kalian pikirkan lagi, apa yang terjadi pada kalian setelah meminum secangkir kopi? Apakah kalian merasakan adanya peningkatan energi, rasa waspada dan merasa lebih fokus? Dan apakah yang terjadi jika di pagi hari kalian melewatkan secangkir kopi? Apakah kalian merasa lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi?

Hal ini dapat terjadi karena kopi mengandung kafein, yang merupakan obat perangsang. Beberapa stimulan yang terdapat pada kopi, selalu digunakan oleh kebanyakan orang untuk meningkatkan kewaspadaan mereka. Ada beberapa stimulan yang aman dan juga ada yang berbahaya  jika tidak dikomsumsi dengan benar. Biasanya stimulan ini hanya boleh dipakai dengan menggunakan resep dokter saja namun ternyata ada yang dijual dengan bebas.

Memangnya seperti apa sih stimulan itu? Kalau kalian ingin tahu selengkapnya simak disini aja ya. Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Dari Stimulan

Stimulan adalah obat-obatan yang dapat menaikkan tingkat kewaspadaan dalam rentang waktu yang cukup singkat. Stimulan biasanya memiliki efek samping yang dapat menaikkan efektivitas. Beberapa jenis dari stimulan memiliki efek yang lebih kuat dan sering kali disalahgunakan menjadi obat yang ilegal atau dipakai tanpa resep dokter. Stimulan yang disalah gunakan tersebut dapat digolongkan dalam kelompok narkotika bahkan juga ada jenis yang dijadikan sebagai obat perangsang.

Efek dari stimulan ini akan menaikkan kegiatan sistem saraf simpatetik, sistem saraf pusat (CNS) atau kedua-duanya sekaligus. Beberapa stimulan menghasilkan sensasi kegirangan yang berlebihan, khususnya jenis-jenis yang memberikan pengaruh terhadap CNS.

Biasanya pemakaian obat ini dipakai di dalam terapi untuk menaikkan atau memelihara kewaspadaan, untuk menjadi penawar rasa lelah, di dalam situasi yang menyulitkan tidur (misalnya saat otot-otot bekerja), untuk menjadi penawar keadaan tidak normal yang mengurangi kewaspadaan atau kesadaran (seperti di dalam narkolepsi), untuk menurunkan bobot tubuh (phentermine), juga untuk memperbaiki kemampuan berkonsentrasi bagi orang-orang yang didiagnosis sulit memusatkan perhatian (terutama ADHD).

Dalam peristiwa yang jarang terjadi, stimulan juga dipakai untuk merawat orang yang mengalami depresi. Terkadang ini juga dipakai untuk memompa ketahanan dan produktivitas dan juga dapat digunakan untuk menahan nafsu makan. Eforia yang dihasilkan oleh beberapa stimulan akan mengarah kepada penggunaan rekreasionalnya, meskipun hal ini tidaklah legal di dalam sebagian besar sistem hukum.

Kafein yang biasa ditemui di dalam minuman seperti kopi dan minuman ringan, seperti halnya nikotin, yang dijumpai pada tembakau adalah salah satu jenis di antara stimulan yang paling biasa dipakai di dunia.

Jenis Dari Penggunaan Stimulan

Orang yang menggunakan stimulan biasanya hanya untuk mencari peningkatan kewaspadaan atau fungsi pada otak. Menurut National Institute on Drug Abuse, berbagai jenis stimulan bekerja untuk meningkatkan energi, meningkatkan suasana pengguna, memompa denyut jantung dan sebaliknya merangsang si pengguna.

Ada beberapa dari efek ini yang bila dilakukan secara moderat atau secara medis memang akan sangar membantu. Namun, jika penggguna menggunakan melampaui titik stimulasi medis maka ini dapat memiliki efek yang berbahaya.

Nah, dibawah ini ada beberapa jenis stimulan yang harus kalian tahu.

Jenis  stimulan yang legal

Stimulan yang legal maupun ilegal sama-sama memiliki potensi untuk disalahgunakan. Ada banyak jenis obat yang mengandung stimulan yang memang dilegalkan seperti kafein dan nikotin.

Nikotin sendiri hanya boleh dibeli oleh orang-orang yang berusia minimal 18 tahun sedangkan kafein tidak memiliki keterbatasan. Seseorang yang menggunakan stimulan tidak akan dikenakan hukuman jika mereka menggunakannya sesuai dengan anjuran dari dokter. Biasanya penggunaan obat stimulan ini akan digunakan untuk mengendalikan berat badan dan mengurangi efek dari ADD ataupun ADHD.

Stimulan legal yang paling umum termasuk:

  • Amfetamin seperti Dexedrine atau Dextroamphetamine
  • Efedrin
  • Kafein
  • Nicotin

Jenis stimulan yang ilegal

Ada jenis tertentu dari stimulan yang memiliki guna medis yang nyata dan ada juga yang dianggap tidak aman jika dikomsumsi dengan tidak teratur. Jenis stimulan yang tidak memiliki tingkat aman biasanya bersifat ilegal. Beberapa jenis stimulan yang tidak diperbolehkan dijual ditoko-toko dan tidak boleh dimiliki meliputi:

  • Shabu-shabu
  • Kokain
  • Crack Kokain
  • MDMA

Beberapa jenis obat diatas dapat menyebabkan efek samping yang berpotensi serius dan bahkan bisa menyebabkan kematian jika disalahgunakan. Karena stimulan ini ilegal dan tidak menggunakan saran dokter, maka penggunaan obat-obatan dianggap tidak baik dan harus dihindari.

Stimulan dalam penggunaan medis

Berbagai jenis stimulan yang digunakan dalam bidang medis memang dianjurkan karena dapat menghasilkan efek yang diinginkan seperti penurunan berat badan atau peningkatan konsentrasi. Menurut National Institute on Drug Abuse, obat yang mengandung stimulan seperti Adderall atau amfetamin lainnya dapat digunakan secara medis untuk mengobati ADHD atau gangguan pikiran lainnya.

Obat-obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati narkolepsi, gangguan tidur langka yang akan menyebabkan individu untuk tiba-tiba jatuh tertidur tanpa pemberitahuan.

Stimulan medis legal memang memiliki kegunaan tersebut tapi tetap saja kita harus menggunakan resep dokter untuk mendapatkan obat tersebut. Obat-obat ini dapat merangsang sistem saraf pusat, akan tetapi ini hanya bekerja bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan stimulasi ini dan sesuai dengan resep yang dianjurkan.

Jika pengguna mengikuti anjuran maka dia akan mendapatkan efek menguntungkan yang dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup meskipun hidup dengan kondisi atau penyakit tertentu.

Untuk sementara ini, stimulan medis ini sudah dikendalikan oleh DEA berdasarkan skala narkotika yang memang sudah dijadwalkan. Sebagian besar stimulan telah dianggap sebagai zat yang tidak dapat dikendalikan yang berarti mereka memiliki potensi untuk disalahgunakan yang pada akhirnya akan menyebabkan ketergantungan fisik atau psikologis.

Obat Yang Mengandung Efek Stimulan

Seperti yang kita tahu, obat memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini dapat dijadikan sebagai pertolongan pertama sebelum kita pergi ke dokter. Namun kenyataannya, ada juga orang yang menggunakan obat-obatan yang tugasnya menyembuhkan kemudian dijadikan sebagai ketergantungan.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat yang pada akhirnya disalah gunakan:

Metilfenidat

Metilfenidat juga merupakan obat stimulan dan ini dapat ditemukan pada obat untuk penderita ADHD. Mengkonsumsi metilfenidat dengan dosis yang cukup tinggi dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang berbahaya, denyut jantung yang menjadi tidak teratur, resiko terjadinya gagal jantung, gangguan sirkulasi darah atau kejang hebat.

Dextromethorphan

Dextromethorphan merupakan salah satu obat batuk yang aman bila digunakan dalam dosis yang sesuai. Akan tetapi, jika dikomsumsi secara berlebihan maka ini dapat menyebabkan terjadinya euforia, gangguan penilaian, mual, muntah, gangguan koordinasi otot dan peningkatan denyut jantung.

Pseudoefedrin

Pseudoefedrin merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi flu. Pseudoefedrin merupakan salah satu bahan pembuat obat terlarang (methamphetamine). Jadi pastinya ini akan menjadi sangat berbahaya kalau kita menggunakannya tidak sesuai dosis.

Quetiapine (Xeroquel)

Quetiapine telah diakui di daftar ini karena banyaknya orang yang di penjara karena menyalahgunakan obat ini. Sebenarnya, obat ini digunakan untuk para penderita skizofrenia, gangguan bipolar dan insomnia.

Obat penenang ini dijuluki sebagai “penjara Heroin” karena para tahanan umumnya memperdagangan pil ini. Obat ini sangat banyak dan populer didalam penjara. Orang yang menyalahgunakannya akan merasa rileks dan merasa terbebas dari “perjalanan buruk” hidup yang dialaminya, tapi lagi-lagi efek itu hanya bersifat sementara. Biasanya obat ini dikombinasikan dengan kokain dan dibentuk “Q-ball”, dengan begitu efek penenangnya akan terasa lebih lama.

Barbiturat

Barbiturat merupakan obat depresan yang digunakan untuk mengatasi rasa cemas atau untuk mengatasi gangguan tidur. Obat depresan dapat bekerja dengan cara memperlambat fungsi otak. Walaupun obat ini memiliki manfaat baik bila digunakan sesuai dosis yang direkomendasikan oleh dokter, akan tetapi barbiturate juga dapat menyebabkan kecanduan.

Selain itu, bila kalian mengkonsumsi barbiturat bersamaan dengan obat-obatan tertentu dan alkohol, maka denyut jantung dan pernapasan kalian pun akan melamba  dan bahkan ini dapat menyebabkan kematian mendadak.

Amfetamin (Ekstasi)

Amfetamin merupakan salah satu obat golongan stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan energi. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi narkolepsi, ADHD dan depresi yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan lainnya.

Beberapa resiko jika mengkomsumsi amfetamin yang dapat terjadi adalah denyut jantung tidak teratur, peningkatan denyut jantung, penurunan nafsu makan, gagal jantung, gelisah, sulit tidur, dan yang paling bahaya adalah mengalami kecanduan.

Kandungan Yang Terdapat  Pada Stimulan

Seperti yang telah kita jelaskan diatas bahwa stimulan adalah obat psikoaktif yang dapat meningkatkan aktivitas di dalam otak. Dalam waktu singkat, obat ini dapat meningkatkan kewaspadaan, merubah suasana hati dan kesadaran.

Beberapa obat stimulan legal telah digunakan secara meluas, namun ada juga yang bersifat bahaya. Dikatakan berbahaya karena, jenis obat stimulan ini memeliki kandungan yang berbahaya.

Seperti apa kandungan yang dimiliki obat jenis stimulan. Berikut ini adalah penjelasannya.

Kafein

Kafein adalah kandungan yang paling banyak digunakan untuk obat psikoaktif di dunia. Kandungan dari kafein ini barnyak ditemukan dalam kopi, teh, kakao, cokelat permen dan minuman ringan.

Untuk penggunaan dosis yang tepat, kafein memiliki beberapa efek positif seperti dapat meningkat energi dan kewaspadaan mental, penggunaan berat dapat menyebabkan gejala seperti kegelisahan dan insomnia. Gejala tersebut pada akhirnya akan semakin meningkat dan menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan lekas marah.

Nikotin

Nikotin dianggap sebagai salah satu dari tiga obat psikoaktif yang paling banyak digunakan di dunia, terlepas dari itu kenyataannya bahwa ada beberapa (jika ada) yang digunakan pada dunia medis untuk dijadikan sebagai obat. Selama awal hingga pertengahan abad kedua puluh, penggunaan rokok telah dianggap modis. Laporan tentang konsekuensi yang merugikan kesehatan telah menyebabkan penggunaan dari rokok semakin dijauhi.

Walaupun seperti itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa pada tahun 2014, sekitar 17 persen dari orang dewasa AS atau usia di atas 18 tahun (sekitar 40 juta individu) dianggap sebagai perokok.

National Institute on Drug Abuse melaporkan bahwa penggunaan tembakau merupakan penyebab utama kematian, timbulnya penyakit hingga menjadi cacat, ada lebih 480,000 yang meninggal setiap tahunnya diakibatkan karena rokok.

Kokain

Kokain adalah obat-obatan psikoaktif ilegal yang terbuat dari daun pohon koko. Selama tahun 1800-an, seorang ahli psikoanalis Sigmund Freud menganjurkan penggunaan kokain sebagai terapi pengobatan untuk gangguan psikologis, tanpa menyadari adanya zat adiktif pada obat tersebut. Selama awal 1900-an, kokain tidak memiliki aturan hukum di Amerika Serikat dan ini dapat dengan ditemukan di banyak toko obat.

Pada tahun 1906, pemerintah mulai membutuhkan produsen untuk membuat label produk yang mengandung kokain dan mulai menempatkan pembatasan serius pada distribusi awal tahun 1920-an. Penggunaan dan penjualan kokain telah dibatasi karena telah dianggap ilegal dalam kebanyakan kasus. Untuk sekarang ini, kokain telah dianggap sebagai obat-obatan ilegal di Amerika Serikat.

Kokain dapat dikomsumsi dengan berbagai cara yaitu dihirup, disuntikkan atau diambil secara oral. Obat ini dapat mencapai otak dengan cepat dan kemudian didistribusikan ke jaringan lain pada seluruh tubuh. Pemakaian kokai dapat dengan cepat dimetabolisme oleh enzim dalam hati dan plasma hanya dalam waktu sekitar 30 sampai 60 menit, namun baru dapat dideteksi dalam tes urine dalam waktu 12 jam setelah pemakaian.

Shabu-shabu

Untuk saat ini shabu juga telah dikenal sebagai salah satu stimulan ilegal yang paling sering digunakan. Shabu sangat adiktif dan ini dapat menghancurkan jaringan di otak dan pada akhirnyaa membuat otak menjadi rusak.

 Efek Yang Ditimbulkan Dari Penggunaan Stimulan

Stimulan dapat memengaruhi cara otak bekerja dengan menyebabkan perubahan dalam cara-cara di mana sel-sel saraf berkomunikasi dengan satu sama lain. Sel-sel ini disebut dengan neuron, yang bertanggung jawab untuk transmisi  pesan ke seluruh tubuh.

Biasanya ini dapat bertindak sebagai pintun gerbang untuk menerima respon nyeri, energi, perilaku dan sikap. Ketika stimulan diambil, maka ini dapat menghasilkan efek merangsang pada sistem saraf pusat yang menyebabkan kesenangan, peningkatan energi dan berbagai efek lainnya. Beberapa efek lain dari penggunaan atimulan ini adalah:

Efek euforia

Menurut National Institute on Drug Abuse, efek yang paling umum dari stimulan adalah euforia dan kesenangan. Efek euforia stimulan adalah hasil dari zat yang mengganggu fungsi otak yang menyebabkan peningkatan mendadak dalam produksi dopamin. Dopamin adalah bahan kimia dalam otak yang bertanggung jawab untuk memproduksi kesenangan, kebahagiaan dan euforia.

Sayangnya, penggunaan stimulan secara berulang dapat menyebabkan efek yang lebih mengerikan. Pengguna mungkin tidak lagi merasa efek euforia saat menggunakan obat tersebut sebagai hasil produksi dopamin yang membuat si pemakai tidak bisa berhenti memakainya. Ini akan membuat pengguna menjadi kecanduan stimulan, ia akan merasa seolah-olah satu-satunya cara untuk menjadi bahagia atau merasa baik adalah dengan menggunakan stimulan.

Efek jangka pendek dari penggunaan stimulan

Penglihatan kabur dan sering merasa kebingungan bisa menjadi efek jangka pendek dari penggunaan stimulan. Ketika pengguna baru pertama kali dalam menggunakan stimulan, ia akan merasa energik dan gembira. Lama-kelamaan obat ini akan menyebabkan peningkatan kewaspadaan dan energi. Pengguna bahkan tidak akan merasa lapar berkat efek rangsangan dari efek ini.

Beberapa efek lainnya dari penggunaan jangka pendek stimulan, meliputi:

  • Peningkatan denyut jantung
  • Suhu tubuh meningkat
  • Tekanan darah meningkat
  • Mual
  • Penglihatan kabur
  • Pupil yang membesar
  • Kebingungan
  • Kejang otot

Stimulan juga dapat menyebabkan hati menjadi bekerja lebih keras, bekerja dengan tekun untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ini juga dapat menyebabkan konsekuensi serius yaitu dapat meningkatkan resiko serangan jantung atau stroke ketika ia berada di bawah pengaruh obat perangsang ini.

Efek jangka panjang dari penggunaan stimulan

Pemakaian stimulan memiliki potensi yang luas untuk dapat menyebabkan kecanduan dan ketergantungan. Stimulan yang mengakibatkan kecanduan dapat mengakibatkan overdosis, efek samping permanen atau bahkan kematian. Penggunaan stimulan legal atau stimulan ilegal yang berlebihan, juga dapat menyebabkan peningkatan yang membuat sulit bagi pengguna untuk menghasilkan efek yang sama dengan obat.

Efek jangka panjang dari stimulan bervariasi berdasarkan jenis stimulan yang sedang digunakan, pada dirinya. Potensi efek jangka panjang dari stimulan dapat mencakup:

  • Anoreksia atau penurunan berat badan yang ekstrem
  • Halusinasi
  • Paranoia atau kecemasan
  • Kesulitan berkonsentrasi atau berfokus
  • Masalah gigi

Tergantung pada bagaimana stimulan yang digunakan, berbagai efek fisik dari stimulan juga mungkin timbul dari penggunaan tersebut. Jika pengguna juga termasuk pengguna kokain, maka stimulan akan menjadi berbahaya, ia akan menderita penyakit yang lebih kronis seperti hidung meler, mimisan, infeksi sinus atau hilangnya indera penciuman.

Stimulan yang disuntikkan dapat mengakibatkan infeksi di tempat suntikan, penjangkitan penyakit seperti HIV atau Hepatitis  juga dapat terjadi akibat dari berbagi jarum kotor.

Efek jangka panjang dari stimulan ini mungkin juga termasuk dalam serangan panik permanen, psikosis atau ketidakstabilan pada mentalnya. Orang-orang yang menyalahgunakan stimulan dapat meningkatkan resiko tertular beberapa penyakit termasuk PMS dan juga mungkin menderita dari efek samping seperti hilangnya fungsi seksual, depresi serius atau delusi.

Waduh guys, ternyata pemakaian dari obat yang mengandung stimulan efeknya ngeri juga ya. Oleh karena itu, kalau kalian ingin mengkomsumsi obat jenis ini sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter karena kalau tidak bukan sembuh yang didapat malah nambah penyakit.

Related Posts