stats counter
All for Joomla All for Webmasters

Di zaman yang sudah semakin canggih ini, banyak alat yang diciptakan untuk mempermudah seseorang dalam melakukan suatu hal. Salah satu alat yang diciptakan adalah dispenser. Untuk sekarang ini kita bisa melihat dispenser ini ada dimana-mana. Dengan adanya alat ini, maka seseorang akan lebih mudah untuk minum baik dalam keadaan panas ataupun dingin.

Jadi mereka gak perlu repot lagi untuk masak air.Nah, kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang dispenser ini, kalian bisa membacanya disini ya.

Pengertian Dari Dispenser

Dispenser adalah salah satu alat rumah tangga yang menggunakan listrik untuk dapat memanaskan elemen pemanas dan menjalankan mesin pendinginnya. Dispenser ada yang menggunakn prinsip kerja dengan elemen pemanas dan mesin pendingin (compressor).

Dispenser atau tempat air minum adalah salah satu peralatan listrik atau elektronik yang didalamnya terdapat heater sebagai komponen utamanya, di sini heater akan berfungsi untuk memanaskan air yang ada pada tabung penampung. Heater umumnya memiliki daya sekitar 200-300 Watt. Heater dapat memanaskan air yang terdapat di dalam dispenser. Biasanya dispenser berisi 19 liter air, yang di tempatkan paada sebuah galon.

Proses pemanasan air terjadi pada saat air masuk kedalam tabung pemanas. Tabung pemanas merupakan tabung yang terbuat dari logam yang disekitar tabung tersebut dikelilingi oleh elemen pemanas, sehingga ketika air mengalir dari tampungan menuju tabung pemanas sensor suhu yang ada pada tabung pemanas akan memicu elemen pemanas untuk bekerja, suhu tinggi yang dihasilkan elemen pemanas diserap oleh air yang suhunya lebih rendah, setelah suhu air dalam tabung pemanas tinggi maksimal sensor suhu yang ada pada tabung pemanas akan memutuskan arus listrik pada elemen pemanas, pada saat elemen pemanas menyala lampu indikator pemanas menyala dan pada saat elemen pemanas mati lampu indikator pemanas mati.

Jenis Dispenser

Kehadiran dispenser telah membuat para ibu rumah tangga menjadi tidak terlalu repot lagi karena tidak harus merebus air minum setiap harinya, dikarenakn sudah banyak yang menjual air siap minum dalam galon yang hanya tinggal dipasangkan pada dispenser. Kabar baiknya lagi, dispenser memiliki banyak varian dan harga dispenser juga tidak lah terlalu mahal. Berikut ini adalah beberapa jenis dispenser yang bisa kalian pilih.

-Dispenser Panas-Normal-Dingin (Hot-Normal-Cool)

Saya yakin banyak rumah dan kantor yang sudah memiliki dispenser seri ini. Dispenser panas, normal, dingin dapat mengalirkan air dengan tiga suhu, yakni panas, normal (suhu ruang), dan dingin. Ini disebabkan karena dispenser ini sudah dilengkapi dengan fan atau sistem pendingin refigerator (sama seperti kulkas), heater dan pengatur suhu yang juga digunakan pada dispenser hot-normal. Ada tiga jenis dispenser yang tersedia di pasaran yang masing-masing punya keungulan serta kekurangan.

a. Dispenser Galon Atas

Dispenser seri ini kurang lebih sama seperti dispenser panas-normal, yakni harus meletakkan galon di atas dispenser. Harga dan daya listriknya memang sedikit lebih mahal dari dispenser hot-normal, tapi jika kalian memang malas untuk yang namanya angkat-angkat galon, dispenser ini memang terbilang kurang praktis. Oleh karena itu, dispenser galon atas kurang coco untuk keperluan kantor yang memang banyak orang yang memakainya.

b. Dispenser Galon Bawah

Jika masalahnya ada pada angkat-angkat galonnya, maka alternatifnya adalah kalian bisa pilih dispenser galon bawah! Dispenser seri ini memang sangat praktis karena ada rak bawah yang memang khusus untuk meletakkan galon. Rak ini memakai sistem water pump dimana air galon akan “dipompa” ke atas dengan bantuan listrik.

Selain penggunaannya yang praktis, desain galon ini memang lebih minimalis dan terlihat cantik. Oleh sebab itu, dispenser ini memang sangat cocok untuk rumah atau kantor bergaya minimalis, atau untuk bagi kalian yang memang ingin praktis tanpa harus angkat-angkat.

Namun soal harga dan daya listrik, dispenser galon bawah memang terhitung lebih mahal dari seri dispenser sebelumnya. Selain itu jika listrik mati, dispenser sama sekali tak bisa dipakai karena air membutuhkan listrik untuk bisa mengalir.

c. Dispenser Galon Atas-Bawah

Nah, jika kedua dispenser di atas masih belum bisa memenuhi kebutuhan kalian, jangan khawatir dan jangan risau, karena kalian masih dapat memilih dispenser galon atas-bawah. Inilah solusi untuk kalian yang memilih dispenser galon bawah, tapi takut jika sewaktu-waktu mati listrik. Dispenser galon atas-bawah tetap dapat berfungsi dengan galon atas jika tak bisa menyambungkan listrik. Selain itu, harga dan daya listriknya tak jauh beda dengan dispenser galon bawah.

-Dispenser Keramik

Dispenser yang satu ini bisa dikatakan sebagai dispenser yang paling tradisional dan hanya berperan sebagai tempat menaruh air saja, karena tidak ada teknologi atau piranti apapun di dalamnya. Dispenser ini biasanya berbentuk tabung dan galon akan langsung dipasang di bagian atasnya.

Ini sangat cocok bagi mereka yang memang menyukai seni atau estetika, dispenser jenis ini disebut sangat artistik, terlebih biasanya dispenser keramik ini juga memiliki beberapa motif tersendiri, sehingga bisa memberikan kesan yang sedikit berbeda pada dapur kalian.

-Dispenser Panas & Normal (Hot-Normal)

Dispenser seri ini cukup banyak diincar. Sesuai namanya, dispenser panas-normal hanya bisa mengalirkan air bersuhu panas dan normal. Dispenser ini memang sudah dilengkapi dengan pemanas air (heater) yang memakai daya listrik. Kalau listrik mati, kalian hanya bisa mengalirkan air normal saja.

Selain itu, harganya cukup terjangkau di pasaran dan cocok bagi kalian yang punya ruang lingkup minimalis. Sebab, sebagian besar bentuk dispenser ini cenderung pendek dan mudah untul dipindahkan kemana saja. Meskipun begitu, kalian tetap harus menaikkan si galon ke atas dispenser seperti halnya dispenser keramik.

-Dispenser Panas-Normal-Dingin dengan Kulkas Bawah

Selain dari dispenser di atas, ada satu seri lagi yang memiliki fungsi ganda, yakni untuk menaruh air minum (bagian atas) dan untuk mendinginkan minuman, makanan, atau buah (bagian bawah). Dispenser dengan kulkas bawah adalah pilihan tepat untuk usaha penginapan atau sewa kamar. Harganya memang jauh lebih mahal dari tiga seri dispenser sebelumnya, tapi daya listriknya tak jauh beda dengan dispenser galon atas. Dispenser ini memakai sistem refrigerator, heater dan cooler fan.

Komponen Dari Dispenser Dan Cara Kerjanya:

Jika kalian ingin tahu bagaimana bagian dalam dispenser ini berkerja berikut ini adalah penjelasannya:

-Listrik dari Stopkontak akan mengalir melalui kabel steker. Satu kabel dari steker (kabel warna coklat) akan terhubung ke salah satu kaki sakelar.
-Sementara satu kabel lain dari steker (kabel warna biru) akan terhubung ke salah satu terminal elemen pemanas/heater dan PCB lampu Indikator (kabel warna hitam).
-Listrik dari steker (kabel warna coklat) akan mengalir melalu saklar untuk diputus atau disambungkan (secara manual) ke thermostat dan PCB lampu Indikator (kabel warna coklat).
-Kabel lain dari thermostat (kabel warna merah) akan terhubung ke heater dan PCB lampu Indikator (kabel warna merah).
-Di thermostat, listrik kemudian akan diputus atau disambungkan (secara otomatis). Saat air dalam tabung (yang terdapat heater) dalam keadaan dingin, maka thermostat dalam keadaan terhubung/0n dan lampu indikator akan menyala kembali.
-Setelah air dalam tabung mengalami pemanasan dengan suhu tertentu yang sesuai dengan kemampuan thermostat, maka thermostat akan memutus/off arus lustrik menuju heater dan lampun indikator akan mati. Dan bila air mengalami penurunan suhu lagi, maka thermostat akan terhubung kembali untuk mengalirkan listrik menuju heater dan begitulah seterusnya yang akan terjadi.

Cara Kerja Pendingin Pada Dispenser

Kita semua pasti suka sama yang namanya air dingin apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya pasti rasanya bakalan gimana gitu. Apalagi kalau air dinginnya bisa tinggal ambil aja. Sekarang ini sudah ada dispenser yang menyediakan air panas sekaligus air dingin (seperti dari kulkas). Kalau dipikir-pikir kok bisa ya air panas dan dingin jadi akur eeh jadi satu maksudnya? Berikut ini adalah penjelasannya.

Sebelumnya air yang ada pada galon akan dinaikkan pada dispenser. Bila botol galon dibalik maka air akan langsung mengalir ke tabung pendingin air. Sebelum mencapai tabung pendingin akan ada sebuah katup yang mencegah air agar tidak langsung masuk ke tabung pendingin air.

Air yang ada di dalam tabung pendingin air ini akan dimasukkan ke dalam reservoir, disinilah air akan didinginkan menggunakan zat pendingin. Refrigeran adalah media pendinginan yang disirkulasikan dalam pipa yang terletak dekat dengan reservoir pada tabung pendingin air.

Perubahan zat pendingin dari cairan ke gas akan bergerak dalam pipa menuju reservoir. Ini dikarenakan adanya tekanan pada pipa yang dibuat oleh kompresor di dalam pendingin air. Gas yang didinginkan dalam pipa air dipaksa melalui katup untuk membuatnya menjadi lebih dingin.

Cara Kerja Pemanas Air Pada Dispenser

Proses air mengalir dari galon yang bersuhu normal hingga sampai kedalam cangkir/gelas yang bersuhu panas melalui beberapa komponen mulai dari galon air kemudian mengalir kedalam tampungan yang kemudian mengalir kedalam tabung pemanas dan kemudian air mengalir dalam keadaan panas melalui keran, proses pemanasan air terjadi pada saat air masuk kedalam tabung pemanas.

Tabung pemanas merupakan tabung yang terbuat dari logam yang disekitar tabung tersebut dikelilingi oleh elemen pemanas, sehingga ketika air mengalir dari tampungan menuju tabung pemanas, sensor suhu yang ada pada tabung pemanas akan memicu elemen pemanas utuk bekerja.

Suhu tinggi yang dihasilkan dari elemen pemanas akan diserap oleh air yang suhunya lebih rendah, setelah suhu air dalam tabung pemanas tinggi maksimal maka sensor suhu yang ada pada tabung pemanas akan memutuskan arus listrik pada elemen pemanas, pada saat elemen pemanas menyala lampu indikator pemanas juga akan menyala dan pada saat elemen pemanas mati lampu indikator juga akan pemanas mati.

Setelah lampu indikator pemanas mati dan air pada tabung pemanas sudah mencapai suhu tinggi maksimal maka air panas siap digunakan. Yang perlu diingat ketika menyalakan pemanas pada dispenser adalah pastikan air pada tabung pemanas penuh, sebab jika tabung pemanas dalam keadaan kosong dan elemen pemanas bekerja maka suhu tinggi yang dihasilkan oleh elemen pemanas tidak akan terserap oleh air dan akan merusak tabung pemanas dan komponen lain disekitar tabung pemanas karena terkena panas yang terlalu tinggi.

Dispenser juga dilengkapi dengan dua buah sensor temperature yang dinamakan Thermostat dan dua buah lampu indikator berwarna merah dan hijau, untuk warna merah artinya dispenser sedang dalam proses pemanasan sedangkan untuk warna hijau artinya dispenser dalam keadaan standby ( heater 0ff ). Jika dispenser sedang memanaskan air, maka lampu yang akan menyala adalah yang berwarna merah. Dan apabila air yang ingin dipanaskan telah panas, lampu yang berwarna merah akan berubah menjadi warna hijau.

Pada tabung dispenser dipasang Heater / pemanas serta sensor suhu atau thermostat yang berfungsi untuk membatasi kerja heater agar tidak bekerja terus-menerus yang akan menimbulkan suhu air dalam tabung dispenser berlebihan, karena apabila heater berkerja berlebih, heater akan panas dan bahkan heater tersebut dapat menjadi rusak. Untuk mengurangi terjadinya resiko tersebut, maka pada heater akan dipasang thermostat yang berguna untuk mengatur suhu.

Ketika suhu air yang dipanaskan oleh heater mencapai suhu tertentu sehingga melebihi suhu kerja sensor/thermostat maka sensor akan bekerja dan memutuskan arus yang mengalir ke heater, dengan demikian heater akan berhenti bekerja sehingga suhu air tetap terjaga sesuai dengan kebutuhan, ini bisa dilihat di lampu indikator dari warna merah akan berganti warna hijau.

Heater akan bekerja kembali manakala suhu air pada tabung menurun sampai suhunya berada dibawah suhu kerja sensor, sensor dipasang seri dengan heater, dengan demikian fungsi dari sensor ini mirip seperti saklar, hanya saja bekerjanya secara otomatis berdasarkan perubahan suhu.

Keuntungan Dispenser

Pemakaian dispenser ternyata dapat menghemat biaya pengeluaran untuk air minum yang dibeli dalam ukuran kecil serta ini juga ramah lingkungan karena kita jadinya tidak akan membuang sampah plastik dari sisa botol minuman. Dengan menggunakan botol galon, penggunaannya akan bisa dilakukan dengan isi ulang dan ini dapat dapat dilakukan berkali-kali sehingga pastinya akan menghemat biaya dan juga akan jadi ramah lingkungan.

Dalam penggunaannya, botol galon akan ditempatkan terbalik agar isi air dapat mengalir memenuhi tangki dispenser. Dengan fitur pemanas, pendingin, dan air dengan suhu biasa, pengguna dispenser dapat dengan mudah mendapatkan tiga jenis air tersebut hanya dengan menekan tombol yang terdapat di dalam dispenser.

Dengan menggunakan dispenser, kalian juga akan sangat dimudahkan untuk mendapatkan air panas. Jadi, jika kalian ingin menyeduh kopi atau susu kalian tentunya gak perlu menunggu lama lagi dan repot untuk memasak air terlebih dahulu. Untuk menikmati air dingin pun hanya cukup menekan tombol yang tersedia. Beberapa dispenser juga menyediakan tempat gelas yang memudahkan pemakai dispenser sehingga tidak perlu susah mencari gelas.

Dispenser tersedia dengan banyak ukuran dan kegunaanny juga beragam lho. Beberapa dispenser dengan ukuran kecil akan memerlukan media penyanggahnya seperti meja dan ada juga jenis dispenser berukuran besar yang tinggi dan tidak membutuhkan penyanggah.

Pemilihan dispenser tentu saja harus memperhatikan kebutuhan yang kalian perlukan. Berapa banyak liter air yang dapat ditampung dalam tangki dispenser hingga penyedia air panas atau air dingin.

Kekurangan Dispenser

Pernahkah terlintas dipikiran kalian tentang air yang kalian minum dari dispenser benar-benar bersih dan steril. Dispenser yang kita miliki sebenarnya tidak seratus persen terbebas dari debu. Meskipun air galon yang diisi ulang terlihat bersih, namun debu tetap akan masuk pada saat pergantian galon, maupun saat tidak sedang dipakai, karena sesungguhnya ketika galon dipasang ke dispenser tidaklah begitu rapat sehingga masih ada celah untuk masuknya debu.

Jika kalian gak percaya, maka sekali-kali kalian bisa coba buka dispenser yang kalian miliki, lalu lihatlah bagian dalam dispenser itu, pastinya debunya sangat banyak. Ini dikarenakan bisa saja dispenser yang kita miliki bukanlah tipe yang baik, aman dari debu dan berbahan murah meriah.

Kelemahan dispenser yang lain adalah ketika galon dipasang di dispenser tidak selamanya air itu akan mengalir atau dipakai, bahkan mungkin lebih banyak diam atau tidak bergerak. Jika air tidak bergerak dan terus menerus menempel disatu tempat yang sama dalam waktu yang lama bahkan berbulan-bulan maka ini akan dapat memancing tumbuhnya lumut .

Coba kalian periksa dan sentuh dengan jari bagian bawah tempat memasang galon ke dispenser (tempat mulut galon dipasangkan), jika kalian merasakan seperti ada sesuatu yang licin atau seperti berminyak maka kemungkinan itu adalah lumut, jadi menurut kalian apakah itu sehat?Atau bersihkah itu?

Ditambah lagi, banyak sekali air isi ulang yang dijual disekitar rumah kita yang belum terjamin akan kesterilannya. Belum lagi cara pengisian dan menutup galon yang terkadang selalu  ceroboh, misalnya saja mereka sambil merokok, dipinggir jalan lagi. Duh gak kebayang kan gimana kotornya itu?

Kalian kalian masih tetap penasaran, coba deh kalian lepasin bagian tempat memasangkan mulut galon kedispenser, biasanya sih dengan cara memutarnya lalu kemudian diangkat. Nah, kalian pasti akan ngeliat seperti adanya tempat tampungan air sebelum menuju ketempat tangki pemanas dan ke tangki dingin, pasti kalian akan terkejut jika melihat warnanya yang agak kecoklatan atau kuning tua dan jika disentuh licin seperti lumut.

Lanjutkan lagi periksa bagian dalam dispenser dengan cara membuka mur dibagian belakang, setelah itu periksalah pipa plastik dan tangki pemanas, disana kalian akan menemukan pipa-pipa plastik  menuju tangki pemanas maupun ke tangki dingin dan perhatikanlah warnanya pasti telah berubah kecoklatan atau kuning tua, pekat, bisa juga kalian temukan pada bagian tertentu pada tangki itu sudah ada yang berkarat. OMG apa itu yang namanya sehat?

Biasanya ini bisa terjadi pad dispenser yang sudah lama, bahkan mungkin sudah dipakai hampir setahun atau mungkin lebih. Sungguh sayang produsen dispenser terkadang tidak memberikan pentunjuk cara untuk membersihkan, merawat dispenser yang mereka produksi dan usia pemakaian yang wajib dibersihkan.

Produsen dispenser seharusnya menyediakan alat / sikat untuk membersihkan dispenser. Kitapun terkadang membeli dispenser maunya murah dan hebat (multifungsi) mampu panas, panas sekali dan bahkan bisa dingin seperti air dari kulkas.

Namun kita selalu tidak memperhatikan aspek perawatan dan cara merawatnya, bahkan lebih hebat lagi selagi dispenser itu tidak mengalami gangguan kita tidak pernah membersihkannya kecuali bagian luarnya saja, itupun hanya mengusap / lap saja. Benar kan guys.

Dispenser memang harus secara berkala juga diperiksa dan dibersihkan, misalnya menyiram dengan air panas sehingga lumut debu dapat diminimalisasi secara berkala pula, dispenser memang praktis dan memudahkan pemiliknya dalam mendapatkan air minum baik itu dingin maupun panas, namun dispenser dengan tingkat usia pemakaian yang cukup lama secara terus menerus akan semakin tidak sehat karena debu semakin banyak dan lumutpun akan tumbuh.

Lalu Bagaimana Cara Untuk Membersihkannya?

Kebersihan adalah kunci utama untuk hidup sehat. Untuk itulah kita harus selalu menjaga yang namanya kebersihan.  Seperti halnya pada dispemser biarpun terlihat simple namun jika tidak selalu dibersihkan maka sama kita mengumpulkan penyakit pada tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membersihkan dispenser.

Mencabut aliran listrik

Hal pertama yang harus kalian lakukan sebelum melakukan pembersihan adalah yang pastinya kalian harus mencabut aliran listrik yang terhubung pada dispenser. Hal ini perlu dilakukan agar ketika kalian membersihkan dispenser, tidak kesetrum atau hal lain yang tidak diinginkan. Lalu, copot dan angkat galon dari tabung dispenser. Kalau di dalam tabung masih ada sisa airnya, buanglah air itu dengan menyalakan kran dispenser biar airnya keluar dan habis.

Memberikan cuka

Untuk membersihkan tahap awal, cuci tabung dengan menggunakan sponge dan sabun cair untuk mencuci piring. Lalu kalian bisa menguras bagian tabung ini menggunakan air hangat yang telah diberi satu sendok teh cuka dicampur dengan sabun cuci piring untuk hasil yang maksimal. Lakukan ini dengan hati – hati seperti cara membersihkan cermin yang harus dilakukan dengan telaten.

Membersihkan tabung menggunakan pemutih

Kalau kalian menggunakan cairan pemutih untuk membersihkannya, maka tuangkan ke dalam tabung air hangat yang telah dicampur dengan cairan pemutih pakaian dengan ukuran setengah sendok makan. Tunggu hingga kurang lebih 5 menit, lalu usap menggunakan sponge yang sudah dicuci bersih.

Bila kalian menggunakan cairan pemutih, maka pembilasan harus dilakukan dengan benar-benar bersih dan gak bersisa. Kalian juga bisa memiringkan tabung dispenser untuk mengeluarkan air sisa sabun atau pemutih.

Bilas beberapa kali hingga tidak tersisa bau sabun ataupun cairan pemutih. Hilangkan baunya seperti halnya cara membersihkan kulkas yang berbau dengan maksimal. Pemutih sangat ampuh untuk membunuh bakteri, kuman dan jamur bahkan lumut – lumut yang menempel di tabung dispenser.

Membersihkan dengan jeruk nipis

Nah, kalau kalian ingin menggunakan cara yang lebih alami, kalian bisa menggunakan jeruk nipis untuk membersihkan tabung dispenser. Jeruk nipis mengandung ph yang sangat tinggi sehingga ketika dibuat untuk membersihkan tabung, kotoran dan bakteri serta kuman akan mati dan langsung terangkat.

Enzime yang terdapat pada jeruk akan bekerja dengan sangat baik bila dicampurkan dengan air hangat. Caranya adalah dengan mengambil satu atau dua jeruk nipis lalu peras dan masukkan perasan itu pada air hangat kuku. Air hangat yang sudah tercampur jeruk nipis ini bisa kalian gunakan untuk membersihkan bagian tabung dispenser dengan menggunakn sponge bersih. Lakukan pembersihan hingga ujung dan sudut bawah dispenser untuk hasil yang lebih maksimal.

Membersihkan kran dispenser

Selanjutnya adalah membersihkan kran dispenser. Biasanya bagian inilah yang paling sering luput dalam proses membersihkan dispenser. Kran ini mempunyai bagian yang serng kali dijadikan tempat bersarangnya bakteri dan kuman, serta lumut yang lembut apabila tidak pernah dibersihkan.

Karena bagian ini sangat kecil, maka kalian perlu menggunakan sikat gigi bekas untuk mencapai bagian dalamnya. Atau kalian juga bisa menggunakan cutton buds apabila bulu sikat gigi tidak menjangkau bagian dalam.

Pengeringan 

Di tahap akhir, ketika tabung dan kran sudah bersih maka saatnya untuk mengelap menggunakan kain basah pada permukaan luarnya. Bersihkan sisa kopi ataupun cairan susu yang membuat bagian depan dispenser nampak kotor. Bila sudah dilap semua bagiannya, maka saatnya kalian memasang kembali galon yang telah dilepas.

Kalian sudah bisa memasangnya dengan galon yang baru. Jangan lupa mengelap bagian leher galon menggunakan tissue basah yang sudah disediakan oleh agen galon agar selalu terhindar dari bakteri. Tissue yang sudah berisi cairan alkohol itu terbukti ampuh untuk menghilangkan kuman dan bakteri agar tak masuh pada tabung dispenser.

Kesimpulan:

Tidak semua hal yang kita lihat simple itu baik untuk kesehatan. Jika dispenser tidak mendapat perawatan yang baik maka tetap saja dapat membuat efek buruk bagi tubuh.

Nah, itulah dia penjelasan tentang dispenser yang harus kalian tahu. Semoga artikel ini bermanfaat dan kalian tidak malas lagi untuk membersihkan dispenser ya.