stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Ketika kita tidur mungkin kita gak sadar dengan apa yang kita lakukan. Baik itu mendengkur sampai mengeluarkan suara-suara yang aneh. Biasanya yang akan mengetahui hal tersebut adalah seseorang yang tidur bersamanya. Kalau mendengkur mungkin sudah biasa, tapi pernah gak sih kalian mendengar orang yang tidur sambil menggertakkan giginya?

Kalau sudah begitu pasti bakalan bising banget kan? Kebanyang gak sih kalau orang yang mendengkur dengan yang suka menggertakkan gigi di gabungin? Kayaknya bakalan jadi paduan suara? Hahaha…

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, kenapa bisa terjadi hal itu ya? Jadi biar kita gak penasaran, mimin bakalan mengulasnya disini. Ini dia penjelasan tentang orang yang tidurnya sambil menggertakkan gigi.

Pengertian Dari Bruxism ( Menggertakkan Gigi)

Bruxism adalah proses dimana menggiling gigi, mengepalkan gigi atau menggertakkan gigi satu sama lain. Kondisi seperti ini biasanya lebih banyak menyerang pada anak-anak daripada orang dewasa, akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak menyadari kalau mereka melakukannya.

Sebagai akibatnya dari terlalu sering menggertakkan gigi, maka gigi akan menjadi lebih pendek, mulai memiliki celah, akan ada serpihan gigi yang hancur dan lainnya.

Biasanya ketika kalian mendengar seseorang tidur dengan keadaan seperti ini, pasti kalian akan membangunkan mereka. Mereka mungkin akan bangun dan memperbaiki posisi tidurnya, akan tetapi setelah beberapa menit kemudian mereka akan melakukannya lagi, Jadi siap-siap tutup kuping aja guys.

Bagi mereka yang menderita Bruksism ini, mereka mengatakan bahwa ini bukanlah kehendak mereka karena sangat sulit untuk mengontrol agar tidak melakukan itu. Ada beberapa penderita yakin bahwa mereka seharusnya melakukan menekan gigi secara terus-menerus atau menggosok gigi secara kuat setiap hari untuk menghilangkan kebiasaaan itu. Tapi guys kalau kalian melakukan ini, kalian bukannya nyembuhin tapi malahan ini akan menjadi semakin parah,

Beberapa orang tidak menyadari masalah ini sebelumnya, sampai seseorang berusaha mencari tahu tentang masalah gigi tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk menghentikan suara itu, agar tidak membangunkan orang lagi karena suararanya memang sangat mengganggu. Jika gigi sudah dinyatakan rusak maka akan sangat mustahil untuk memperbaikinya kembali,

Penyebab Dari Bruxism

Belum ada yang tahu persis kenapa orang bisa mengalami keadaan ini, meskipun belum pasti yang namanya pendapat tetaplah ada. Beberapa orang yang melakukan tindakan ini mungkin memang tanpa sadar, tapi yang herannya ketika mereka melakukannya bisa melebihi kekuatan ketika mereka sedang tersadar.

Seperti yang sudah mimin jelasin tadi, kebanyakan yang melakukan tindakan ini adalah anak-anak. Menurut penelitian sih, ini dikarenakan anak-anak sedang mengalami pertumbuhan gigi yang membuat gigi terasa gatal.

Sedangkan dalam kasus orang dewasa, penyebab mereka melakukan ini adalah rasa gugup yang berlebihan, merasa kesal dan frustasi. Bruksismi ini jugadapat menyebabkan kepekaan terhadap dingin/panas, sakit dan nyeri, masalah Ostomy( paska operasi), radang sendi, tumor yang terdapat pada tengkorak dan lainnya.

Penyebab lainnya adalah kekurangan vitamin tertentu. Cobalah untuk mengkomsumsi kalsium dan asam pantotenat, maka setidaknya ini dapat mencegahnya, karena kalsium dapat membantu mengurangi gerakan disengaja otot dan Asam Pantotenat dapat meningkatkan koordinasi otot.

Selain itu, sangat dianjurkan juga untuk mengkonsumsi cukup vitamin B yang dapat mengurangi stres, karena stres juga dapat membuat orang selalu ingin menggertakkan gigi ( benar gak).

Gangguan tidur

Hal ini diketahui bruxism bukanlah kondisi yang langka. Penelitian telah secara konsisten menemukan bahwa bruxism lebih sering ditemukan pada orang-orang yang memang memiliki gangguan tidur seperti mendengkur, bernapas jeda saat tidur dan Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Keadaan lain seperti berbicara ketika tidur, mendapat perilaku kekerasan, kelumpuhan ketika tidur, halusinasi hypnagogic/hypnopompic (semi kesadaran antara tidur dan bangun) juga dilaporkan dapat mengakibatkan bruxism. Dari banyaknya penelitian yang dilakukan tersebut, OSA tampaknya menjadi faktor risiko tertinggi.

Faktor gaya hidup

Faktor-faktor demografi dan gaya hidup seperti usia muda, status pendidikan yang lebih tinggi, perokok, pecinta kafein dan komsumsi alkohol yang berat adalah faktor yang terkait terjadinya bruxism.

Penggunaan zat psikoaktif (tembakau, alkohol, kafein atau obat tidur, depresi dan kecemasan) dapat meningkatkan gairah dan menyebabkan masalah tidur. Bruxism secara signifikan dapat terjadi dalam gaya hidup yang mencakup penggunaan zat psikoaktif individu.

Stres, kecemasan & komponen lain psikologis

Gangguan mental, kecemasan, stres dan faktor-faktor psikososial yang merugikan secara signifikan juga berhubungan dengan menggertakkan gigi ketika tidur dan ini telah ditemukan bahwa hampir 70% bruxism terjadi sebagai akibat dari stres atau kecemasan.

Ditambah lagi dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan stres, yang pada akhirnya dapat menggangu tidur. Hal ini termasuk dalam faktor yang paling penting yang terkait dengan bruxism.

Satu studi menemukan bahwa pergeseran pekerja juga dapat membuat stres karena ketidakpuasan mereka dengan jadwal shift-kerja, sehingga mereka akan lebih rentan terhadap penyakit ini.

Orang-orang dalam studi ini menunjukkan tingkat tinggi pekerjaan yang dapat meningkatkan stress, depresi dan bruxism sedangkan gejala-gejala ini tidak ditemukan pada wanita. Gejala-gejala ini mungkin memang merugikan yang jelas khususnya pada laki-laki yang mengalami kurangnya dukungan sosial dari pengawas atau kolega.

Banyak penyakit fisik yang memiliki komponen psikologis yang mungkin dapat mempengaruhi seseorang terhadap kerentanan penyakit serta kemampuan mereka untuk memulihkan. Tingkat stres dan karakteristik kepribadian sering dianggap pemicu utama dalam menciptakan berbagai jenis penyakit.

Tempat kerja adalah lingkungan yang menawarkan di mana stres dan kepribadian memainkan peran utama dalam kinerja. Kepribadian variabel termasuk dalam cara individu mengatasi presepsi yang terjadi.

Beberapa orang yang tidak bisa menahan beban terhadap stres akan menderita lebih dari konsekuensi fisik dan psikologis. Temuan dari penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara bruxism dan lingkungan kerja, terutama tuntutan dalam membuat strategi ketika bekerja yang pada akhirnya dapat mengakibatkan stres. Beberapa orang mungkin akan terkena tingkat stress yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan mereka, akan tetapi tetap saja mereka dapat terserang bruxism.

Solusi Mengatasinya

Setelah bruxism telah didensifikasikan dapat menyebabkan masalah, banyak orang yang bertanya-tanya, gimana sih untuk menghentikan keadaan ini. Mungkin solusinya hanya ada satu, akan tetapi ada sejumlah perawatan dan pilihan medis yang dapat membantu kalian dalam mengatasi masalah sekaligus mencegah terjadinya kerusakan yang lebih lanjut pada gigi. Beberapa cara yang dapat dilakukan seperti yang terdapat dibawah ini.

Pengobatan Bruxism

Ada dua bentuk dalam melakukan pengobatan bruxism, yaitu mencegah gejala gangguan dan yang lain mengobati gangguan itu sendiri atau mencoba untuk mengurangi terjadinya gejala.

Perawatan untuk gejala menggertakkan gigi yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan sakit pada gigi termasuk:

* Meletakkan kain lap yang basah tapi hangat pada rahang.
* Memijat otot-otot rahang, leher dan wajah untuk meredakan ketegangan pada poin memicu.
* Mendapatkan terapi fisik.
* Melakukan latihan untuk membuat rahang menjadi lebih santai.
* Mengunjungi seorang chiropractor.
* Menggunakan obat perelaksasi otot untuk membuat rahang tidak tegang.

Pengobatan yang memang dirancang untuk bruxism yang akan mengurangi gejala atau menghilangkan keadaan menggertakkan gigi meliputi:

* Mengurangi stres.
* Minum lebih banyak air.
* Mendapatkan lebih banyak tidur.
* Tidak mengunyah permen karet atau objek lain.
* Membuat rahang dan wajah menjadi santai.
* Membeli mouthguard untuk menghentikan menggertakkan gigi.
* Menghindari alkohol, yang dapat meningkatkan dorongan untuk mengepalkan gigi.
* Menghindari kafein, yang dapat membuat kalian merasa gelisah dan tegang.

Biasanya solusi yang paling populer dan digunakan secara luas adalah Mouthguard

Penggunaan mouthguard

Mouthguard adalah penjaga mulut yang dipakai ketika untuk menjaga gigi dari proses menggertakkan gigi. Tapi ini bukan mouthguard yang dipakai dalam olahraga tinju loh. Disini tugas mouthguard adalah untuk menghindari kerusakan gigi mereka, karena mouthguard akan menjadi beban pada gigi untuk mencegah gigi saling bergesekan.

Disini ada dua jenis mouthguard. Yang pertama adalah mouthguard yang memang sengaja dibuat oleh seorang dokter gigi, dokter akan mengukur mulut dan gigi dan membuat mouthguard yang cocok dengan mereka. Mouthguard tersebur tidak  akan dapat digunakan oleh orang lain, karena itu tidak akan cocok. Mouthguard sering dijadikan pilihan cerdas dalam melindungi terhadap bruxism, karena selain bentuknya unik, juga dapat disesuaikan dengan bentuk mulut.

Yang kedua adalah kalian dapat membeli mouthguard yang dijual pada toko obat. Tapi rasanya mungkin akan kurang nyaman guys, karena ini tidak disesuaikan dengan bentuk mulut. Namun, alat ini tetap dapat melindungi gigi dari hal yang terburuk dari mengertakkan gigi.

Beberapa dokter gigi bahkan merekomendasikan mouthguard untuk orang-orang yang tidak memiliki gangguan bruxism, ini dikarenakan mouth guard dapat melindungi dari segala trauma. Para dokter melihat mouthguard ini dapat dijadikan sebagai asuransi gigi.

Melatih Rahang

Cara lain untuk mengobati mengunyah gigi adalah dengan melakukan latihan rahang harian. Seorang terapis fisik atau chiropractor telah merekomendasikan latihan yang lebih khusus, di sini akan dilakukan tahap yang akan membantu rahang menjadi rileks dan kuat. Kalian hanya perlu melakukan latihan tiga sampai enam kali atau dua sampai tiga kali sehari, prosesnya adalah:

* Meletakkan kain lap yang hangat pada rahang.
* Menempatkan ibu jari  di bawah dagu ; kemudian membuka dan menutup mulut sambil ibu jari memijat di tempat.
* Menempatkan ibu jari dan jari telunjuk pada bagian depan dagu; mendorong rahang keluar sehingga tangan kalian dapat bergerak maju.
* Letakkan lidah kalian pada bagian atas mulut kemudian membuka dan menutupnya kembali.
* Posisi jari berada di dalam mulut ; Biarkan rahang yang bekerja untuk mengendurkan.

Sebenarnya obat yang pasti untuk mengobati bruxism ini belum ada, akan tetapi kita masih dapat melakukan perawatan. Dengan menggunakan mouthguard ini, dapat dijadikan sebagai taktik untuk menghilangkan rasa sakit dan dapat memperkuat rahang dengan latihan dan tentunya dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Jadi kalian berminat dan merasa tertarik untuk bisa mendapatkan alat mouthguard ini agar bisa menghilangkan kebiasaan ini , kalian bisa menghubungi AZ keluarga ahli gigi yang berada di Glendale, Arizona. WOW jauh banget ya guys. Nah itulah dia penjelasan dari mimin tentang kebiasaan mengertakkan gigi ini. Semoga saja artikel ini bisa bermanfaat buat kalian ya guys dan pastinya akan dapat menghilangkan kebiasaan itu. Selamat mencoba.

Related Posts