stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Bagi kalian yang termasuk dalam suku Tionghoa pasti tahu tentang makanan yang satu ini. Makanan yang berbentuk bola kecil ini hanya ada pada acara-acara tertentu saja. Hayo ada yang tahu gak tentang makanan ini? Yup, bener banget ini namanya Tangyuan atau yang dalam biasa Indonesianya ronde. Ternyata makanan ini sudah ada sejak zaman dulu dan ternyata ada kisahnya juga loh. Mau tahu tentang kue yang satu ini, ini dia ulasannya.

Pengertian dari Tangyuan

Tangyuan atau tang yuan adalah makanan dari  Cina yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan sedikit air kemudian dibentuk bola dan dimasak pada air yang mendidih dan manis . Tangyuan ini juga bisa dibentuk kecil ataupun besar sesuai dengan selera. Kalau secara tradisional tangyuan atau ronde ini akan dimakan selama Festival lentera atau disajikan sebagai makanan penutup pada hari pernikahan di Cina.

Sejarah

Sebenarnya masih belum diketahui pasti tentang munculnya makanan Onde / Tangyuan. Menurut catatan sejarah, Tangyuan sudah menjadi makanan ringan yang cukup populer di Tiongkok sejak Dinasti Sung. Nama Tangyuan pun memiliki nama-nama lain. Pada era Yongle dari Dinasti Ming, nama resmi dari makanan ini adalah Yuanxiao (berasal dari Festival Yuanxiao), yang digunakan di Tiongkok utara. Nama ini secara harfiah berarti “malam pertama”, merupakan malam bulan purnama pertama setelah Tahun Baru Imlek yang selalu jatuh pada bulan baru.

Namun di Tiongkok selatan makanan ini disebut dengan mana tangyuan atau tangtuan. Menurut legenda, pada masa pemerintahan Yuan Shikai pada tahun 1912-1916, Yuan Shikai tidak menyukai nama yuanxiao (元宵) karena terdengar identik dengan “menghilangkan Yuan” (袁 消) , oleh karenanya ia memberikan perintah untuk mengubah namanya menjadi Tangyuan.

Nama baru ini secara harfiah berarti “bola bundar dalam sup”. Tangtuan sama berarti “kue bola dalam sup”. Dalam dua dialek Tionghoa utama di perdalaman Tiongkok selatan, yaitu Hakka dan Kanton, “Tangyuan” diucapkan seperti tong rhen (Hakka) dan tong jyun (Kanton) . Istilah “tangtuan” (Hakka: tong ton, Kanton: tong tyun) sendiri tidaklah umum digunakan dalam dialek ini sebagaimana Tangyuan. (wikipedia.org)

Bagaimanan legenda dari makanan Tuanyuan ini?

Pada masa Dinasti Han yaitu di Tiongkok terdapatlah sebuah legenda tentang seorang gadis yang bernama Yuanxiao dan ia adalah seorang pelayan yang bekerja di Istana raja. Keahlian yang ia miliki adalah memasak bola-bola ketan (Tangyuan), tapi sayangnya hanya masakan ini yang bisa dimasaknya.

Nah, di Istana ini terdapat sebuah peraturan yang mengatakan bahwa ia tidak diperbolehkan keluar untuk menemui orang tuanya. Tapi sangking rindunya ia dengan orangtuanya, ia hanya bisa menangis siang dan malam bahkan ia sampai berniat untuk bunuh diri karena tidak sanggup menanggung rasa rindunya itu.

Seorang menteri kaisar kemudian mendengar kisah hidup dari Yuanxiau, karena merasa kasihan ia berjanji untuk menolongnya menemui orang tuanya. Menteri tersebut melaporkan peristiwa ini kepada sang kaisar. Tapi, peraturan istana adalah peraturan yang tidak bisa dilanggar oleh siapapun kecuali ia memiliki jasa besar yang pantas menerima hadiah dari sang kaisar. Sang menteri pun mencari cara agar dapat mengeluarkan Yuanxiao dari istana.

Beruntung pada saat itu menjelang tahun baru penanggalan Tionghoa (Imlek). Dan setiap bulan pertama tanggal 15 penanggalan Imlek (Cap Go Meh), sebuah festival besar dirayakan untuk berterima kasih kepada Kaisar Langit dengan memberikan persembahan makanan.

Akhirnya sang menteri memiliki sebuah gagasan . Ia mengusulkan kepada sang kaisar agar memerintahkan Yuanxiao untuk membuat bola-bola ketan (Tangyuan) yang lezat sebanyak mungkin untuk disajikan sebagai persembahan kepada langit dan dimakan oleh kalangan istana dalam festival tersebut sebagai syarat agar ia bisa keluar dari istana dan Sang kaisar pun menyetujuinya.

Kemudian sang menteri pun pergi menemui dan memberitahu Yuanxiao mengenai tugas yang diberikan oleh kaisar. Dengan senang hati Yuanxiao menerima tugas tersebut dan memulai pekerjaannya. Siang dan malam, seorang diri ia memulung adonan tepung ketan menjadi Onde atau Tangyuan, satu per satu.

Sekarang tibalah waktunya menjelang festival tanggal 15, Yuanxiao pun akhirnya menyelesaikan tugasnya membuat Tangyuan sebanyak mungkin. Dan tiba saatnya untuk dipersembahkan kepada kaisar dan di altar persembahyangan. Kaisar mencicipi Onde atau Tangyuan yang dibuat oleh Yuanxiao dan ia merasa senang dan puas akan rasa dari masakan tersebut.

Dia kini dianggap berjasa karena telah menunaikan tugas dari kaisar dengan baik, Yuanxiao akhirnya mendapatkan izin untuk keluar istana untuk menemui kedua orang tuanya. Dan sejak saat itu kaisar memberi nama masakan dari tepung ketan (Onde / Tangyuan) tersebut dengan nama Yuanxiao dan festival tanggal 15 bulan pertama Imlek (Cap Go Meh) disebut juga dengan Festival Yuanxiao.

Apa arti dari ronde yang berbentuk bulat?

 

Nah, kalau dilihat secara tradisi, perayaan Tangyuan ini bisa dibilang kayak hari besar yang kita semua rayakan. Akan tetapi,  pada perayaan tangyuan anggota keluarga akan berkumpul pada musim dingin yang biasanya jatuh pada tanggal 22 desember ( bertepatan dengan hari Ibu ya).

 

Anggota keluarga yang biasanya selalu sibuk, akan berkumpul makan Tangyuan atau ronde dengan menggunakan mangkuk plus dengan meja bundarnya. Berkumpulnya keluarga dalam satu meja dan membentuk lingkaran disimbolkan juga pada bentuk ronde, yang kalau dilihat sekilas tampak bulat

Asal kata dari nama makanan Onde atau Ronde di Indonesia pun berasal dari kata “Ronde” dalam bahasa Belanda yang berarti bulat, sesuai dengan bentuk dari makanan tersebut.

Ternyata guys, gak cuma bentuk bulat saja yang melambangkan kebersamaan dan ikatan antar anggota keluarga. Sifat lengket dari ronde ini juga melambangkan hal yang sama. Ini bertujuan untuk para anggota keluarga selalu terikat satu sama lain dan jangan terpecahkan oleh masalah apapun. Ronde yang disajikan dengan kuah yang manis juga bertujuan agar hubungan keluarga tetap terjalin dengan baik tanpa ada pertengkaran.

Makna lain dari bulatnya Onde juga dapat ditelusuri dari ajaran filsafat kuno Tiongkok mengenai Yin dan Yang atau biasa disebut gelap dan terang. Setelah perayaan Tangyuan yang jatuh pada musim dingin disaat lebih banyak gelap dari pada terang dan energi negatif lebih banyak, maka musim akan berganti menjadi musim semi disaat terang lebih mendominasi dan energi positif lebih banyak.

Filsafat ini disimbolkan oleh salah satu gambar pada Hexagram (Ba Gua / Pa Kwa / Pa Kua) dalam kitab I Ching yang disebut fù (復) yang berarti “Kembali”. Hal ini sesuai dengan bentuk bulat yang saat menelusurinya secara lurus dari satu titik maka akan kembali lagi ketitik semula.

Arti dari makan Tangyuan atau ronde

Sebenarnya yang satu ini agak unik loh. Gimana gak unik coba, ketika kalian akan memakan ronde ini harus disesuaikan dengan umur kalian. Misalnya saja kayak umur mimin 25 tahun maka harus memakan ronde sebanyak 25 ronde ditambah 1 dan jumlahnya menjadi 26 ronde begitulah seterusnya yang akan dilakukan setiap tahun. Konon katanya, ini bisa menambah umur kita setahun lagi, wah bisa awet muda donk kalau gitu.

Sekarang coba kalian bayangkan, kalau yang makan ronde ini umurnya sudah memasuki kepala 6, gak kebayang kan gimana orang yang sudah tua harus menghabiskan ronde sebanyak itu. Belum lagi kalau mereka tidak bisa menggigitnya karena mereka sudah tidak punya gigi lagi. Tapi ya namanya tradisi tetap harus dijalankan, benar atau enggaknya tergantung pada kepercayaan masing-masing sih.

Gimana sih cara membuat tangyuan yang enak?

Nah, bagi kalian yang bukan etnis Tionghoa kalian juga bisa kok nyobain ini. Bahannya juga mudah didapat dan pembuatannya juga gampang kok, Berikut ini dia caranya.

  • Bahan-bahan

-300 gram tepung ketan putih
-1 gelas air hangat
-Pewarna makanan Merah, Kuning.
-Coklat bubuk secukupnya

  • Membuat kuahnya

-12 sdm gula pasir
-1 blok gula aren/ gula merah sisir halus (bagi yang menyukai jahe kalian bisa menambahkan jahe secukupnya)

Langkah

Di dalam mangkok:

  • Tuang tepung ketan putih dan air hangat( masukkan air sedikit demi sedikit) dan uleni hingga adonan bisa di bentuk.
  • Lalu bagi adonan menjadi 4 bagian
  • Beri pewarna makanan kuning pada bagian ke 1
  • Lalu pewarna makanan merah pada bagian ke 2
  • Dan coklat bubuk pada bagian ke 3( tambah air hangat sedikit agar adonan tidak keras)
  • Biarkan adonan berwarna putih pada bagian ke 4
  • Pulung/ bulatkan adonan sesuai selera. Lalu letakkan di piring yang telah di alasi dengan baking paper.

Sediakan panci isi dengan air

  • Lalu rebus tang yuan nya sampai tang yuan nya timbul ke atas .
  • Lalu cedok adonan keluar dan segera masukkan ke mangkok yang telah diisi dengan air dingin ( agar tang yuan tidak menempel satu dengan yg lain).
  • Buang air sisa rebusan. Lalu menggunakan panci yg sama, isi lagi dengan air secukupnya
  • Lalu rebus dan masukkan gula pasir dan gula aren yg telah disisir halus
  • Biarkan 5 menit hingga gula larut
  • Lalu masukkan tang yuan ke kuah nya
  • Rebus hingga mendidih
  • Lalu matikan api

Manfaat tangyuan jika dimasak dengan jahe

Tangyuan yang dimasak dengan gula dan air saja mungkin hanya akan memberi rasa manis, Manis jika dikomsumsi terlalu banyak juga tidak akan bagus untuk tubuh. Oleh karena itu, kalian bisa menggantinya dan menambah jahe untuk memberi manfaat pada tubuh-Menghangatkan badan

Wedang ronde memang di desain untuk di konsumsi malam hari karena fungsi utamanya adalah sebagai minuman pengahangat badan. Komposisi utamanya adalah jahe, yangdi percaya mampu menaikan suhu di dalam tubuh. Hal ini sangat di perlukan, apalagi saat cuaca dingin.

  • Menyembuhkan penyakit tenggorokan

Wedang ronde juga mampu bekerja sebagai obat penyembuh sakit tenggorokan. Sebab, kandungan jahe yang ada dalam wedang ronde mampu membantu melegakan tenggorokan, juga membunuh bakteri yang dapat menyebabkan kalian mengalami gangguan tenggorokan tersebut.

  • Mengatasi mabuk perjalanan

Ini akan menjadi obat yang sangat manjur ketika kalian mengalami mabuk perjalanan jauh, wedang ronde juga akan melegakan perut kalian. Ketika perut mulai merasa mual, kalian akan terstimulus untuk mengeluarkan segala yang ada di isi perut. Maka saat semua keluar, kalian sangat di anjurkan untuk mengonsumsi wedang ronde. Khasiatnya mampu menenangkan isi perut , ini juga dapat mengurangi efek mabuk sementara. Rasakan perbedaanya.

  • Meningkatkan stamina tubuh

Kalian juga akan merasa stamina bangkit kembali dari wedang ronde. Energy  kalian akan terisi kembali setelah mengonsumsinya. Sebab, ketika tubuh merasa hangat ada efek psikologis yang menyelimuti hati untuk tetap bersemangat. Sehingga stamina yang awalnya drop akan mulai terisi kembali dan siap melakukan aktivitas baru.

  • Mencegah masuk angin

Bukan hanya itu saja, ternyata ronde juga di gunakan oleh masyarakat Indoensia sebagai penangkal penyakit. Salah satunya adalah penyakit masuk angin. Penyakit ini di tandai dengan meriang seluruh badan, suhu tinggi, demam, serta pusing di kepala. Bahkan beberapa orang juga terkena flu dan batuk. Ternyata ronde mampu menangkis semua penyakit itu.

  • Meningkatkan sistem imunnitas tubuh

Seseorang yang sering bahkan tiap hari mengonsumsi ronde akan lebih jarang terkena penyakit. Sebab dalam kuah wedang ronde terdapat rempah serai. Bahan ini dalam apotek memiliki khasiat untuk mempertahankan daya tahan tubuh serta meningkatkanya. Sehingga penyakit yang masuk ke dalam tubuh bisa di tangkisnya, seperti flu.

Nah, gimana guys tentang tradisi tongyuan yang masih dilakukan setiap tahunnya, Cukup menarik kan, Hayo yang mau panjang umur siapin deh ronde dirumah kalian hehehe…

Related Posts