stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Pernakah kalian melihat seseorang yang selalu membersihkan dirinya berulang kali? Yah, mungkin saja itu wajar. karena setiap orang memang harus selalu terlihat bersih. Namun, gimana jadinya kalau dalam setiap menit seseorang harus membersihkan dirinya secara berulang-ulang, misalnya saja mencuci tangan berulang kali. Pastinya akan sangat merepotkan.

Menurut kalian apakah itu adalah hal yang wajar? Bagaimana kalau ternyata itu adalah sebuah gangg0uan kejiwaan? Ini pasti akan membuat sang pasien sangat sulit untuk melaluinya.

Nah, seperi apa sih keadaan seseorang yang mengalami gangguan ini? Kalau kalian ingin mengetahuinya, dibawah ini adalah penjelasannya.

Melakukan Sesuatu Secara Berulang Pertanda Adanya Gangguan

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan di mana seseorang akan melakukan sesuatu yang berulang-ulang. Ini merupakan sensasi dari pikiran yang akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dengan dipaksa oleh pikiran.

 

Perilaku yang biasa mereka lakukan adalah mencuci tangan berulang kali, memerriksa sesuatu secara berulang bahkan membersihkan sesuatu berulang kali. Jika ini  dibiarkan maka ini akan dapat mengganggu kegiatan mereka sehari-hari.

Kebanyakan orang memang sering memusatkan pikiran dan melakukan hal yang berulang-ulang. Akan tetapi, hal seperti itu tidak akan mengganggu kehidupan mereka dan malah dapat membuat tugas meraka menjadi lebih mudah.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi para penderita OCD, pikiran mereka akan akan selalu memaksa mereka untuk melakukan hal yang tidak diinginkan dan ini akan membuat mereka menjadi sangat susah.

Orang-orang dengan COD dapat langsung mencurigai bahwa obsesi yang mereka alami adalah hal yang tidak benar, Sedangkan orang disekitar mereka akan beranggapan bahwa, cara berpikir orang dengan COD sangat aneh.

Penderita OCD dapat terjebak dalam siklus pikiran dan perbuatan berulang yang tidak ada hentinya. Melakukan ritualnya dapat menghentikan perasaan cemas yang mereka rasakan, walaupun hanya bersifat esementara. Penderita akan tetap melakukan ritualnya lagi ketika pikiran obsesif itu muncul kembali.

Faktor-Faktor Yang Dapat Mengembangkan OCD

Obessesive Compulsive Disorder atau OCD diperkirakan dapat berkembang dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan OCD, termasuk sejarah keluarga, faktor-faktor sosial dan faktor-faktor psikologis juga dapat mengembangkannya. Faktor-faktor lain yang khusus untuk OCD meliputi:

Faktor biologis– OCD telah dikaitkan dengan beberapa faktor neurologis dan kadar serotonin yang tidak teratur (kimia yang mengirimkan pesan antara sel-sel otak). Penelitian telah menunjukkan adanya perubahan kimia secara struktural dan fungsional yang akan membuat kelainan di otak menjadi terus berlanjut.

Perilaku lingkungan / mempelajari sesuatu: Beberapa ahli mengatakan bahwa OCD mungkin berkembang sebagai akibat dari perilaku belajar, baik dengan pengkondisian langsung (misalnya mengembangkan suatu keharusan cuci tangan agar tidak tertular penyakit akibat dari melakukan kontak dengan binatang) atau belajar dengan menonton perilaku orang lain, misalnya orangtua.

Pengalaman traumatis – Risiko pengembangan OCD akan semakin meningkat saat orang mengalami kejadian kehidupan yang tidak diinginkan dan kejadian kehidupan yang kurang diinginkan.

Selain itu, OCD berkembang lebih sering pada orang-orang yang menjadi korban dari sesuatu yang traumatis, seperti situasi di mana mereka takut akan luka atau kematian yang serius.

Terutama pada kasus pemerkosaan dan pelecehan fisik dan seksual yang terjadi di masa kecil. Ini adalah beberapa hal yang dapat memicu timbulnya OCD. Pelecehan seksual secara signifikan terkait dengan peningkatan kesempatan untuk mengembangkan semua gejala OCD kecuali perasaaaan terkontaminasi/mencuci tangan berulang kali.

Pelecehan fisik secara signifikan terkait dengan pemikiran memalukan. Kehilangan orang tua terkait dengan pencegahan bahaya/mengecek sesuatu berulang-ulang dan pikiran memalukan lainnya.

Gejala Yang Ditampakkan Oleh Sipenderita

Tanda dan gejala yang dialami penderita OCD biasanya berupa munculnya perilaku obsesif dan kompulsif yang bukan disebabkan oleh penggunaan obat atau kondisi lainnya. Hal tersebut dapat menyebabkan stres dan memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Ada banyak tipe perilaku obsesif kompulsif, di antaranya:

  • Merasa seorang perfeksionis

Memiliki standar yang tinggi, tentu boleh-boleh saja. Tapi, ada beberapa orang yang “lebih” dibanding orang lain kebanyakan. Perfeksionisme adalah salah satu bentuk OCD. “Orang perfeksionis memiliki versi berlebihan dalam sifat dan kata-kata,” kata Szymanski.

Misalnya saja ketika mengisi formulir dan kamu merasa tidak suka dengan gaya bahasa yang kamu buat sendiri, maka kamu akan menghapusnya, menulis lagi dengan gaya bahasa yang berbeda dan merasa ada yang kurang lagi, menghapus lagi, menulis lagi dan begitu terus berulang kali.

  • Bersemangat untuk selalu menjaga kebersihan

Mencuci tangan setelah meninggalkan kamar mandi ataupun sebelum makan, merupakan tindakan menjaga kebersihan yang masih wajar. Tapi bagaimana jadinya kalau OCD yang memengang kendali?

Ini bisa membuat seseorang untuk mencuci tangannya berulang kali, demi memenuhi permintaan setan yang selalu meraung dalam pikiran, yang mengatakan kalau tidak mencuci tangan maka kalian bisa terserang kuman.

Semangat OCD ini jika untuk kebersihan dapat mengambil bentuk yang berbeda, tidak hanya mencuci tangan, mereka juga akan mencuci peralatan makan dan membersihkan lantai berulang kali. Biasanya mereka akan selalu menyadari bahwa tidak alasan untuk mengulangi tindakan itu, tapi mereka akan merasa lebih aman jika melakukan itu.

  • Selalu mengecek secara berulang

Gejala OCD yang satu ini menyerang penderitanya untuk selalu memeriksa sesuatu berulang kali. Pada tipe ini, umumnya gak jauh berbeda dengan penderita tipe yang selalu rajin mencuci tangan.

Penderita OCD akan melakukan pengecekan berulang kali kepada hal, benda atau barang yang berbahaya. Contoh yang paling umum seperti mengecek kunci pintu rumah, mematikan kompor atau lampu dengan melakukan pengecekan berkali-kali. Para penderita merasa bahaya akan selalu datang mengintai dan jika terjadi sesuatu yang bersifat celaka mereka tak segan menyalahkan dirinya sebagai yang harus disalahkan.

  • Terlalu seperti orang yang kikir

Sesorang yang dikatakan kikir apabila mereka takut kehilangan uangnya. Keadaan ini juga sama dialami oleh orang yang memiliki keadaan OCD. Namun, lebih parah, mereka akan lebih tampak seperti seseorang yang sangat menggilai uang.

Mereka akan selalu menghitung uang yang ada di dompet hingga berulang kali. Tidak hanya itu, ketika mereka belanja dan mendapat uang kembalian, maka mereka akan menghitungnya dengan sangat teliti, untuk memastikan tidak ada uang yang hilang.

  • Selalu mengulangi permintaan

Kecenderungan seseorang yang menderita OCD yang selalu mengulang permintaan, dapat membuat keluarga dan teman sekitar mereka menjadi merasa jengkel. Misalnya saja seperti, ketika ada teman atau keluarga yang mengajak si penderita OCD untuk bertemu.

Namun, kemudian si penderita OCD ini membuat kesalahan sehingga membnat janji yang mereka buat batal. Karena merasa bersalah si penderita OCD ini, akan selalu meminta maaf dan  meminta ampun hingga berulang kali.

  • Selalu rajin membersihkan rumah

Alasannya bukan karena ibu mertua akan datang, anak-anak bermain tanah lalu masuk ke dalam rumah tanpa mencuci kaki atau karena memang harus agar rumah selalu nyaman.

Jika seseorang yang memiliki OCD, maka kalian akan merasa seperti tidak punya pilihan selain membersihkan rumah, karena jika tidak melakukannya, maka seseorang dalam rumah tangga kalian akan terkontaminasi bakteri salmonella dan itu akan menjadi kesalahan kalian.

Keadaan seperti ini hampir mirip dengan selalu ingin mencuci tangan, dorongan yang muncul dari dalam diri kalian untuk membersihkan rumah berulangkali adalah karena rasa takut yang tidak masuk akal,ini juga akan memakan waktu dan membuat kalian menjadi lebih stres.

Membersihkan rumah tidak harus puluhan atau bahkan ratusan kali dalam sehari, kata Reid Wilson, PhD, asisten profesor psikiatri di University of North Carolina School of Medicine.

Biasanya, membersihkan rumah hanya memerlukan waktu satu sampai dua jam setiap hari. Tapi, karena kalian sangat terobsesi, maka kalian akan melakukannya sangat lama, mungkin lima sampai enam jam sehari.

Jenis-Jenis Gangguan Obsesif Kompulsif

Sebenarnya ada empat kategori utama dari Obsessive Compulsive Disorder (OCD) ini, serta ada juga berbagai jenis sub penyakit dalam setiap kategorinya . Namun, biasanya seseorang yang menderita OCD akan masuk ke dalam salah satu dari ke empat kategori berikut.

  • Checking
  • Contamination / Mental Contamination
  • Hoarding
  • Ruminations / Intrusive Thoughts

Checking – ini merupakan dorongan kebutuhan untuk memeriksa, agar tidak terjadi  kerusakan, kebakaran, kebocoran atau kerugian lainnya. Beberapa bagian yang diperiksa mencakup:

  • Memori ( selalu memeriksa memori untuk meyakinkan pikiran bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi).
  • Tonbol-tombol gas atau lampu(ketakutan jika kompor bisa meledak dan membuat kebakaran).
  • Keran air  (ketakutan akan membuat rumah banjir dan merusak barang-barang berharga).
  • Mengunci pintu (ketakutan tentang seorang pencuri yang akan masuk ke dalam rumah dan mengambil barang-barang berharga).
  • Alarm rumah (ketakutan agar tidak ada pencuri yang masuk dan menyebabkan bahaya).
  • Jendela (ketakutakan agar selalu was-was terhadap pencuri).
  • Peralatan (ketakutan akan menyebabkan rumah menjadi terbakar).
  • Lampu rumah (ketakutan akan terjadinya korsleting).
  • Kunci mobil (ketakutan mobil akan dicuri).
  • Membaca kembali pos surat dan kartu ucapan sebelum penyegelan / mailing (ketakutan menulis sesuatu yang tidak pantas atau menyinggung).
  • Lilin (takut membuat rumah menjadi terbakar).
  • Rute setelah mengemudi (ketakutan akan menyebabkan kecelakaan).
  • Dompet atau tas (takut kehilangan kartu bank penting atau dokumen).
  • Penyakit dan gejala online (ketakutan akan mengembangkan penyakit dan terus-menerus akan memeriksa gejala).
  • Panggilan dan SMS (takut teejadi sesuatu pada orang yang dicintai).

Memeriksa sesuatu ini dapat terjadi beberapa kali, kadang-kadang ratusan kali dan memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, ini akan membuat orang menjadi terlambat untuk pergi bekerja, kencan ataupun menepati janji.

Hal seperti ini dapat berefek serius pada kemampuan seseorang untuk menahan pekerjaan dan hubungan. Terlalu sering memeriksa juga menyebabkan kerusakan pada objek yang terus-menerus diperiksa,

Contamination-kebutuhan untuk membersihkan dan mencuci , obsesif ketakutannya adalah  sesuatu yang tercemar yang dapat menyebabkan penyakit dan berujung kematian untuk orang yang dicintai atau pada diri sendiri.

  • Menggunakan toilet umum (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Datang ke dalam kontak dengan bahan kimia (ketakutan kontaminasi).
  • Berjabat tangan (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menyentuh tombol/gagang pintu (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menggunakan telepon umum (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menunggu di lobi operasi (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Mengunjungi rumah sakit (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Makan di kafe/Restoran (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Pencucian pakaian di Binatu (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menyentuh bannisters pada tangga (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menyentuh tiang (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Berada di kerumunan (takut tertular kuman dari orang lain).
  • Menghindari benda merah dan noda (takut tertular HIV/AIDS dari darah seperti noda).
  • Pakaian (harus selalu kucek pakaian untuk mengangkat sel kulit mati, takut kontaminasi).
  • Berlebihan menyikat gigi (ketakutan meninggalkan sisa penyakit mulut).
  • Pembersihan dapur dan kamar mandi (ketakutan kuman yang menyebar ke keluarga).

Membersihkan atau mencuci piring yang dilakukan beberapa kali biasanya disertai dengan ritual mencuci tangan atau tubuh sampai semua benar-benar bersih. Orang yang normal hanya akan mencuci piring dan jika sudah terlihat bersih berarti tugas sudah selesai.

Hal ini dapat memiliki dampak yang serius pada seseorang untuk menahan pekerjaan dan ini juga berdampak buruk pada kesehatan fisik terutama pada kulit tangan.

Seseorang juga dapat menghindari seluruh tempat jika mereka mengalami ketakutan kontaminasi. Ada juga biaya implikasi pada penggunaan dan pembelian produk pembersih dan juga item (terutama listrik) yang rusak akibat terkena cairan yang berlebihan.

Hoarding– Ini merupakan obsesi lain yang dianggap dari bagian OCD. Dalam keadaan ini mereka tidak memiliki kemapuan untuk membuang benda-benda yang tidak berguna.atau sudah usang. Oleh karena itulah ini disebut dengan “penimbunan”.

Beberapa hasil dari penelitian yang lebih baru dan karena adanya pemahaman yang lebih besar dari masalah ini, sekarang ada bukti yang signifikan untuk menunjukkan bahwa pengobatan bisa dilakukan untuk beberapa jenis OCD lainnya.

Ruminations ‘perenungan‘ ini adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan semua pikiran obsesif yang mengganggu, tapi ini lebih menyesatkan. Dalam konteks OCD ruminations adalah cara berpikir yang berkepanjangan tentang pertanyaan yang tidak produktif.

Tidak seperti obsesif pikiran, ruminations lebih banyak disukai daripada ditolak. Biasanya ruminations berhubungan dengan agama, filosofis atau topik metafisik, seperti asal-usul alam semesta, kehidupan setelah kematian, sifat moralitas dan lainnya.

Salah satu contohnya adalah dimana seseorang akan berdiam pada pertanyaan dengan waktu yang lama: ‘Apakah setiap orang pada dasarnya baik?’. Mereka akan merenungkan hal ini untuk waktu yang lama, pergi dalam pikiran mereka dengan berbagai pertimbangan dan argumen dan memikirkan segala sesuatu yang dapat dijadikan bukti.

Contoh lain dari ruminations ini adalah mereka akan berpikir tentang apa yang akan terjadi kepada mereka setelah kematian. Mereka akan menimbang-nimbangnya dengan berbagai kemungkinan teoritis. Mereka akan membayangkan bagaimana pemandangan di surga, neraka dan dunia lain.

Dengan banyaknya perenungan yang mereka buat, tidak ada satupun yang pada akhirnya mengarah pada solusi atau kesimpulan yang memuaskan.

Perawatan Apa Yang Paling Efektif  Untuk Perawatan OCD?

Perawatan yang paling efektif untuk OCD adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT) atau bisa juga dengan menggunakan obat-obatan. Pengobatan yang paling khusus dan paling efektif adalah dengan menggunakan jenis CBT yang disebut Eksposur dan Respon Pencegahan (ERP), yang memiliki bukti terkuat dan penggunaanya juga mendukung di dalam pengobatan OCD,

Eksposur dan respon pencegahan biasanya dilakukan oleh ahli profesional kesehatan mental yang berlisensi (seperti psikolog, pekerja sosial atau konselor kesehatan mental) yang bertugas melakukan rawat jalan. Ini berarti kalian harus mengunjungi tempat terapi kalian dan menetapkan janji untuk bertemu sekali dalam seminggu atau beberapa kali dalam seminggu.

Obat juga hanya dapat diberikan oleh profesional medis berlisensi (seperti dokter atau seorang psikiater), yang idealnya akan bekerja sama dengan terapis kalian untuk mengembangkan rencana pengobatan.

Secara bersama-sama, ERP dan pengobatan dianggap sebagai perawatan “pertama” untuk OCD. Dengan kata lain, MULAI DI SINI! Sekitar 70% orang akan mendapat manfaat dari ERP dan obat-obatan untuk OCD mereka.

Bagaimana Jika ERP Rawat Jalan Tidak Bekerja? Apakah Ada Pilihan Intensif Lainnya?

Ya. Jika kalian atau orang yang dicintai telah mencoba terapi tradisional rawat jalan dan ingin mencoba perawatan dengan tingkat yang lebih intensif, tentunya ada berbagai pilihan. IOCDF telah membuat sebuah direktori sumber daya pusat perawatan intensif, Klinik rawat jalan khusus dan terapis yang akan memberikan berbagai tingkat layanan untuk OCD. Daftar terapi pilihan-pilihan berikut dari setidaknya intensif hingga yang paling intensif:

Traditional Outpatient– Pasien akan menemui ahli terapis mereka untuk sesi individual sesering yang direkomendasikan oleh terapis mereka, umumnya satu atau dua kali dalam seminggu selama 45-50 menit. (Kebanyakan terapis di direktori sumber daya serta “Klinik rawat jalan khusus” menawarkan jenis pengobatan ini ).

Intensive Outpatient– Pasien dapat menghadiri kelompok dari sesi per hari hingga sesi beberapa hari per minggu. Klinik yang ditunjuk sebagai “Program pengobatan intensif” di direktori sumber daya menawarkan tingkat perawatan ini.

Day Program-Pasien akan melakukan pengobatan dalam beberapa hari(biasanya dilakukan secara kelompok dan individu ) di sebuah pusat perawatan kesehatan mental. Pengobatan yang dilakukan biasanya dilakukan dari jam 9 pagi-5 sore sampai dan biasanya lima kali seminggu. Banyak klinik yang ditunjuk sebagai “Program pengobatan intensif” di direktori sumber daya yang menawarkan tingkat perawatan ini.

Nah, jika kalian mempunyai kenalan yang mungkin mengalami hal seperti ini. Cobalah untuk membantu mereka mengatasi masalah mereka. Dan teruslah memberikan dukungan kepada mereka.

Related Posts