stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Hi para ladies semuanya, kalau sudah mendekati akhir pekan, para ladies pasti sibuk-sibuknya untuk nyiapin diri biar tampil secantik mungkin ( bener kan hehe). Pasti yang ladies lakuin pertama kali itu pergi nyalon donk. So pasti permak habis-habisan donk. Dari ujung kaki sampai ujung kepala, bahkan sampai kuku pun menjadi objek untuk bisa tampil sempurna.

Ngomongin soal kuku nih yah, kalian pasti pernah donk makek yang namanya pemoles kuku (kalau bahasa gaulnya itu kutek). Nah, tadi mimin lagi iseng pakek ini kan, trus tiba-tiba aja kepikiran sebenarnya bahaya gak sih pemakaian dari kutek ini?

Jadi, karena mimin kepikiran soal itu, gak tahunya ini malah jadi inspirasi mimin untuk kita bahas dalam artikel kali ini. Yah, sekalian saja mimin juga berbagi untuk kalian. Nah, ini penjelasan tentang kutek (pemoles kuku), mulai dari kapan terciptanya kutek sampai dampak dari pemakaian kutek.

Apa itu pemoles kuku?

Kutek atau pemoles kuku adalah jenis perawatan kuku yang diterapakan pada kuku manusia untuk dijadikan sebagai penghias kuku. Berbagai bahan yang terdapat dalam kutek ini pun telah direvisi berulang kali untuk meningkatkan efek dekoratif dan untuk mencegah keretakan dan pengelupasan kulit. Ini dikarenakan kutek ini terdiri dari berbagai campuran polimer organik dan beberapa komponen lain, tergantung pada mereknya.

Awal terciptanya pemoles kuku

Sebenarnya ladies, entah sejak kapan kuteks ini mulai digunakan. Tapi yang jelas kuteks sudah ada sejak zaman dulu. Negara-negara yang sudah memakai kuteks adalah Cina, Mesir dan India. Tapi kuteks yang mereka pakai bukan kuteks zaman now ya ladies.

Mereka punya cara tersendiri dalam memakai kuteks. Beberapa macam kuteks zaman dulu yang mereka pakai terbuat dari bahan-bahan yang masih alami, seperti menggunakan madu yang dicampur dengan berbagai tumbuhan. Ada juga yang memakai Hanna untuk dijadikan pewarna kuku. Hanna adalah nama tumbuhan yang daunnya digiling sampai halus, kemudian diletakkan pada kuku hingga mengering. Kalau bahasa zaman now nya itu inai atau daun pacar, biasanya sampai sekarang hanna ini masih sering dipakai.

Percaya gak sih, kalau pria lah pemakai warna kuku yang pertama kali?

Ladies kalian percaya gak sih kalau ternyata pria lah yang pertama kali memakai perwarna kuku, Sebenarnya mimin gak percaya apalagi kalau yang pakai itu seorang prajurit, tapi memang inilah buktinya.

Prajurit di Babel menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melakukan perawatan kuku sebelum mereka tampil di medan perang ( ini mau perang atau mau arisan). Gak tanggung-tanggung mereka juga mewarnai bibir mereka yang disesuaikan dengan warna kuku. Centil juga ya ladies prajurit zaman dulu wkwkwk

Menggunakan warna yang salah akan dibunuh

Bagi rakyat Cina dulu, memakai pewaena kuku dapat dapat dijadikan sebagai perbedaan kelas dan Dinasti. Bagi kalangan kelas atas dan Dinasti selalu ditandai dengan pewarna kuku yang berwarna merah sedangkan dari krlas bawah atau masyarakat kecilnya menggunakan warna yang lebih pucat.

Jika ada dari kalangan bawah yang memakai pewarna kuku dari kelas bangsawan, maka tidak segan-segan mereka akan dihukum mati. Waduh untung pemerintah zaman now gak gitu-gitu amat ya ladies.

Cleopatra lebih memilih warna merah ( 60 SM)

Siapa sih yang gak kenal dengan sosok Cleopatra? Bahkan kecantikannya pun dapat membuat semua wanita iri, Sudah bukan dongeng lagi kalau Ratu Mesir ini dikenal dengan kecantikannya.

Hal yang mengejutkan darinya adalah bahwa ternyata wanita pertama yang menggunakan henna (daun pacae) adalah sang Ratu Mesir. Ia mengatakan ia sangat menyukai warna merah yang dihasilkan dari Hanna ini. Akan tetapi ia lebih mrnyukai memakai hanna pada kukunya saja daripada dipakai dikeseluruhan tangan.

Salon manikur pertama dibuka di Manhattan (1878)

Pertama kali Cobb Maria belajar seni manikur adalah di Perancis. Ia kemudian lebih mendalami hobynya ini di Amarika Serikat. Sampai pada akhirnya ia bisa membuka salon manikur pertama di Manhattan Amerika. Tak ketinggalan ia pun disebut sebagai Prays Mother Manicure.

Manikur Perancis mulai di kenal di Paris ( 1976)

Jeff Pink, American Make up dan pendiri Orly, memerlukan manikur yang tidak memiliki saingan dimanapun. Jadi ia telah menciptakan sendiri manikur Perancis. Dia memulai debutnya di landasan pacu di Paris dan akhirnya ini telah menjadi fenomena instan.
Essie mendapatkan popularitas (1980)

Essie Weingarten mengembangkan koleksi Poles kuku di awal 80-an. Poles kuku ini dengan cepat mendapatkan popularitas dan pada tahun 1983, Essie telah mengundang salah satu selebriti pertama untuk memberikan dukungan pada produknya. Joan Rivers menyebutkan salah satu warna kesukaannya yaitu Jelly apel.

Chanel menjual dari yang instan, klasik hingga “Menggoda” (1994)

Dalam film Pulp Fiction, Uma Thurman mengecat kukunya dengan Chanel’s Rouge Noir, warna ini sengaja dibuat untuk meniru penampilan seperti darah yang mengering. Bayangan dari film ini seakan-akan memberi inspirasi bagi banyak orang. Sampai hari ini pun, ini masih menjadi salah satu produk Chanel paling diminta sepanjang masa.

Media sosial telah melonjakkan penjualan pewarna kuku (sampai sekarang)

Sampai hari ini pewarna kuku adalah industri yang telah menghasilkan miliaran dolar dan media sosiallah yang telah memacu pertumbuhan itu. Sembilan puluh dua persen para seniman kuku menjulanya pada sosial media di Pinterest,platform dan penjualan paling cepat adalah Snapchat (naik 32% dari tahun lalu).

Beberapa Jenis Kuteks

Secara umum, kuteks biasanya memang terbagi menjadi beberapa jenis atau type. Jadi disini mimin akan merangkumnya menjadi daftar tentang jenis kuteks.

1. Shimmer

Jenis kutek yang satu ini memiliki kilauan yang lebih bercahaya, Biasanya ini disebut kuteks kilat. Jadi ini juga akan terlihat cantik meskipun cuma dipakai polos aja.

2. Micro-Shimmer

Yang ini sebenarnya hampir sama seperti Shimmer, akan tetapi di dalam kuteknya ini terdapat kilauan kecil seperti gambar yang diatas. Jadi kayak ada bling-blinya gitu lho..

3. Micro Glitter

Type Kuteks yang ini juga hampir mirip dengan Micro-Shimmer, hanya saja Butiran Gliternya tampak  lebih menonjol.

4. Glitter

Kuteks yang ini berisi butiran mengkilap dengan berbagai bentuk, biasanya ada yang berbentuk bintang, bulat atau bahkan love. Ukuran butirannya pun jauh lebih besar dari Micro Glitter.

5. Frost

Tipe Kutek Frost adalah Kutek yang kilatanny lebih redup, kutek yang seperti ini hanya ada pada kutek jadul dan sekarang sih sudah gak populer lagi.

6. Lustre

Tipe Kutek Lustre memiliki karakter mengkilap dengan warnai metalic, Kesan metal pada kuteks ini sangat cocok untuk wanita usia separuh baya.

7. Creme

Creme ini sangat sesuai dengan warnanya yaitu cream, kuteks yang satu ini memiliki warna yang cocok untuk warna kulit. Jadi kalian gak perlu khawatir lagi, mau kulit kalian hitam ataupun putih kalian tetap cocok kok pakek kuteks ini.

8. Prismatic micro-glitter or shimmer

Prismatic micro Glitter merupakan perpaduan antara warna metalik di campur dengan glitter kecil. Jadi kesannya bakalan jadi lebih unik.

9. Iridescent

Kuteks Iridescent ini akan memberikan kesan warna warni seperti hologram.

10. Opalescent

Tipe kuteks Opalscent ini memiliki warna yang terkesan unik, sama seperti namanya yaitu batu opal. Biasanya didominasi dengan warna yang lembut.

11. Matte

Matte atau Duff, Tipe Kuteks ini akan memberikan kesan buram yang elegant. Baik digunakan secara polos atau dikombinasi dengan warna yang berkilau.

12. Duo-chrome

Duo-chrome merupakan perpaduan warna Metalik dan Mengkilat serta memiliki kesan berminyak yg indah. Hampir sama seperti Opalescent, hanya saja untuk Duo-chrome lebih menggunakan warna yang lebih tua.

13. Jelly or translucent

Tipe Kutek ini akan memberikan kesan transparant layaknya seperti jelly, Kebanyakan dari jenis tipe kutek ini berwarna muda.

14. Magnetic

Keunikan dari tipe kuteks ini adalah pada serbuk besi yang ada di dalamnya, Jika kalian ingin membentuk motif dari kutek ini, kalian bisa mengunakan Mahnet (besi berani).

15. Crackled


Kuteks ini memberikan kesan Sesuai dengan namanya Crackeled yaitu pecah atau retak, jika kuteks ini mengering saat di poles maka kesan retaknya akan muncul.

16. Glass-flecked

Keunikan kutek ini adalah memberikan kesan seperti berlapis Kaca. Kutek ini sangat popular pada saat peluncuran perdananya di tahun 90an.

Jenis kuas untuk membentuk seni kuku

Pernakah para ladies mendengar tentang yang namanya seni tubuh (tato). Kebayang gak sih gimana sakitnya hanya karena ingin membuat seni mereka harus bisa menahan rasa sakit.

Oleh karena itu, sekarang telah dihadirkan seni kuku untuk pengganti seni tubuh tanpa sedikutpun merasa sakit. Bagi kalian yang memang mencintai seni, tapi gak suka sama yang namanya jarum dan sakit, inilah merupakan solusi yang tepat untuk kalian. ( khususnya bagi para cewek).

Siapapun dapat melakukan seni kuku ini, bahkan yang amatiran sekalipun. Kalian hanya perlu mencobanya lagi dan lagi untuk melihat sampai mana kemajuan kalian dan ini bisa kalian untuk mengisi waktu luang kalian. Jika kalian ingin lebih mahir lagi kalian bisa menekuninya lebih serius untuk menjadi yang profesional.

Nah, kalau kalian memang mau mendalaminya kalian pasti memerlukan alat-alat dalam membuat seni kuku kan. Ini dia daftarnya, sudah mimin siapin biar kalian gak bingung lagi.

Nail Art Brushes

Nail Art Brushes ( kuas kuku) terdiri dari 15 jenis yang berbeda dan setiap setnya terdiri dari 7 bagian. Kalian juga dapat membeli kuas kuku ini secara individual, karena semua terganrtung dari apa yang akan kalian buat.

1. Round Brush

Ini adalah yang paling serbaguna dan biasanya juga termasuk yang paling umum sih. Kuas ini digunakan untuk menciptakan desain yang rumit dan juga berbagai pola yang berbeda. Biasanya kuas ini akan digunakan dalam membuat kuku 3d menggunakan bubuk akrilik dan monomer.

2. Striper/liner brush

Kegunaan dari kuas kuku ini adalah membantu dalam menciptakan garis, bentuk dan ini juga dapat digunakan dalam membuat pola-pola binatang seperti zebra dan harimau. Dengan kuas ini kalian dapat membuat garis lurus yang sempurna, tapi kalian harus memiliki 3 kuas untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Flat brush

Kuas ini dapat membantu dalam menciptakan goresam panjang pada kuku. Hal ini juga dapat membantu dalam menciptakan satu goresan pola. Gak ketinggalan ini juga dapat membantu dalam proses membuat gel pada kuku. Kuas ini tersedia dalam 2-3 ukuran.

4. Angled brush

Kuas yang satu ini pada dasarnya dapat membantu dalam membuat satu goresa untuk membuat seni bunga. Satu hal lagi yang paling menarik adalah kuas ini dapat membentuk goresan ganda.

5. Fan brush

Nah, untuk kuas yang satu ini ternyata memiliki banyak fungsi loh. Ini bisa membantu kalian dalam membuat shading, menciptakan swrils dan juga membantu dalam menaburkan glitter. Kalian juga dapat membuat efek goresan yang indah dengan kuas ini. Kuas jenis ini dapat digunakan dalam menata bubuk glitter yang berlebih.

6. Detailing brush

Sama seperti namaanya, kuas ini akan digunakan sebagai rincian dalam mendesain seni kuku. Kalian juga dapat membuat potongan-potongan gambar yang lebih unik lagi. Jadi untuk yang satu kalian harus punya ya.

7. Dotter

Dari 15 jenis kuas kuku ini, salah satunya dotter juga termasuk. Kuas ini memiliki ujung kepala yang sangat kecil yang dapat membantu efek bertitik kecil pada kuku. Kalau kalian ingin membuat titik yang lebih besar kalian dapat menggunakan dotter yang lebih besar.

Teknik dalam membuat seni kuku

Setelah tadi kita mengenal tentang kuas untuk membuat seni kuku, sekarang lah saatnya kita untuk mempelajari teknik dari membuat seni kuku ini. Ada berbagai macam teknik untuk membuat seni pada kuku dari yang biasa sampai ekslusif.

Sampai sekarang trend seni kuku telah menjadi sangat populer, yang menyukai trend ini bukan hanya dari anak muda melainkan yang sudah menjadi ibu pun tertarik dengan trend ini. Ini dia tekniknya.

1. Painting With a Brush

Teknik yang satu ini membuat kita seperti sedang melukis, jadi penggunaan kuas hanya perlu disesuaikan dengan apa yang ingin ladies buat. Akan tetapi, banyak orang yang merekomendasikan kuas yang berbentuk sintesis.

Namun, jika kalian masih amatir kalian masih memerlukan latihan yang lebih baik lagi untuk mencapai kesempurnaan dalam membuat goresan yang indah. Beberapa kuas yang direkomendasikan adalah elbows, flat, line, detail dan dotting. Kuas ini dapat digunakan berbagai jenis pola yang indah.

2. Sponge Bobbing

Kalian dapat menggunakan teknik ini untuk mendapatkan hasil desain yang gradien dan Akhromatis pada kuku. Hasil akhir akan kalian dapatkan setelah menggunakan spons. Kalian dapat menggunakan jenis spon apapun tergantung pada efek desain yang diperlukan dan diharapkan.

Biasanya, ketika warna dasar akan dibiarkan sampai mengering sendiri dan kemudian spons kuku digunakan dan diterapkan. Kalian bisa menhapusnya dengan perlahan ataupun dengan cepat, sesuai dengan desain yang sedang kalian buat. Untuk menghapus bagian tepiny , kalian bisa menambahkan produk kimia lain yang disebut aseton.

3. Stamping Looks Great

Yang harus kalian lakukan pertama kali adalah gambar yang dicetak pada kuku perlu ditutupi oleh lapisan cat kuku khusus. Kemudian kalian dapat menggunakan stempel kuku untuk mencetaknya sehingga hanya kuku yang ditutupi yang dapat dijadikan sebagai pola.

4. Taping is Not a Task

Pada awalnya kalian dapat menerapkan warna dasar pada kuku dan kemudian kalian dapat membuat potongan-potongan kecil kain yang juga akan diterapkan pada kuku. Potongan-potongan kecil kain akan diterapkan pada kuku hingga menyisakan warna dasar. Kemudian kalian dapat memberikan warna lain lagi pada bagian atas. Terakhir kalian dapat menghapusnya lagi dengan lembut.

5. Digi World Nail Art

Saat ini, sudah banyak mesin-mesin digital yang digunakan untuk dapat menciptakan seni kuku. Mesin ini lebih sering digunakan oleh para terapis atau Salon Kecantikan. Prosedurnnya juga otomatis, jadi dibutuhkan hanya sangat sedikit waktu untuk mendapatkan tampilan seni kuku yang diinginkan. Kalian juga bisa mendapatkan foto-foto scan atau gambar dari kamera digital untuk pencetakan pada kuku. Mesin ini juga cukup mahal, berkisar hampir 2000-5000 pon.

6. Stencil Method

Disini kalian akan menggunakan stensil yang ditempelkan pada lapisan kering cat kuku dan ini akan bertindak sebagai latar belakang dari gambar stensil. Kemudian stensil ini akan ditempelkan kembali pada kuku. Seperti yang kita lakukan saat menjiplak, seluruh kuku akan dilukis dengan cat kuku dengan warna yang berbeda. Kemudian, setelah didiamkan beberapa saat hingga mengering baru stensil dipindahkan dan hasilnya ini akan  membentuk pola yang mirip dengan stensil.

7. Airbrush Nail Art Technique

Teknik Airbrush ini menggunakan mesin untuk membuat cat kuku model siram  pada kuku. Penggunaan teknik ini juga dikombinasikan dengan stensil atau stiker untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan. Pertama, kalian dapat menerapakan base out, baru stensil ini diperbolehkan untuk mengalokasikan pada kuku dan barulah mesin airbrush digunakan untuk mendesain lukisan. Kemudian stensil sedikit demi akan sedikit dihapus dan kalian dapat menggunakan aseton untuk menghapus sisa cat kuku,

Bahaya bahan kimia yang terdapat pada kuteks

Ladies meskipun kita melakukan seni kuku ini untuk mempercantik diri, akan tetapi tetap saja akan ada masalah di belakang hari jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya.

Sebenarnya ladies, bahan kimia dalam cat kuku atau kutek ini sangatlah berbahaya bagi setiap orang yang menggunakannya, terutama mereka yang terkena pemoles kuku berulang kali (seperti manicurists, salon kecantikan atau orang yang sering melakukan pemgecatan kuku).

Racun ini harus dihindari oleh wanita yang sedang hamil atau menyusui, serta anak-anak yang belum memasuki masa pubertas. Untuk menjaga diri sendiri dan orang di sekitar kalian dengan aman, cobalah untuk menghindari kuteka yang memiliki bahan kimia seperti yang akan dijelaskan dibawah ini.

1. DBP (DIBUTYL PHTHALATE)

Dibutyl phthalate (DBP), merupakan anggota keluarga dari bahan kimia phthalate, yang digunakan dalam kuku untuk meminimalkan warna kuku. Phthalates dapat diklasifikasikan sebagai endokrin yang akan meniru estrogen hormon dalam tubuh . Ini telah terbukti dapat mengganggu perkembangan janin, yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan organ dan akan memberi masalah pada masa-masa menopause.

Meskipun tidak ada penelitian DBP pada manusia, akan tetapi studi pada hewan telah menunjukkan hasil yang sama jika terjadi pada manusia. Dampak yang akan terjadi adalah penurunan kesuburan, gangguan hormon, bioakumulasi dan kerusakan hati.

Uni Eropa sebenarnya telah melarang adanya DBP dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi dan pemerintah Australia saat ini telah mengklasifikasikan DBP sebagai risiko untuk sistem reproduksi manusia.

2. TOLUENA

Toluena adalah bahan dari cat kuku yang digunakan untuk menciptakan sebuah aplikasi yang halus. Pewarna kuku yang mengandung bahan ini memiliki bau yang manis, pedas dan juga merupakan yang paling konvensional sebagai penghilang cat kuku.

Namun, tenyata ini mengandung zat yang sangat beracun; penelitian telah menunjukkan bahwa paparan toluena dapat menyebabkan kerusakan syaraf, menurunnya fungsi otak, gangguan pernapasan, pendengaran dan mual.

Ketika dihirup terlalu sering oleh wanita hamil, hal ini dapat mengakibatkan gangguan perkembangan janin. Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa toluena terkait dengan gangguan reproduksi, toksisitas sistem kekebalan tubuh dan kanker darah seperti limfoma yang ganas.

Uni Eropa telah membatasi penggunaan toluena untuk produk perawatan pribadi, termasuk cat kuku dan menyarankan bahwa wanita hamil dan anak-anak tidak boleh mengirupnya . Di California, toluena berada pada peringkat ke 65 yang memiliki bahan kimia yang berbahaya bagi perkembangan janin.

3. FORMALDEHIDA

Formaldehida ini akan digunakan untuk mengeraskan dan memperkuat cat kuku dan biasanya ini juga digunakan sebagai pengawet untuk melindungi  cat kuku terhadap pertumbuhan bakteri. Formaldehida dapat secara alami diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang sangat kecil-mirip dengan zat yang ditemukan di beberapa vaksin. Di tingkat rendah, formaldehida ini mungkin tidak akan berbahaya.

Namun, jika diberikan paparan dosis formaldehida yang lebih besar di udara atau pada kulit maka ini akan dapat menyebabkan kanker tenggorokan, hidung dan darah. Para pekerja salon dan anak-anak mereka lebih beresiko terutama untuk masalah kesehatan kronis yang disebabkan oleh formaldehida, termasuk asma, kejang, mual dan keguguran.

Paparan berulang kali juga dapat menyebabkan timbunan cairan di paru-paru dan menyebabkan perkembangan janin yang abnormal pada wanita hamil. Uni Eropa menganjurkan penggunaan formaldehida hanya terbatas dalam produk perawatan pribadi, sementara Jepang dan Swedia telah benar-benar melarangnya.

4. FORMALDEHIDA RESIN

Formaldehida resin adalah produk sampingan dari formaldehida yang membuat jalan ke banyak rumus dalam pembuatan cat kuku dan juga mencakup formaldehida. Itu telah menjadi subyek tes manusia lebih sedikit daripada empat bahan kimia lainnya. Namun, studi awal menunjukkan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit manusia dan reaksi alergi, Depigmentasi kulit dan hilangnya sensasi saraf.

5. KAMPER

Kamper adalah bahan yang digunakan dalam membuat cat kuku agar tampak mengkilap ketika dipakai. Bahan yang satu ini tidak terlalu beracun jika dibandingkan dengan tiga bahan yang tercantum di atas,

Namun, keselamatan dalam penggunaan Kamper baru-baru ini telah dipertanyakan. Efek buruk yang ditunjukkan adalah iritasi yang parah pada kulit dan reaksi alergi ketika dioleskan dan jika menghirup uapnya terlalu lama maka ini akan menyebabkan mual, pusing dan sakit kepala.

Pengamatan studi juga telah menghubungkan paparan Kamper dengan kerusakan organ, seperti disfungsi hati. Penggunaan Kamper dalam produk perawatan pribadi dibatasi hingga 11% di Amerika Serikat,

Memilih pewarna kuku yang aman

Jika kalian ingin menggunakan cat kuku, alangkah baiknya memilih merek yang setidaknya bebas dari “Tiga besar” (DBP, formaldehida dan toluena), tapi secara grafis sih memang 5. Jika kalian ingin melakukan perawatan kuku di salon, sebaliknya kalian mencari satu yang bebas 3 atau 5- bahan kimia, untuk melindungi diri dan pekerja di salon.

Merek perwarna kuku yang bebas dari 3 bahan kimia

● Butter London (bebas dari paraben)
● Essie
● Lancome (tidak mengandung resin formaldehida )
● OPI (meskipun beberapa perwarna kuku mengandung strengtheners/pengeras tapi ini tidak mengandung formalin)

Merek pewarna kuku yang bebas dari 5 bahan kimia

● Zoya (tidak mengandung bahan kimia vegan)
● RGB (bebas vegan, bebas gluten)
● LaCC
● Ella + Mila
● Ketut NYC
● Kure Bazaar (hanya berisi bahan-bahan sintetis 15%)

Nah, itulah dia sedikit penjelasan mimin tentang pewarna kuku, mulai dari  asalnya, jenisnya, bahkan sampai bahan yang terkandung di dalam pewarna kuku ini. Biarpun hasilnya sangat memuaskan akan tetapi alangkah baiknya kita lebih berhati-hati dalam penggunaan perwarna kuku, OK ladies semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian ya. See you.

Related Posts