stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Di dunia ini terkadang ada hal yang selalu dikait-kaitkan dengan mitos, padahal peristiwa tersebut masih bisa mendapatkan penjelasan medis. Seperti halnya dengan beberapa kejadian mati gancet yang sempat membuat heboh. Dikatakan memiliki hubungan dengan mitos adalah penyebab dari mati gancet tersebut.

Beberapa orang berpendapat bahwa mati gancet ini disebabkan karena mereka melakukan hubungan intim ditempat yang memang sudah memiliki pantangan, seperti dikuburan dan ditempat keramat lainnya. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam ada juga kasus mati gancet yang terjadi di rumah mereka sendiri.

Jadi sebenarnya mati gancet ini bukanlah disebabkan oleh hal-hal yang berbau mistis. Menurut pengamatan medis keadaan mati gancet ini disebut Vaginismus atau keram vagina dan ada juga yang disebut penis captivus. Seperti apa sih keadaan keram vagina itu? Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Vaginismus

Vaginismus merupakan suatu kondisi dimana tekanan psikologis mewujudkan bentuknya dalam respon fisik yang sangat kuat. Ketika masa penetrasi akan dilakukan pada vagina, otot-otot akan mengalami pengejangan secara tiba-tiba sehingga penis tidak dapat dimasukkan bahkan ada juga yang ketika sudah dimasukkan tidak bisa dikeluarkan lagi. Inilah yang bisa membuat orang menjadi mati gancet.

Ada beberapa kemungkinan penyebab dari vaginismus antara lain suatu kenyataan yang dialami oleh wanita bahwa tanpa penetrasi penis pun ia masih dapat mencapai orgasme. Namun alasan yang paling sering adalah adanya ketakutan terhadap penetrasi dan tidak antusiasnya wanita pada hubungan seks.

Bisa dikatakan kalau keadaan Vaginismus ini merupakan hal yang wajar dalam menjalankan kehidupan secara umum bagi beberapa wanita, terutama bagi mereka yang baru mengenal seksualitas dan ini bisa dikaitkan sebagai bagian dari proses kehidupan dewasa mereka.

Hal ini tak perlu dipungkiri mengingat setiap pengalaman pertama pasti mempunyai berbagai respon psikis yang berbeda pada tiap orang yang tentunya tidak selalu menyenangkan. Namun selain itu pada kasus tertentu hal ini bisa terjadi karena si wanita pernah mengalami trauma tertentu di masa lalu.

Namun, tetap saja Vaginismus dapat mengurangi kualitas kehidupan seksual seorang wanita. Bagi si pria, tentu hal ini akan menjadi kerugian dan dapat menganggu kehidupan rumah tangga kecuali bila segera ditangani secara dini.

Apakah Vaginismus dan Penis Captivus Itu Sama?

Penis captivus memang sangat sering dikaitkan dengan vaginismus. Padahal, kondisi ini sebenarnya berbeda. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagina mengalami kejang pada saat dimasuki sesuatu, seperti penis. Sementara itu pada kondisi penis captivus, penis justru terperangkap di dalam vagina dan tidak bisa keluar.

Seperti yang tadi sudah dijelaskan bahwa Vaginismus ada kaitannya dengan rasa takut atau cemas ketika akan berhubungan seks. Para ahli medis pun belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab penyakit ini. Untuk kondisi vaginismus, wanita yang mengalaminya dapat berlatih untuk mengontrol otot di sekitar vagina. Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan senam kegel.

Penyebab Vaginismus

Memang ada beberapa faktor yang dapat membentuk terjadinya vaginismus, tapi belum ada penjelasan yang dapat dipahami tentang vaginismus itu harus terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah:

Infeksi. Menutupnya mulut vagina bisa dipicu karena adanya infeksi, baik pada saluran kecing, maupun pada area vagina. Entah keputihan parah atau luka proses melahirkan yang tak kunjung sembuh juga dapat menjadi pemicunya.

Ketidaknyamanan momen bercinta. Selain dari faktor internal, faktor eksternal juga berpengaruh pada terjadinya vaginismus. Hal ini cenderung berpengaruh pada keadaan psikologis seseorang. Takut hamil, misalnya. Dari ketakutan (reaksi psikis) itu kemudian membuat otot vagina mengejang dan menyempit (reaksi fisik). Parahnya lagi, ada vaginismus yang terjadi karena rasa jijik pada pasangan. Intinya, hal-hal aneh yang berhubungan dengan psikologis kerap mendukung kontraksi otot vagina.

Berpikir negatif mengenai hubungan seksual. Hal ini bisa disebabkan karena trauma atau pola pikir yang terbentuk saat ia beranjak dewasa. Atau akibat kurangnya edukasi seks dan diskusi mengenai seks, terdapat asumsi yang terkonsep pada pikiran perempuan bahwa seks itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Belum lagi, ‘rumor’ yang telah tersebar di masyarakat, dari telinga ke telinga bahwa ketika pertama kali melakukan hubungan seks akan terasa menyakitkan.

Kekerasan seksual. Hal ini juga bisa menyebabkan trauma yang membekas di pikiran seorang wanita. Hubungan seksual adalah sesuatu yang intim, jika terjadi pemaksaan ini akan menjadikan seseorang menjadi hilang kuasa atas dirinya sendiri, karena keintiman adalah hal yang harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.

Dampaknya bisa sampai menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi korban. Berdasarkan pengetahuan psikologi, jika trauma membekas, perlahan hal tersebut juga akan menetap di alam bawah sadar seseorang. Korban pun akan mengalami kilas balik, ketika ia melihat atau merasakan hal yang menstimulasi otaknya teringat pada kejadian menyakitkan itu. Lalu otak mengirim respon untuk melindungi dirinya.

Permasalahan dalam hubungan. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya keterbukaan atau kepercayaan terhadap pasangan. Menumpuknya masalah dalam suatu hubungan juga berpengaruh pada hubungan seksual.

Tanda-tanda & gejala

Setiap penderita mungkin akan memiliki gejala yang berbeda, contohnya ada perempuan yang vaginanya tidak dapat disentuh sama sekali, sehingga tidak bisa melakukan seks penetrasi karena otot pada vaginanya akan menutup sepenuhnya.

Sedangkan, ada juga yang bisa menoleransi beberapa sentuhan, seperti sentuhan pembalut pada vaginanya. Ada juga yang mampu melakukan hubungan seks, namun akan mengalami nyeri yang luar biasa. Ada yang sakitnya mereda setelah seks usai, ada pula yang masih terasa hingga seks tersebut selesai.

Selain dari gejala yang ada diatas, masih ada beberapa gejala vaginismus yang bervariasi dari tingkat keparahannya. Gejala-gejala umum lainnya dari vaginismus biasanya meliputi:

-Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) dengan vagina yang perih atau mengencang sehingga menyebabkan rasa sakit
-Kesulitan atau tidak dapat melakukan penetrasi
-Rasa sakit seksual jangka panjang dengan atau tanpa penyebab yang diketahui
-Rasa sakit saat memasang tampon
-Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis
-Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi.

Jenis vaginismus

Vaginismus ini ternyata dibagi menjadi dua jenis yaitu:

Vaginismus primer: Ketika aktivitas penetrasi pada vagina tidak pernah berhasil dilakukan.
Vaginismus sekunder: ketika aktivitas penetrasi pada vagina tidak mungkin dilakukan lagi dan biasanya dapat disebabkan karena operasi Ginekologi, trauma atau radiasi

Beberapa wanita ada yang mengalami vaginismus setelah memasuki masa menopause. Ketika  tingkat estrogen menurun, kurangnya lubrikasi vagina dan elastisitas yang membuat hubungan menjadi terasa menyakitkan atau stes. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya vaginismus dalam beberapa wanita.

Seberapa Umumkah Vaginismus?

Vaginismus sangat umum terjadi pada wanita. Banyak wanita pernah memiliki kondisi ini secara ringan dalam hidup. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Vaginismus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis

Bagaiamana vaginismus akan didiagnosis? Kalian akan ditanyai tentang gejala dan sejarah medis. Pemeriksaan fisik akan dilakukan. Kejang pada vagina dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Hal ini dapat mengonfirmasi diagnosis vaginismus.

Selain itu, menggunakan spekulum (alat untuk membuka vagina secara perlahan) mungkin tidak dapat dilakukan. Cairan vagina mungkin hanya sedikit. Pada beberapa kasus yang parah, anestesi lokal atau umum dapat diberikan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan Vaginismus

Vaginismus adalah gangguan pada vagina yang harus segera diobati. Pengobatan yang akan dilakukan biasanya mencakup pendidikan, konseling dan latihan. Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan.

Seks terapi dan konseling

Pendidikan seks biasanya akan dilibatkan dan ini dilakukan untuk mempelajari anatomi tubuh kalian dan untuk mengetahui apa yang terjadi pada gairah seksual dan hubungan seksual kalian. Dengan ini kalian akan mendapatkan informasi tentang otot yang terlibat dalam vaginismus juga. Ini akan dapat membantu kalian dalam memahami bagaimana bagian dari tubuh bekerja dan bagaimana tubuh kalian dalam merespons.

Konseling dapat melibatkan kalian sendiri atau dengan pasangan juga. Bekerja dengan seorang konselor yang mengkhususkan diri dalam gangguan seksual dapat membantu dalam mengatasi yang kalian hadapi. Teknik relaksasi dan hipnosis dapat juga mempromosikan relaksasi dan membantu kalian merasa lebih nyaman ketika melakukan hubungan seksual.

Dilator vagina

Dokter atau konselor dapat merekomendasikan belajar dengan menggunakan dilator vagina( alat bantu seks) di bawah pengawasan seorang profesional.

Tempatkan dilator yang berbentuk kerucut pada bagian vagina. Dilator ini akan semakin besar jika kalian bisa melewati tahap awal. Ini akan membantu meregangkan otot-otot vagina dan menjadi fleksibel. Untuk meningkatkan keintiman, kalian bisa meminta bantuan pada pasangan kalian untuk memasukkan dilator.

Selain itu, jika kalian sedang dalam keadaan santai, ada baiknya kalian mencoba melakukan penetrasi sendiri dengan ujung jari sendiri atau bantuan benda seperti cotton bud. Mulailah dengan sentuhan terlebih dahulu dan merangsang organ seksual sehingga kalian betul-betul merasa siap dan ‘panas’. Jika belum, jangan paksakan diri melakukan penetrasi.

Setelah terbiasa, kalian bisa meningkatkan dengan mencoba dengan jari pasangan kalian. Yang perlu kalian pahami disini adalah bahwa apa yang kalian lakukan bukanlah dosa atau pun tabu, namun lebih bersifat terapi diri. Setelah menyelesaikan kursus pengobatan dengan seperangkat dilator, kamu dan pasanganmu dapat mencoba untuk memiliki hubungan seksual lagi.

Latihan kegel

Ketika kalian melakukan latihan Kegel secara berulang kali maka ini akan dapat mengencangkan dan membuat rileks otot dasar panggul yang mengontrol vagina, rektum dan kandung kemih.

Kalian dapat mencari otot-otot ini ketika kalian sedang buang air kecil. Kalian bisa memulainya dari ketika buang air kecil, cobalah untuk menghentikan aliran ketika kalian sedang buang air kecil. Kalian bisa menggunakan otot-otot dasar panggul untuk melakukan hal ini. Pada saat ini kalian akan merasa otot vagina kalian mengencangkan dan bergerak. Otot-otot ini bergerak sebagai sebuah kelompok, jadi mereka semua akan kontak dan rileks pada waktu yang sama.

Berlatih latihan ini akan membantu kalian mengontrol ketika otot-otot kalian mengalami kontraksi dan rileks. Ikuti langkah berikut:

-Mengosongkan kandung kemih.
-Kontraksika otot dasar panggul dan menghitung sampai 10.
-Membuat santai otot dan menghitung sampai 10.
-Ulangi siklus ini 10 kali, tiga kali sehari.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang vaginismus. Jadi sekarang kalian sudah tahu kan bahwa mati gancet bukanlah hal mistis melainkan suatu keadaan medis seseorang.

Related Posts